Skip to main content

MEMAHAMI lebih dalam RANGKAIAN DASAR TRANSISTOR (Transistor mempunyai HFE) by Sarono Elektronika Blog Adi Sanjaya Global Techno Solution - AS-GTS

MEMAHAMI lebih dalam RANGKAIAN DASAR TRANSISTOR
(Transistor mempunyai HFE)




Pada
RANGKAIAN DASAR TRANSISTOR sebagai SAKELAR sudah diperkenalkan rangkaian dasar transistor sebagai sakelar mari kita perdalam lebih lanjut skema tersebut.
1. Bagi battery 1 (BAT1) RB dan Dioda B-E adalah seri.
2. Bagi battery 2 (BAT2) RC dan C-E adalah seri (CE mengandung dioda terpasang terbalik dan R variabel).
3. Arus mengalir dari positip Battery 1 ke RB - ke Diode BE - ke negatif Bat.1, maka terjadi arus BE (atau disingkat arus Basis saja) Ib = (Batt1-0,6)/Rb .... pada gambar itu 10 uA = 0,000010 A.
4. Arus yang sangat kecil ini masuk ke Basis dan transistor mempunyai "sifat" yaitu : "menguatkan arus searah" yang disebut HFE, misalkan 150 kali. Dengan sifat ini TR akan "memaksa" arus dari Colektor ke Emitor atau disingkat I CE atau selanjutnya disebut Ic (saja).
5. TR akan "memaksa" IC sebesar 150 kali nya dari Ib atau sebesar = Ic = 10uA x 150 = 1.500 uA = 1,5 mA = 0,0015 A.
6. Dari sini kita lihat "seolah - olah" TR bisa "berfikir" dan berusaha menurunkan nilai R ce nya (lihat model simulasi yang saya buat pada postingan sebelumnya), untuk sedemikian mencapai 150 kalinya Ib ATAU kalaupun tidak bisa mencapai 150 kali nya, TR akan berusaha semaksimal yang bisa di capai (selanjutnya di batasi oleh R kolektor - Rc).
7. Sifat nomor 6 ini, oleh para engginer elektronika disebut dengan TR mempunyai sifat sebagai sumber arus konstan, dan mereka menggambarkan CE sebagai sumber arus konstan. Tetapi saya menggambar dengan cara lain yaitu model : Dioda CE paralel dengan Resistor yang bisa berubah harga pada CE nya.
8. Selanjutnya : Dengan arus yang ditentukan "oleh" TR sebesar 1,5 mA, mengalir juga lewat R kolektor (Rc) sebesar hukum ohm = Vrc = 0,0015 A x 3.000 ohm = 4,5 Volt.
9. Karena pada Rc dan CE adalah pembagi tegangan (bagi batt 2) maka tegangan pada CE tinggal sisa nya = 9 V - 4,5 = 4,5 V.
Pada bahasan kali ini kita hanya fokus pada PENGUATAN ARUS DC pada transistor atau yang di kenal dengan HFE.
Setiap TR mempunyai HFE yang berbeda beda, sayang nya walaupun satu type, walaupun dalam produksi di hari yang sama, nilai HFE tidak selalu sama.
Contoh :
TR type BD139, mempunyai HFE 40 s.d. 160 kali, itu pun tergantung pada besar Vce dan Ic yang diterapkan, padahal Ic ditentukan oleh HFE (membingungkan bukan ?).
Menghadapi hal ini para engginer biasanya mengukur dahulu (itupun nilai nya berubah karena Vce dan Ic yang diterapkan) atau menganggap HFE pada nilai yang terendah.
Karena itu pada Data transistor biasanya di cantumkan nilai HFE min (HFE minimal).
KESIMPULAN :
1. Transistor mempunyai Faktor Penguatan Arus Basis ke Arus Kolektor yang disebut HFE.
2. Transistor akan berusaha mengalirkan arus Kolektor sebesar Ib x HFE atau semaksimal yang bisa di capai, dengan cara menurunkan R ce nya, bahkan hinga nilai Rce sampai ke angka NOL.
3. Nilai HFE bukan angka pasti karena nya dalam rancangan biasanya di lakukan pengukuran HFE dahulu (itupun masih tidak tetap tergantung Vce dan Ic yang diterapkan) atau menganggap pada HFE minimum nya.

TR ada yang bisa dilalui Ic yang besar dan yang hanya bisa dilalui arus Ic yang kecil saja, beberapa type bisa saya sebut sbb.: Berarus kecil (NPN semua) = 2SC 828 (C828), lebih besar : BD 139 atau 2SD400 (D400), lebih besar 2SD313 (D313), lebih besar lagi 2N3005. 

