Skip to main content

MENYEMPURNAKAN TEGANGAN DC dari Hasil Penyearahan by Sarono Elektronika Blog Adi Sanjaya Global Techno Solution - AS-GTS

MENYEMPURNAKAN TEGANGAN DC dari Hasil Penyearahan
Pada bahasan lalu kita sudah mengetahui bahwa dengan 1 dioda dapat digunakan untuk mengubah tegangan AC menjadi DC, tetapi tegangan DC nya belum sempurna.
Dengan 4 dioda yang di rangkaian jembatan, di dapat tegangan DC yang lebih sempurna, tetapi juga belum maksimal, karena tegangan DC nya naik turun terus.
Bagaimana jika jika di tambahkan Capacitor paralel dengan beban ?
Dengan memparalel R beban dengan Capacitor maka kesempurnaan akan lebih di dapatkan, cara kerja nya adalah sbb. :
1. Penyearah setengah gelombang :
a. Saat titik A positip dan D negatif, maka arus mengalir dari A lewat dioda, ke titik B, saat ke titik B ini arus sekaligus melakukan pengisian Capacitor hingga penuh. Sambil lewat arus nya ke R beban ke titik C dan akhir nya ke titik D. (Arah arus berwarna Biru).
b. Saat tegangan berbalik arah, tidak ada arus mengalir, tegangan pada beban tidak ada (dari trafo), TETAPI pada saat ini Condensator masih menyimpan muatan, dan berfungsi sebagai battery sementara, dan membuang muatan nya ke R beban, dari titik positip nya capacitor ke negatif nya capacitor. Capacitor membuang muatan hingga muatannya habis. (arah arus berwarna merah)
c. Belum habis muatan capacitor tegangan sudah berbalik arah lagi A positip dan B negatif, dan Capacitor di isi lagi, dan seterus nya berulang terus menerus.
Berapa nilai Cap agar tidak cepat habis ? Ada hitungannya tetapi secara prinsip saja : Makin Besar Nilai uF nya makin baik tegangan DC yang di hasilkan nya.
Bentuk tegangan nya sudah mendekati DC sempurna tetapi karena kemampuan Cap mengisi waktu kosong nya tegangan AC di pengaruhi oleh nilau uF dan nilai R beban nya, makin kecil nilai R beban, tugas Cap untuk mengisi kosong tegangan AC makin berat.
Kalau di gambarkan dengan grafik atau di ukur dengan osiloskop akan di dapat tegangan DC hampir sempurna tetapi masih terdapat "kerut kerut tegangan" atau bahas inggeris nya "RIPPLES" seperti tampak pada gambar.
Pada gambar bentuk gelombang : gambar yang atas adalah bentuk gelombang dari titik A dan D (dari Trafo) sedang gambar yang bawah adalah bentuk gelombang dari titik B dan C (pada R beban)



Contact Person : Taufik Adi Sanjaya
No HP / Whats App : 0823 2613 3990
PIN BBM 5983E244
Alamat : Jalan Imogiri Timur KM 11, 
Blawong 1 , RT 01, Trimulyo, 
Jetis, Bantul 55781.
Anda membutuhkan komponen elektronik , Arduino, Sensor, Tutorial(paket belajar), jasa pembuatan alat berbasis mikrokontroler, kendali lampu via jaringan LAN, dan sebagainya ? anda dapat membelinya di www.kedaiarduino.com
 www.kedaiarduino.com

Comments

Popular posts from this blog

GROUND bagian 1 by Sarono Elektronika Blog Adi Sanjaya Global Techno Solution - AS-GTS

GROUND bagian 1
Banyak pertanyaan kepada saya apa itu ground ? apa guna nya ? apakah selalu ground itu negatif ? Apa yang di maksud titik netral pada pencatu daya terbelah ?
Agak sulit menerangkan dengan kata kata, bahkan dari hasil diskusi saya dengan beberapa teman yang sudah pakar elektronik juga mereka menemukan kesulitan nya mengungkapkan dengan kata kata walau kita mengerti tentang ground.
Untuk itu saya mencoba menerangkan semaksimal mungkin, tetapi sesungguh nya yang"mendengar" mestinya sudah punya ilmu elektronika minimal sampai teknik penguat audio.
Jadi, jika belum memehami tentang teknik audio dan masih bingung tentang konsep dan aplikasi ground masih di maklum kan.
Pada rangkaian listrik sederhana tidak di perlukan ground, misalkan senter, (body nya terbuat dari plastik) itupun sering negatif nya di hubungkan dengan body senter terbuat dari logam.
a. Pengertian Ground
Ground adalah titik yang dianggap sebagai titik kembali nya arus listrik arus seara…

HAMBATAN LISTRIK by Sarono Elektronika Blog Adi Sanjaya Global Techno Solution - AS-GTS

HAMBATAN LISTRIK
Pada bahasan sebelumnya sudah di tegaskan bahwa menghubungkan langsung positip dan negatip battery tidak boleh di lakukan, karena jumlah elektron yang mengalir menjadi sangat besar dan selama mengalir antara elektron saling berbenturan dan menimbulkan panas yang besar.
TETAPI
1) Jika jalan yang di lalui panjang (kawat nya panjang), maka kawat itu akan menjadi perlawanan listrik, makin panjang kawat maka perlawanan terhadap arus listrik juga semakin besar.
2) Atau kalau jalan nya arus di kawat juga di kecilkan (tebal kawat) nya di tipiskan juga akan menghasilkan Hambatan bagi arus semakin besar (Hambatan listrik membesar).
Dengan demikian kita bisa menghambat arus listrik itu dengan membuat kawat yang panjang dan mengatur tipis nya (luas penampang) kawat.
Ada faktor ke 3 yaitu jenis kawat.
Jenis kawat tertentu lebih mudah melewatkan arus, sementara kawat yang lain lebih sulit melewatkan arus.
Dalam teori elektron dapat di jelas kan : kawat tertentu daya ika…

Cara menggunakan modul relay dengan arduino UNO.

Material yang di butuhkan:
- Relay module 2 channel
- Arduino UNO.
- kabel jumper male - female

Relay module 2 channel  5V dengan 2 channel output dapat digunakan sebagai saklar elektronik untuk mengendalikan perangkat listrik yang memerlukan tegangan dan arus yang besar. Kompatible dengan semua mikrokontroler khususnya Arduino


Spesifikasi
•    Jumlah Relay : 2
•    Control signal : TTL level (ACTIVE LOW) ini artinya relay akan aktif jika kita memberikan logika LOW ke pin trigger relay (pin in1 /in 2)

Catatan : gambar bisa jadi berbeda dengan fisik relay yang dikirim, tapi pin pin pasti terdiri dari pin Vcc GND dan pin in1/in2 … untuk jumlah channel lainnya maka pin in1 2, dst akan sesuai dengan jumlah channel relay modul
•    Rating arus : 10A 250VAC, 10A 30VDC, 10A 125VAC, 10A 28VDC
•    Contact action time : 10ms/5ms
•    Indikator LED untuk masing masing channel



Catatan : gambar bisa jadi berbeda dengan fisik relay yang dikirim, tapi pin pin pasti terdiri dari pin Vcc GND dan pin in1/in2…