Post Top Ad

Post Top Ad

PEMBAGIAN TEGANGAN DIODA DAN R BEBAN by Sarono Elektronika Blog Adi Sanjaya Global Techno Solution - AS-GTS

PEMBAGIAN TEGANGAN DIODA DAN R BEBAN
Pada saat dioda dan R beban (bisa berupa lampu atau apapun yang bisa dianggap resistor R) di hubungkan secara seri dan berlaku prinsip - prinsip rangkaian seri.
1. Pada saat dioda mendapat tegangan muka maju, maka hambatan dioda kecil terhadap R beban (boleh di anggap nol), tetapi saat tersebut pada dioda terdapat tegangan sebesar 0,6 V sampai 0,8 V (untuk dioda yang terbuat dari silikon). Maka pembagian tegangan nya adalah seperti tampak pada gambar 1.
Dimana tegangan sumber (contoh 12 V) terbagi pada dioda sebesar 0,8V dan pada R beban sebesar 11,2 V.
Sedang kan kuat arus yang mengalir tergantung pada nilai R beban, dan mengikuti rumus hukum ohm.
2. Pada saat dioda mendapat tegangan muka terbalik, maka hambatan dioda dapat dianggap tak terhingga ohm. Maka menurut prinsip rangkaian R seri, tegangan terbesar terdapat pada R yang terbesar dalam hal ini ada pada dioda, sedangkan tegangan pada R beban NOL volt.

Saat ini diode mendapat tegangan sebesar tegangan sumber, kebanyakan dioda mampu menahan tegangan ini (contoh type 1N4002 sanggup menahan tegangan hingga 100V, maka kalau cuma 12 V, nggak masalah).
Keterangan - keterangan di atas di gambar kan pada gambar 1 dan gambar 2 berikut :


Dengan prinsip ini, maka kalo kita akan menurunkan tegangan 1.2-1.6 maka cukup menggunakan dua dioda yg diseri 

Contact Person : Taufik Adi Sanjaya
No HP / Whats App : 0823 2613 3990
PIN BBM 5983E244
Alamat : Jalan Imogiri Timur KM 11, 
Blawong 1 , RT 01, Trimulyo, 

Jetis, Bantul 55781.
Anda membutuhkan komponen elektronik , Arduino, Sensor, Tutorial(paket belajar), jasa pembuatan alat berbasis mikrokontroler, kendali lampu via jaringan LAN, dan sebagainya ? anda dapat membelinya di www.kedaiarduino.com
 www.kedaiarduino.com