Post Top Ad

Post Top Ad

MENGGUNAKAN OHM METER bagian 2 by Sarono Elektronika Blog Adi Sanjaya Global Techno Solution - AS-GTS

MENGGUNAKAN OHM METER bagian 2
Setelah kita membeli resistor resistor yang di inginkan dan setelah belajar membaca kode warna resistor 4 kode warna, maka kali ini kita akan belajar mengukur nilai nilai resistor tersebut.
Mestinya nilai R menurut kode warna dan nilai hasil pengukuran sama nilai nya, kalaupun bergeser paling sekitar 5%.
Toleransi 5% pada resistor artinya : Pabrik menjamin bahwa nilai nya adalah sebesar nilai kode warna nya, kalau pun menyimpang pabrik akan menjadi tidak akan lebih 5% nya atau kurang 5% dari nilai menurut kode warna nya.
Tahapan melakukan pengukuran Ohm meter
1. Sebelum di gunakan, lihat jarum tunjuk, apakah sudah berada pada posisi 0 (volt) pada papan pengukuran ? kalau belum putar baut pengatur nol agar tepat pada angka 0, kalau nggak bisa juga diatur maka AVO sudah mulai rusak tetapi masih dapat digunakan (walau sudah tidak presisilagi)
2. Tentukan nilai resistor menurut pembacaan kode warna misalkan R=4K7
3. Putar Sakelar Fungsi dan Batas Ukur pada posisi ohm meter : posisi ohm meter pada AVO meter ini ada 5 posisi yaitu :
a. Rx1 untuk R yang nilai nya kira kira antara 0 s.d. 100 ohm
b. R x 10 untuk R yang nilai nya kira kira Puluhan s.d. Ratusan Ohm
c. R x 100 untuk R yang nilai nya kira kira Ribuan dan Puluhan ribu
d. R x 1K untuk R yang nilai nya kira kira Puluhan Ribu dan Ratusan ribu ohm
e. R x 10 K untuk R yang nilai nya kira kira Ratusan Ribu s.d. Mega Ohm
4. Karena nilai yang akan di ukur bernilai 4K7, maka akan kita gunakan batas ukur x100
5. Hubungkan kabel merah dan hitam pada AVO meter, maka jarum akan menuju 0 Ohm
(membaca papan pengukuran ohm adalah pada baris yang paling atas dari papan pengukuran, dimana NOL ohm JUSTRU ada pada posisi KANAN).
6. Mestinya jarum menunjuk ke angka nol, jika tidak, Atur TOMBOL pengatur nol ohm agar berada pada angka nol, jika tidak bisa hampir di pastikan battery di dalam AVO habis dan perlu di ganti.
7. Setelah itu hubungkan kabel merah pada salah satu kaki resistor dan kabel hitam pada kaki resistor yang lain (boleh ter bolak balik), upayakan tangan kita tidak memegang ke dua ujung resistor karena hambatan tangan kita akan ikut mempengaruhi pengukuran, tetapi masih boleh jika salah satu ujung kabel saja yang tersentuh tangan kita.
8. Maka jarum akan menunjuk pada suatu harga, misalkan menunjuk angka 47 (mendekati angka 50)
9. maka nilai resistor tersebut sesungguhnya (hasil pengukuran) = 47 x 100 = 4700 ohm = 4K7 (artinya sama dengan nilai kdoe warna nya berarti resistor kondisi BAIK).
Ada 3 macam kerusakan Resistor :
1. Resistor bocor (mestinya nilai tertentu) tetapi ketika di ukur NOL ohm.
2. Resistor putus (mestinya nilai tertentu) tetapi ketika di ukur nilai nya tak terhingga (sangat sangat besar)
3. Resistor berubah harga (mestinya nilainya sama dengan nilai kode warnanya) tetapi ketika di ukur nilai nya berubah jauh dari nilai kode warna nya (melebihi toleransi nya)
Silahkan praktekkan kemudian di coba juga dengan berbagai resistor yang di miliki.




Contact Person : Taufik Adi Sanjaya
No HP / Whats App : 0823 2613 3990
PIN BBM 5983E244
Alamat : Jalan Imogiri Timur KM 11, 
Blawong 1 , RT 01, Trimulyo, 
Jetis, Bantul 55781.


Anda membutuhkan komponen elektronik , Arduino, Sensor, Tutorial(paket belajar), jasa pembuatan alat berbasis mikrokontroler, kendali lampu via jaringan LAN, kendali lampu via internet, dan sebagainya ? anda dapat membelinya di www.kedaiarduino.com
 www.kedaiarduino.com