Skip to main content

Kontrol Lampu melalui komunikasi serial Arduino

berikut ini adalah contoh untuk melakukan kendali / kontrol nyala padam lampu dengan menggunakan arduino uno,

deklarasi awal pemasangan pin pin lampu adalah sebagai berikut :


 LAMPU1 pada pin  10;
 LAMPU2 pada pin  9;
 LAMPU3 pada pin  8;
 LAMPU4 pada pin 7;
 LAMPU5 pada pin 6;
 LAMPU6 pada pin 5;
 LAMPU7 pada pin 4;
 LAMPU8 pada pin 3;



catatan : lampu masing masing di set High active (saat logika pin high lampu aktif ), saat logika pin low, lampu non aktif

aturan selanjutnya adalah

saat karakter A diterima oleh arduino, lampu 1 menyala
saat karakter a diterima oleh arduino, lampu 1 padam

begitu seterusnya untuk karakter B,C,D,E,F,G,H

Berikut ini adalah source code nya :


// kontrol - untuk mengontrol LED via port serial

const int buzzer =  11;
const int LAMPU1 =  10;
const int LAMPU2 =  9;
const int LAMPU3 =  8;
const int LAMPU4 = 7;
const int LAMPU5 = 6;
const int LAMPU6 = 5;
const int LAMPU7 = 4;
const int LAMPU8 = 3;

void setup() {
  pinMode(LAMPU1, OUTPUT);
  pinMode(LAMPU2, OUTPUT);
  pinMode(LAMPU3, OUTPUT);
  pinMode(LAMPU4, OUTPUT);
  pinMode(LAMPU5, OUTPUT);
  pinMode(LAMPU6, OUTPUT);
  pinMode(LAMPU7, OUTPUT);
  pinMode(LAMPU8, OUTPUT);
  pinMode(buzzer, OUTPUT);

 
  digitalWrite(LAMPU1, HIGH);
  digitalWrite(LAMPU2, HIGH);
  digitalWrite(LAMPU3, HIGH);
  digitalWrite(LAMPU4, HIGH);
  digitalWrite(LAMPU5, HIGH);
  digitalWrite(LAMPU6, HIGH);
  digitalWrite(LAMPU7, HIGH);
  digitalWrite(LAMPU8, HIGH);
  digitalWrite(buzzer, HIGH);
  delay(500);
  digitalWrite(buzzer, LOW);
  Serial.begin(9600);
}

void loop() { 
 char perintah;
 
 
  if (Serial.available()){perintah = Serial.read();}
   
  switch(perintah)
  {

    case 'a':
         digitalWrite(LAMPU1, LOW);break;   //LAMPU1 off 
       
    case 'A':
         digitalWrite(LAMPU1, HIGH);//LAMPU1 on
         digitalWrite(buzzer, HIGH);// buzzer bunyi
         delay(200);
         digitalWrite(buzzer, LOW);// buzzer diam
         break;  
        
        
    case 'b':
         digitalWrite(LAMPU2, LOW);break;   //LAMPU2 off
         
    case 'B':
         digitalWrite(LAMPU2, HIGH);  //LAMPU2 on
         digitalWrite(buzzer, HIGH);// buzzer bunyi
         delay(200);
         digitalWrite(buzzer, LOW);// buzzer diam
         break;
        
    case 'c':
         digitalWrite(LAMPU3, LOW);break;   //LAMPU3 off
        
    case 'C':
         digitalWrite(LAMPU3, HIGH);    //LAMPU3 on
         digitalWrite(buzzer, HIGH);// buzzer bunyi
         delay(200);
         digitalWrite(buzzer, LOW);// buzzer diam
         break;
        
    case 'd':
         digitalWrite(LAMPU4, LOW);break;   //LAMPU4 off
       
    case 'D':
         digitalWrite(LAMPU4, HIGH);   //LAMPU4 on
         digitalWrite(buzzer, HIGH);// buzzer bunyi
         delay(200);
         digitalWrite(buzzer, LOW);// buzzer diam
         break;
        
    case 'e':
         digitalWrite(LAMPU5, LOW);break;  //LAMPU5 off
        
    case 'E':
         digitalWrite(LAMPU5, HIGH);  //LAMPU5 on
         digitalWrite(buzzer, HIGH);// buzzer bunyi
         delay(200);
         digitalWrite(buzzer, LOW);// buzzer diam
         break;
        
    case 'f':
         digitalWrite(LAMPU6, LOW);break;   //LAMPU6 off
        
    case 'F':
         digitalWrite(LAMPU6, HIGH);   //LAMPU6 on
         digitalWrite(buzzer, HIGH);// buzzer bunyi
         delay(200);
         digitalWrite(buzzer, LOW);// buzzer diam
         break;
        
    case 'g':
         digitalWrite(LAMPU7, LOW);break;   //LAMPU7 off
       
    case 'G':
         digitalWrite(LAMPU7, HIGH);   //LAMPU7 on
         digitalWrite(buzzer, HIGH);// buzzer bunyi
         delay(200);
         digitalWrite(buzzer, LOW);// buzzer diam
         break;
        
    case 'h':
         digitalWrite(LAMPU8, LOW);break;  //LAMPU8 off
        
    case 'H':
         digitalWrite(LAMPU8, HIGH);  //LAMPU8 on    
         digitalWrite(buzzer, HIGH);// buzzer bunyi
         delay(200);
         digitalWrite(buzzer, LOW);// buzzer diam
         break;
        
