Skip to main content

3 Channel 5A Non-Invasive AC Current Sensor Module + Arduino Uno => sensor arus AC 3 channel

5A Non-Invasive AC Current Sensor Module + Arduino Uno => sensor arus AC 3 channel 

sore yang agak melelahkan, tapi saya sempatkan untuk berbagi (ada sedikit salah pada kodingan yang akan saya share ini, silakan cari dan sesuaikan), sangat simple saja, petunjuknya hanya : silakan ganti dengan pembagian yang dikalikan 10 nya, selamat memprediksi, dan jawaban nya nanti ada pada video yang saya sertakan pada akhir posting ini. 

 

 

Modul sensor ini bisa digunakan untuk mengukur arus AC (alternate current) hingga 5 Ampere secara non-invasive (tidak mempengaruhi rangkaian elektronika yang diukur karena pengukuran dilakukan tanpa kontak elektrik langsung — juga dikenal dengan istilah "split core current transformer") dengan cara "penjepitan" (clamping) pada kabel pembawa arus.

Cara kerjanya dengan berfungsi sebagai koil induksi yang mendeteksi perubahan medan magnet yang terjadi di sekeliling konduktor pembawa arus. Dengan mengukur jumlah arus yang dibangkitkan oleh koil kita dapat menghitung jumlah arus yang melewati konduktor tersebut (prinsip medan magnet pada trafo / transformer).

Modul ini sudah memiliki resistor pembagi beban / load sampling resistor sebesar 200Ω yang mengubah arus menjadi tegangan terukur.

Karakteristik Elektrik
  • Koefisien transformasi 1000:1
  • Rentang arus terukur / input metered current: 0 ~ 5 Ampere AC
  • Rentang arus keluaran / output current: 0 - 5 mA
  • Resistor pembagi beban / load sampling resistor: 200Ω
  • Tegangan pengukuran keluaran / output sampling voltage: 0 ~ 1 Volt DC
  • Frekuensi operasional: 20 Hz ~ 20 kHz
  • Rentang suhu operasional: -55° ~ +85°C
  • Kekuatan dielektris / dielectric strength: 6 KVAC / 1 menit
  • Antarmuka: pin header 0,1" 3-pin dan antarmuka Grove 4-pin
Perhatian: modul ini tidak bisa digunakan untuk mengukur arus searah / DC (arus searah tidak menyebabkan time-varying magnetic field yang dibutuhkan untuk pengukuran dengan metoda split-transformer seperti ini), 

 

berikut ini adalah source code 3 Channel 5A Non-Invasive AC Current Sensor Module + Arduino Uno => sensor arus AC 3 channel

  #define ELECTRICITY_SENSOR1 A5 // Analog input pin pemasangan sensor 1
  #define ELECTRICITY_SENSOR2 A4 // Analog input pin pemasangan sensor 2
   #define ELECTRICITY_SENSOR3 A3 // Analog input pin pemasangan sensor 3

 float amplitude_current1;               //amplitudo arus 1
 float effective_value1;       //arus effective 1

 float amplitude_current2;               //amplitudo arus 2
 float effective_value2;       //arus effective 2

 float amplitude_current3;               //amplitudo arus 3
 float effective_value3;       //arus effective 3

 void setup()
 {
   Serial.begin(9600);
   pins_init();
 }
 void loop()
 {
   int sensor_max1;
   sensor_max1 = getMaxValue1();
  
   int sensor_max2;
   sensor_max2 = getMaxValue2();
  
   int sensor_max3;
   sensor_max3 = getMaxValue3();
  
 //  Serial.println(sensor_max1);
   //the VCC --> 5v
   amplitude_current1=(float)sensor_max1/1024*5/200*1000000;
   effective_value1=amplitude_current1/1.414;
//   Serial.println("Amplitudo Arus ph 1(mA)");
//   Serial.println(amplitude_current1,1);//Only one number after the decimal point
//   Serial.println("Arus Efektif ph 1 (mA)");
   Serial.print(effective_value1,0);
   Serial.println(" mA sensor A");

  
  
  //    Serial.println(sensor_max2);
   //the VCC --> 5v
   amplitude_current2=(float)sensor_max2/1024*5/200*1000000;
   effective_value2=amplitude_current2/1.414;
  // Serial.println("Amplitudo Arus ph 2(mA)");
 //  Serial.println(amplitude_current2,1);//Only one number after the decimal point
 //  Serial.println("Arus Efektif ph 2 (mA)");
   Serial.print(effective_value2,0);
   Serial.println(" mA sensor B");
  
