Friday, September 5, 2014

PROSEDUR Pada Visual Basic Blog Adi Sanjaya Global Techno Solution - AS-GTS



PROSEDUR Pada Visual Basic
Kita bisa membangun program lebih mudah dengan memecah program menjadi blok-blok komponen lebih kecil yang disebut prosedur. Prosedur sangat berguna ketika kita sering menggunakan tugas yang sama berulang-ulang atau bermaksud membagikannya pada program yang lain. Dengan prosedur kita akan lebih mudah mendebug program karena kita dapat melakukan pengujian per prosedur daripada pengujian seluruh program.
 Sub Procedure
Sub procedure adalah blok kode yang dijalankan sebagai tanggapan atas terbentuknya event, baik event pemanggilan dari prosedur lain maupun event yang terjadi dari pemakai program misal event penekanan tombol kiri mouse. Sintak penulisan Sub Procedure sebagai berikut:
[Private/Public] [Static] Sub <nama_prosedur> (argumen)
<blok pernyataan>
End Sub
Setiap kali prosedur dipanggil, blok pernyataan yang ada di antara Sub dan End Sub akan dijalankan. Argumen untuk sebuah prosedur mirip dengan deklarasi variabel, yaitu pemakaian suatu nilai yang dilewatkan dari pemanggilan prosedur. Berikut contoh pemakaiannya:
Private Sub Tebak_Angka (Angka As Integer)
Select Case Angka
Case Is > 10
Print “Angka > 10”
Case Is < 10
Print “Angka < 10”
Case Else
Print “Angka = 10”
End Select
End Sub
Untuk memanggilnya kita bisa menuliskan nama prosedur tersebut disertai argumennya dengan tipe data yang harus sama. Setiap kali prosedur ini dipanggil maka prosedur akan menentukan angka apa yang dilewatkan pada argumen dan akan mencetaknya pada form. Berikut contoh pemanggilan prosedur tersebut melalui prosedur event, yaitu prosedur Command1_Click:
Private Sub Command_Click()
Input_agka% = Input Box (“Masukkan angka sembarang”, “Masukan angka”)
Tebak_Angka_input_
Command1_ Click juga merupakan Sub Procedure yang tanpa argumen. Procedur Command­­_Click akan dipanggil jika pemakai program menekan tombol kiri mouse pada objek Command 1. Prosedur semacam ini disebut dengan Event Procedure.
 Function Procedure
Function Procedure sebenarnya hampir sama dengan Sub Procedure tetapi Function Procedure akan mengembalikan nilai tertentu setelah pemanggilannya. Sintak penulisannya sebagai berikut:
[Private/Public] [Static] Function <nama_prose-dur> (argumen) [As tipe data]
<blok pernyataan>
End Sub
Berikut adalah contoh penggunaannya. Kita akan membuat fungsi Tebak_Angka seperti pada contoh yang lalu:
Fuction Tebak_Angka (Angka As Integer) As String
Select Case Angka
Case Is > 10
Tebak_Angka = “Angka > 10”
Case Is < 10
Tebak_Angka = “Angka < 10”
Case Else
Tebak_Angka = “Angka = 10”
End Select
End Function
Cara kerja fungsi Tebak­_Angka ini sama seperti prosedur Tebak_Angka, yaitu menentukan nilai angka yang dilewatkan pada argumen, tetapi fungsi Tebak_Angka langsung mengembalikan karakter string dimana karakter string ini bisa dilewatkan sebagai argumen pada fungsi atau prosedur yang lain. Berikut adalah contoh pemanggilan fungsi Tebak_Angka sehingga jelas perbedaannya dengan prosedur Tebak_Angka.
Private Sub Command_Click()
Input_agka% =  Input Box (“Masukkan angka sembarang”, “Masukan angka”)
Print Tebak_Angka (input_angka%)
Label 1. Caption = Tebak_Angka (input_angka%)
End Sub
Pada contoh pemanggilan di atas dapat kita lihat, karena fungsi Tebak_Angka adalah mengembalikan nilai karakter string maka nilai ini dapat langsung dilewatkan pada fungsi Print maupun sebagai nilai dari properti caption objek Label 1. Hal ini tidak dapat dilakukan dengan menggunakan Sub Procerure.
Selain fungsi yang dapat kita buat sendiri seperti pada contoh di atas, Visual Basic telah menyediakan banyak sekali fungsi-fungsi yang siap pakai. Kita tinggal memanggil nama fungsi tersebut beserta argumennya yang harus dilewatkan. Print dan Input Box merupakan salah satu contoh fungsi yang disediakan oleh Visual Basic yang sering digunakan dalam buku ini diurutkan berdasar kelompok penggunaannya.
·         Fungsi-Fungsi Manipulasi String
Fungsi-fungsi dalam kelompok manipulasi string ini biasa digunakan untuk tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan string. Berikut adalah tabel fungsi-fungsi tersebut berikut contoh penggunaannya.
Tabel 2.3 Fungsi-fungsi manipulasi string
Nama Fungsi
Keterangan
Contoh Penggunaan
Len
Menentukan panjang sebuah string
Len (“Pipit”) Menghasilkan 5
Ucase
Mengubah huruf string menjadi huruf besar
Ucase (“Pipit”) Menghasilkan “PIPIT”
Lcase
Mengubah huruf string menjadi huruf kecil
Lcase (“PIPIT”) Menghasilkan “pipit”
Right
Menghasilkan karakter yang dihitung dari sisi kanan string
Right (“abcdefg”, 3) Menghasilkan “efg”
Nama Fungsi
Keterangan
Contoh Penggunaan
Left
Menghasilkan karakter yang dihitung dari sisi kiri string    
Left (“abcdefg”, 3) Menghasilkan “abc”
Mid
Menghasilkan karakter yang dihitung dari tengah-tengah string dimulai dari titik awal tertentu
Mid (“abcdefg”, 3) Menghasilkan “cde”
String
Mengulangi karakter string
String (3, “a”) Menghasilkan “aaa”
Asc
Menghasilkan kode ASCIL dari huruf tertentu
Asc (“A”) Menghasilkan 65
Chr
Menghasilkan karakter untuk kode ASCIL tertentu
Chr $ (65) Menghasilkan “A”
Trima
Menghasilkan karakter yang merepresentasikan angka numerik
Str$ (-12.34) Menghasilkan “-12.34”
InStr
Mencari titik awal dari sebuah string dalam string besar
InStr (“abcdf”, “cd”) Menghasilkan 3
Val
Menghasilkan angka numerik yang terkandung dalam string
Val (“12.34abcde”) Menghasilkan 12.34

