Skip to main content

DAYA LISTRIK bagian 1 by Sarono Elektronika Blog Adi Sanjaya Global Techno Solution - AS-GTS

DAYA LISTRIK bagian 1
Setelah memahami 3 besaran utama dan hubungan ketiga nya melalui rumus hukum ohm, maka selanjutnya memahami apa itu Daya Listrik.
Ketika arus listrik mengalir pada penghantar listrik atau hambatan, maka pada hambatan tersebut timbul panas, makin besar tegangan yang terdapat pada resistor (atau R beban) makin besar panas nya, makin besar arus yang mengalir juga akan besar panas nya.
Dalam teknik listrik, Daya Panas yang terjadi itu di nyatakan dalam Watt. Dalam praktek listrik bisa di ubah menjadi
1. Panas seperti pada resistor, pada setrika listrik
2. Menjadi cahaya pada lampu,
3. Menggerakkan baling baling seperti pada kipas angin
4. Menggerakkan baling turbin seperti pada pompa air
5. Menggerakk kompressor sehingga menjadi dingin pada kulkas/AC
6. Menjadi pengolah sinyal gambar seperti TV
7. Menjadi penguat sinyal suara, seperti pada ampifier
8. dll dll.
Semua itu memerlukan tegangan dan arus,
Besar nya tegangan dan arus untuk keperluan keperluan di atas di nyatakan dengan rumus :
P = V x I
P =Daya Listrik (watt)
V = Tegangan (Volt)
I = Kuat Arus (Ampere)
Kalau rumus nya di bolak balik maka :
V = P/I atau I = P/ V
1. Misalkan sebuah setrika Listrik membutuhkan tegangan 220 V dan Arus sebesar 1,3 A, maka pada setrika tersebut timbul daya listrik sebesar = 286 watt.
2. Sebuah solder mempunyai watt = 40 watt, tegangan nya 220 V, kalau solder tersebut di colokkan ke listrik 220V, maka akan mengalir sebesar ... I = P/V = 40 /220 = 0,183 Ampere.
3. Sebuah AC membutuhkan tegangan 220 V dengan watt sebesar 750 watt, maka kuat arus yang mengalir jika di hidupkan akan sebesar : I = P/V = 750 / 220 = 3,41 Ampere.
4. Sebuah Lampu motor mempunyai tegangan 12 V, sementara lampu depan nya mempunyai Daya = 20 watt, Jika di hidupkan lampu tersebut akan membutuhkan/menarik arus sebesar = I = P/V = 20 / 12 = 1,67 A
Karena Tegangan, Kuat Arus dan Hambatan mempunyai hubungan rumus hukum ohm, maka rumus daya pun dapat di masukkan sebagai berikut :
P = V x I .... di mana V = I x R, maka :
= (I x R) x I
P = I kuadrat x R
atau bisa juga :
P = V x I ..... dimana I = V/R, maka :
= V x V / R
P = V kuarat / R
Saya akan bahas tentang watt pada resistor :
di atas sudah di tegaskan jika sebuah resistor di beri tegangan, maka mengalir arus, tegangan dan arus pada resistor tersebut menimbulkan daya berupa panas.
Karena itu di pasaran di jual resistor - resistor dengan berbagai "Kemampuan di beri daya"
Di pasaran di jual dengan berbagai kemampuan di beri daya :
1. Ada yang 0.25 Watt (seperempat watt)
2. Ada yang 1/2 watt (yang paling banyak di pakai)
3. Ada yang 1 Watt
4. Ada yang 2 Watt
5. Ada yang 5 Watt
6. dll.
Apabila daya yang terjadi lebih besar dari kemampuan nya maka resistor tersebut bisa rusak/terbakar.
Contoh :
1. Pada rangkaian kita memberikan sebuah resistor 100 ohm dengan kemampuan di beri daya sebesar 1/2 watt, kita berikan tegangan sebesar 12 Volt, maka :
akan mengalir arus sebesar =>> I = V / R = 12 / 100 = 0,12 A
timbul daya berupa panas sebesar ==> P = V x I = 12 x 0,12 = 1,44 Watt
maka di pastikan resistor akan terbakar.
2. Pada rangkaian kita memberikan tegangan 12 V pada sebuah resistor 1K ohm dengan watt 1/4 watt, maka :
akan mengalir arus sebesar =>> I = V / R = 12 / 1.000 = 0,012 ampere
timbul daya berupa panas sebesar = => P = V x I = 12 x 0,012 = 0,144 watt
karena daya yang timbul 0,144 watt, sementara kemampuan di beri daya nya 1/4 watt = 0,25 watt maka. resistor tersebut hangat hangat sedikit tetapi tidak terbakar ... (malah mungkin tidak terasa panas nya)

Contact Person : Taufik Adi Sanjaya
No HP / Whats App : 0823 2613 3990
PIN BBM 5983E244
Alamat : Jalan Imogiri Timur KM 11, 
Blawong 1 , RT 01, Trimulyo, 
Jetis, Bantul 55781.