(LIHAT PADA DATASHEET NYA)

Contact Person : Taufik Adi Sanjaya
No HP / Whats App : 0823 2613 3990
PIN BBM 5983E244
Alamat : Jalan Imogiri Timur KM 11, 
Blawong 1 , RT 01, Trimulyo, 

Jetis, Bantul 55781.
Anda membutuhkan komponen elektronik , Arduino, Sensor, Tutorial(paket belajar), jasa pembuatan alat berbasis mikrokontroler, kendali lampu via jaringan LAN, dan sebagainya ? anda dapat membelinya di www.kedaiarduino.com
 www.kedaiarduino.com

Comments

Popular posts from this blog

GROUND bagian 1 by Sarono Elektronika Blog Adi Sanjaya Global Techno Solution - AS-GTS

GROUND bagian 1
Banyak pertanyaan kepada saya apa itu ground ? apa guna nya ? apakah selalu ground itu negatif ? Apa yang di maksud titik netral pada pencatu daya terbelah ?
Agak sulit menerangkan dengan kata kata, bahkan dari hasil diskusi saya dengan beberapa teman yang sudah pakar elektronik juga mereka menemukan kesulitan nya mengungkapkan dengan kata kata walau kita mengerti tentang ground.
Untuk itu saya mencoba menerangkan semaksimal mungkin, tetapi sesungguh nya yang"mendengar" mestinya sudah punya ilmu elektronika minimal sampai teknik penguat audio.
Jadi, jika belum memehami tentang teknik audio dan masih bingung tentang konsep dan aplikasi ground masih di maklum kan.
Pada rangkaian listrik sederhana tidak di perlukan ground, misalkan senter, (body nya terbuat dari plastik) itupun sering negatif nya di hubungkan dengan body senter terbuat dari logam.
a. Pengertian Ground
Ground adalah titik yang dianggap sebagai titik kembali nya arus listrik arus seara…

HAMBATAN LISTRIK by Sarono Elektronika Blog Adi Sanjaya Global Techno Solution - AS-GTS

HAMBATAN LISTRIK
Pada bahasan sebelumnya sudah di tegaskan bahwa menghubungkan langsung positip dan negatip battery tidak boleh di lakukan, karena jumlah elektron yang mengalir menjadi sangat besar dan selama mengalir antara elektron saling berbenturan dan menimbulkan panas yang besar.
TETAPI
1) Jika jalan yang di lalui panjang (kawat nya panjang), maka kawat itu akan menjadi perlawanan listrik, makin panjang kawat maka perlawanan terhadap arus listrik juga semakin besar.
2) Atau kalau jalan nya arus di kawat juga di kecilkan (tebal kawat) nya di tipiskan juga akan menghasilkan Hambatan bagi arus semakin besar (Hambatan listrik membesar).
Dengan demikian kita bisa menghambat arus listrik itu dengan membuat kawat yang panjang dan mengatur tipis nya (luas penampang) kawat.
Ada faktor ke 3 yaitu jenis kawat.
Jenis kawat tertentu lebih mudah melewatkan arus, sementara kawat yang lain lebih sulit melewatkan arus.
Dalam teori elektron dapat di jelas kan : kawat tertentu daya ika…

Cara menggunakan modul relay dengan arduino UNO.

Material yang di butuhkan:
- Relay module 2 channel
- Arduino UNO.
- kabel jumper male - female

Relay module 2 channel  5V dengan 2 channel output dapat digunakan sebagai saklar elektronik untuk mengendalikan perangkat listrik yang memerlukan tegangan dan arus yang besar. Kompatible dengan semua mikrokontroler khususnya Arduino


Spesifikasi
•    Jumlah Relay : 2
•    Control signal : TTL level (ACTIVE LOW) ini artinya relay akan aktif jika kita memberikan logika LOW ke pin trigger relay (pin in1 /in 2)

Catatan : gambar bisa jadi berbeda dengan fisik relay yang dikirim, tapi pin pin pasti terdiri dari pin Vcc GND dan pin in1/in2 … untuk jumlah channel lainnya maka pin in1 2, dst akan sesuai dengan jumlah channel relay modul
•    Rating arus : 10A 250VAC, 10A 30VDC, 10A 125VAC, 10A 28VDC
•    Contact action time : 10ms/5ms
•    Indikator LED untuk masing masing channel



Catatan : gambar bisa jadi berbeda dengan fisik relay yang dikirim, tapi pin pin pasti terdiri dari pin Vcc GND dan pin in1/in2…