·         Fungsi-fungsi Konversi Data
Fungsi-fungsi dalam kelompok konversi data ini biasa digunakan untuk konversi data.

Tabel 2.4 Fungsi-fungsi konversi data
Nama Fungsi
Keterangan
Contoh Penggunaan
Clnt
Mengembalikan nilai integer dan membulatkan pecahan ke integer tertinggi.
Clnt (“12.34”)
Menghasilkan 12
CStr
Mengembalikan nilai string
CStr (12.34)
Menghasilkan “12,34”
CByte
Mengembalikan nilai byte, nilai maksimumnya adalah 255
Cbyte (“12.5”)
Menghasilkan 13



Nama Fungsi
Keterangan
Contoh Penggunaan
Fix
Memotong bagian fraksial, tetapi untuk bilangan negatif akan mengembalikan nilai yang lebih besar atau sama dengan bilangan tersebut.
Fix (1.23)
Menghasilkan 1
Fix (-1.23)
Menghasilkan -1
Int
Memotong bagian fraksial, tetapi untuk bilangan negatif akan mengembalikan nilai yang lebih kecil atau sama dengan bilangan tersebut.
Int (1.23)
Menghaislkan 1
Int (-1.23)
Menghasilkan -2
Hex
Mengembalikan nilai heksadesimal dari nilai numerik yagn dilewatkan.
Hex (10)
Menghasilkan “A”

 Operator
Operator digunakan pada Visual Basic untuk memanipulasi data maupun untuk melakukan perhitungan. Operatur pada Visual Basic dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu operator matematik, operator perbandingan dan operator logika. Berikut adalah tabel operator-operator tersebut berdasarkan pengelompokkannya.:

·      Operator Matematik
Operator matematik digunakan untuk melakukan operasi perhitungan matematik. Dalam Visual Basic, jika suatu ekspresi mempunyai operator lebih dari satu kategori maka operator matematik yang akan dievaluasi lebih dahulu dilanjutkan dengan operator perbandingan dan terakhir operator logika.
Tabel berikut adalah operator matematik dimulai dari hirarki paling tinggi ke paling rendah.