Anda membutuhkan komponen elektronik , Arduino, Sensor, Tutorial(paket belajar), jasa pembuatan alat berbasis mikrokontroler, kendali lampu via jaringan LAN, kendali lampu via internet, dan sebagainya ? anda dapat membelinya di www.kedaiarduino.com
 www.kedaiarduino.com

Comments

Popular posts from this blog

GROUND bagian 1 by Sarono Elektronika Blog Adi Sanjaya Global Techno Solution - AS-GTS

GROUND bagian 1
Banyak pertanyaan kepada saya apa itu ground ? apa guna nya ? apakah selalu ground itu negatif ? Apa yang di maksud titik netral pada pencatu daya terbelah ?
Agak sulit menerangkan dengan kata kata, bahkan dari hasil diskusi saya dengan beberapa teman yang sudah pakar elektronik juga mereka menemukan kesulitan nya mengungkapkan dengan kata kata walau kita mengerti tentang ground.
Untuk itu saya mencoba menerangkan semaksimal mungkin, tetapi sesungguh nya yang"mendengar" mestinya sudah punya ilmu elektronika minimal sampai teknik penguat audio.
Jadi, jika belum memehami tentang teknik audio dan masih bingung tentang konsep dan aplikasi ground masih di maklum kan.
Pada rangkaian listrik sederhana tidak di perlukan ground, misalkan senter, (body nya terbuat dari plastik) itupun sering negatif nya di hubungkan dengan body senter terbuat dari logam.
a. Pengertian Ground
Ground adalah titik yang dianggap sebagai titik kembali nya arus listrik arus seara…

HAMBATAN LISTRIK by Sarono Elektronika Blog Adi Sanjaya Global Techno Solution - AS-GTS

HAMBATAN LISTRIK
Pada bahasan sebelumnya sudah di tegaskan bahwa menghubungkan langsung positip dan negatip battery tidak boleh di lakukan, karena jumlah elektron yang mengalir menjadi sangat besar dan selama mengalir antara elektron saling berbenturan dan menimbulkan panas yang besar.
TETAPI
1) Jika jalan yang di lalui panjang (kawat nya panjang), maka kawat itu akan menjadi perlawanan listrik, makin panjang kawat maka perlawanan terhadap arus listrik juga semakin besar.
2) Atau kalau jalan nya arus di kawat juga di kecilkan (tebal kawat) nya di tipiskan juga akan menghasilkan Hambatan bagi arus semakin besar (Hambatan listrik membesar).
Dengan demikian kita bisa menghambat arus listrik itu dengan membuat kawat yang panjang dan mengatur tipis nya (luas penampang) kawat.
Ada faktor ke 3 yaitu jenis kawat.
Jenis kawat tertentu lebih mudah melewatkan arus, sementara kawat yang lain lebih sulit melewatkan arus.
Dalam teori elektron dapat di jelas kan : kawat tertentu daya ika…

Cara menggunakan modul relay dengan arduino UNO.

Material yang di butuhkan:
- Relay module 2 channel
- Arduino UNO.
- kabel jumper male - female

Relay module 2 channel  5V dengan 2 channel output dapat digunakan sebagai saklar elektronik untuk mengendalikan perangkat listrik yang memerlukan tegangan dan arus yang besar. Kompatible dengan semua mikrokontroler khususnya Arduino


Spesifikasi
•    Jumlah Relay : 2
•    Control signal : TTL level (ACTIVE LOW) ini artinya relay akan aktif jika kita memberikan logika LOW ke pin trigger relay (pin in1 /in 2)

Catatan : gambar bisa jadi berbeda dengan fisik relay yang dikirim, tapi pin pin pasti terdiri dari pin Vcc GND dan pin in1/in2 … untuk jumlah channel lainnya maka pin in1 2, dst akan sesuai dengan jumlah channel relay modul
•    Rating arus : 10A 250VAC, 10A 30VDC, 10A 125VAC, 10A 28VDC
•    Contact action time : 10ms/5ms
•    Indikator LED untuk masing masing channel



Catatan : gambar bisa jadi berbeda dengan fisik relay yang dikirim, tapi pin pin pasti terdiri dari pin Vcc GND dan pin in1/in2…