    case '1':
        digitalWrite(LAMPU1, HIGH);   //LAMPU1 on
        digitalWrite(LAMPU2, HIGH);   //LAMPU2 on
        digitalWrite(LAMPU3, HIGH);   //LAMPU3 on
        digitalWrite(LAMPU4, HIGH);   //LAMPU4 on
        digitalWrite(LAMPU5, HIGH);   //LAMPU5 on
        digitalWrite(LAMPU6, HIGH);   //LAMPU6 on
        digitalWrite(LAMPU7, HIGH);   //LAMPU7 on
        digitalWrite(LAMPU8, HIGH);   //LAMPU8 on
        digitalWrite(buzzer, HIGH);// buzzer bunyi
         delay(200);
         digitalWrite(buzzer, LOW);// buzzer diam
         break;
        
       
    case '0':
           digitalWrite(LAMPU1, LOW);   //LAMPU1 off
        digitalWrite(LAMPU2, LOW);   //LAMPU2 off
        digitalWrite(LAMPU3, LOW);   //LAMPU3 off
        digitalWrite(LAMPU4, LOW);   //LAMPU4 off
        digitalWrite(LAMPU5, LOW);   //LAMPU5 off
        digitalWrite(LAMPU6, LOW);   //LAMPU6 off
        digitalWrite(LAMPU7, LOW);   //LAMPU7 off
        digitalWrite(LAMPU8, LOW); break;  //LAMPU8 off
       
  }

     
  }

Contact Person : 
Facebook : Taufik Adi Sanjaya
No HP / Whats App : 0823 2613 3990
PIN BBM 5983E244
Alamat : Jalan Imogiri Timur KM 11, 
Blawong 1 , RT 01, Trimulyo, 
Jetis, Bantul 55781.

Anda membutuhkan komponen elektronik , Arduino, Sensor, Tutorial(paket belajar), jasa pembuatan alat berbasis mikrokontroler, kendali lampu via jaringan LAN, led running teks, pengendali lampu  atau peralatan listrik lainnya via internet dan sebagainya ? anda dapat membelinya di www.kedaiarduino.com
 www.kedaiarduino.com


Comments

Popular posts from this blog

GROUND bagian 1 by Sarono Elektronika Blog Adi Sanjaya Global Techno Solution - AS-GTS

GROUND bagian 1
Banyak pertanyaan kepada saya apa itu ground ? apa guna nya ? apakah selalu ground itu negatif ? Apa yang di maksud titik netral pada pencatu daya terbelah ?
Agak sulit menerangkan dengan kata kata, bahkan dari hasil diskusi saya dengan beberapa teman yang sudah pakar elektronik juga mereka menemukan kesulitan nya mengungkapkan dengan kata kata walau kita mengerti tentang ground.
Untuk itu saya mencoba menerangkan semaksimal mungkin, tetapi sesungguh nya yang"mendengar" mestinya sudah punya ilmu elektronika minimal sampai teknik penguat audio.
Jadi, jika belum memehami tentang teknik audio dan masih bingung tentang konsep dan aplikasi ground masih di maklum kan.
Pada rangkaian listrik sederhana tidak di perlukan ground, misalkan senter, (body nya terbuat dari plastik) itupun sering negatif nya di hubungkan dengan body senter terbuat dari logam.
a. Pengertian Ground
Ground adalah titik yang dianggap sebagai titik kembali nya arus listrik arus seara…

HAMBATAN LISTRIK by Sarono Elektronika Blog Adi Sanjaya Global Techno Solution - AS-GTS

HAMBATAN LISTRIK
Pada bahasan sebelumnya sudah di tegaskan bahwa menghubungkan langsung positip dan negatip battery tidak boleh di lakukan, karena jumlah elektron yang mengalir menjadi sangat besar dan selama mengalir antara elektron saling berbenturan dan menimbulkan panas yang besar.
TETAPI
1) Jika jalan yang di lalui panjang (kawat nya panjang), maka kawat itu akan menjadi perlawanan listrik, makin panjang kawat maka perlawanan terhadap arus listrik juga semakin besar.
2) Atau kalau jalan nya arus di kawat juga di kecilkan (tebal kawat) nya di tipiskan juga akan menghasilkan Hambatan bagi arus semakin besar (Hambatan listrik membesar).
Dengan demikian kita bisa menghambat arus listrik itu dengan membuat kawat yang panjang dan mengatur tipis nya (luas penampang) kawat.
Ada faktor ke 3 yaitu jenis kawat.
Jenis kawat tertentu lebih mudah melewatkan arus, sementara kawat yang lain lebih sulit melewatkan arus.
Dalam teori elektron dapat di jelas kan : kawat tertentu daya ika…

Cara menggunakan modul relay dengan arduino UNO.

Material yang di butuhkan:
- Relay module 2 channel
- Arduino UNO.
- kabel jumper male - female

Relay module 2 channel  5V dengan 2 channel output dapat digunakan sebagai saklar elektronik untuk mengendalikan perangkat listrik yang memerlukan tegangan dan arus yang besar. Kompatible dengan semua mikrokontroler khususnya Arduino


Spesifikasi
•    Jumlah Relay : 2
•    Control signal : TTL level (ACTIVE LOW) ini artinya relay akan aktif jika kita memberikan logika LOW ke pin trigger relay (pin in1 /in 2)

Catatan : gambar bisa jadi berbeda dengan fisik relay yang dikirim, tapi pin pin pasti terdiri dari pin Vcc GND dan pin in1/in2 … untuk jumlah channel lainnya maka pin in1 2, dst akan sesuai dengan jumlah channel relay modul
•    Rating arus : 10A 250VAC, 10A 30VDC, 10A 125VAC, 10A 28VDC
•    Contact action time : 10ms/5ms
•    Indikator LED untuk masing masing channel



Catatan : gambar bisa jadi berbeda dengan fisik relay yang dikirim, tapi pin pin pasti terdiri dari pin Vcc GND dan pin in1/in2…