TABEL 2.5 Operator matematik
Operator
Operasi
Contoh Pemakaian
^
Pemangkat
Nilai% = 2^2 ‘menghasilkan 4
-
Tanda negatif
Nilai%=-5 ‘menghasilkan angka negatif 5
*,/
Perkalian dan pembagian
Nilai% = (2*6) / 4 ‘menghasilkan 3
\
Pembagian integer
Nilai% = 10\3 ‘ menghasilkan 3
Mod
Modulus (sisa pembagian)
Nilai% =10 mod 3 ‘menghasilkan 1
+, -
Penambahan dan pengurangan
Nilai% = 10 + - 2 ‘menghasilkan 11
&
Penggabungan string
Teks$ = “ab” & “cd” ‘menghasilkan “abcd”
Untuk lebih memahami tingkat hirarki operator matematik tersebut, berikut contoh suatu ekspresi operasi matematik dan urut-urutan langkah pengerjaannya yang dilakukan oleh Visual Basic.
Ekspresi matematik           5 + 4 * 3 / 2 ^ 2
Langkah pertama               5 + 4 * 3 / 4
Langkah kedua                  5 + 12 / 4
Langkah ketiga                  5 + 3
Hasil akhir                         8
Jadi suatu ekspresi 5 + 4 * 3 / 2 ^ 2 pada Visual Basic akan menghasilkan 8.

·      Operator Perbandingan
Operator perbaningan digunakan untuk membandingkan suatu ekspresi dengan ekspresi lain yang menghasilkan nilai boolean (False atau True).  Sintak penggunaannya sebagai berikut:
Result = <ekspresil> operator_perbandingan
<ekspresi2>
result = <Objek1> Is <Objek2>
result     = <string> Like <pattren>

Berikut adalah operator perbandingan pada Visual Basic.

TABEL Operator perbandingan

Operator
Operasi
Contoh Pemakaian
=
Sama dengan
Nilai = (2+1) = 3    ‘menghasilkan True
< >
Tidak sama dengan
Nilai = (2+1) < > 3 ‘menghasilkan False
Lebih kecil
Nilai = 1 < 2           ‘menghasilkan True
Lebih besar
Nilai = 1 > 2           ‘menghasilkan False
< =
Lebih kecil atau sama dengan
Nilai = 1 < = 2        ‘menghasilkan True
> =
Lebih besar atau sama dengan
Nilai = 1 > = 2        ‘menghasilkan False
Like
Mempunyai ciri yang sama
Nilai = “abba” Like “a*”      ‘True
Nilai = “abba” Like “a??a”   ‘True
Nilai = “abba” Like “a?a”     ‘False
Nilai = “a” Like “[a-z]”        ‘True
Is
Mempunyai referensi objek yang sama
Nilai = Command1 Is Label1
‘menghasilkan nilai False

·      Operator Logika
Operator logika digunakan untuk mengekpresikan satu atau lebih ekspresi logika yang akan menghasilkan nilai boolean. Tabel berikut adalah operator logika dimulai dari hirarki paling tinggi ke paling rendah beserta tabel kebenarannya.
Operator
Keterangan
Tabel Kebenaran Operasi
Operan
Hasil
Not
Akan menghasilkan nilai keba-likan dari nilai ekspresi operan
Not True
False
Not False
True
And
Akan menghasilkan nilai True hanya jika ekspresi operan keduanya bernilai logika True
True And True
True
True And False
False
False And True
False
False and False
False
Or
Akan menghasilkan nilai True jika salah satu ekspresi operannya bernilai logika True
True Or True
True
True Or False
True
False Or True
True
False Or False
False
Xor
Akan menghasilkan nilai True jika ekspresi operannya bernilai logika berbeda
True Xor True
False
True Xor False
True
False Xor True
True
False Xor False
False
Eqv
Akan menghasilkan nilai True hanya jika ekspresi operannya bernilai logika sama.
True Eqv True
True
True Eqv False
False
False Eqv True
False
False Eqv False
True
Imp
Akan menghasilkan nilai Fase jika ekspresi operan sebelah kiri operator bernilai logika True dan sebelah kanan bernilai logika False
True Imp True
True
True Imp False
False
False Imp True
True
False Imp False
True
Berikut adalah contoh penggunannya:

Nilai = 2>1 And 2>1

Eksekusi dari ekspresi di atas akan mengembalikan variabel nilai bernilai True karena 2>1 adalah bernilai logika True dan dari tabel di atas diketahui bahwa True And True akan menghasilkan nilai True.

Contact Person : Taufik Adi Sanjaya
No HP / Whats App : 0823 2613 3990
PIN BBM 5983E244
Alamat : Jalan Imogiri Timur KM 11, 
Blawong 1 , RT 01, Trimulyo, Jetis, Bantul 55781.

Anda membutuhkan komponen elektronik , Arduino, Sensor, Tutorial(paket belajar), jasa pembuatan alat berbasis mikrokontroler, kendali lampu via jaringan LAN, dan sebagainya ? anda dapat membelinya di www.kedaiarduino.com
 www.kedaiarduino.com

0 comments:

Post a Comment

Silakan dikomentari

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India