  
   //   Serial.println(sensor_max3);
   //the VCC --> 5v
   amplitude_current3=(float)sensor_max3/1024*5/200*1000000;
   effective_value3=amplitude_current3/1.414;
//   Serial.println("Amplitudo Arus ph 3(mA)");
//   Serial.println(amplitude_current3,1);//Only one number after the decimal point
//   Serial.println("Arus Efektif ph 3 (mA)");
   Serial.print(effective_value3,0);
   Serial.println(" mA sensor C");
  
  
 }
 void pins_init()
 {
   pinMode(ELECTRICITY_SENSOR1, INPUT);
   pinMode(ELECTRICITY_SENSOR2, INPUT);
   pinMode(ELECTRICITY_SENSOR3, INPUT);
 }

 /*Function: Sample for 1000ms and get the maximum value from the SIG pin*/
 int getMaxValue1()
 {
   int sensorValue1;             //value read from the sensor
   int sensorMax1 = 0;
   uint32_t start_time = millis();
   while((millis()-start_time) < 1000)//sample for 1000ms
   {
       sensorValue1 = analogRead(ELECTRICITY_SENSOR1);
       if (sensorValue1 > sensorMax1)
       {
           /*record the maximum sensor value*/
           sensorMax1 = sensorValue1;
       }
   }
   return sensorMax1;
 }


 int getMaxValue2()
 {
   int sensorValue2;             //value read from the sensor
   int sensorMax2 = 0;
   uint32_t start_time = millis();
   while((millis()-start_time) < 1000)//sample for 1000ms
   {
       sensorValue2 = analogRead(ELECTRICITY_SENSOR2);
       if (sensorValue2 > sensorMax2)
       {
           /*record the maximum sensor value*/
           sensorMax2 = sensorValue2;
       }
   }
   return sensorMax2;
 }


  int getMaxValue3()
 {
   int sensorValue3;             //value read from the sensor
   int sensorMax3 = 0;
   uint32_t start_time = millis();
   while((millis()-start_time) < 1000)//sample for 1000ms
   {
       sensorValue3 = analogRead(ELECTRICITY_SENSOR3);
       if (sensorValue3> sensorMax3)
       {
           /*record the maximum sensor value*/
           sensorMax3 = sensorValue3;
       }
   }
   return sensorMax3;
 }

Sedangkan video uji coba 3 Channel 5A Non-Invasive AC Current Sensor Module + Arduino Uno => sensor arus AC 3 channel dapat dilihat sebagai berikut:

 


Contact Person : 
Facebook : Taufik Adi Sanjaya
No HP / Whats App : 0823 2613 3990
PIN BBM 5983E244
Alamat : Jalan Imogiri Timur KM 11, 
Blawong 1 , RT 01, Trimulyo, 
Jetis, Bantul 55781.

Anda membutuhkan komponen elektronik , Arduino, Sensor, Tutorial(paket belajar), jasa pembuatan alat berbasis mikrokontroler, kendali lampu via jaringan LAN, led running teks, pengendali lampu  atau peralatan listrik lainnya via internet dan sebagainya ? anda dapat membelinya di www.kedaiarduino.com
 www.kedaiarduino.com

Comments

Popular posts from this blog

GROUND bagian 1 by Sarono Elektronika Blog Adi Sanjaya Global Techno Solution - AS-GTS

GROUND bagian 1
Banyak pertanyaan kepada saya apa itu ground ? apa guna nya ? apakah selalu ground itu negatif ? Apa yang di maksud titik netral pada pencatu daya terbelah ?
Agak sulit menerangkan dengan kata kata, bahkan dari hasil diskusi saya dengan beberapa teman yang sudah pakar elektronik juga mereka menemukan kesulitan nya mengungkapkan dengan kata kata walau kita mengerti tentang ground.
Untuk itu saya mencoba menerangkan semaksimal mungkin, tetapi sesungguh nya yang"mendengar" mestinya sudah punya ilmu elektronika minimal sampai teknik penguat audio.
Jadi, jika belum memehami tentang teknik audio dan masih bingung tentang konsep dan aplikasi ground masih di maklum kan.
Pada rangkaian listrik sederhana tidak di perlukan ground, misalkan senter, (body nya terbuat dari plastik) itupun sering negatif nya di hubungkan dengan body senter terbuat dari logam.
a. Pengertian Ground
Ground adalah titik yang dianggap sebagai titik kembali nya arus listrik arus seara…

HAMBATAN LISTRIK by Sarono Elektronika Blog Adi Sanjaya Global Techno Solution - AS-GTS

HAMBATAN LISTRIK
Pada bahasan sebelumnya sudah di tegaskan bahwa menghubungkan langsung positip dan negatip battery tidak boleh di lakukan, karena jumlah elektron yang mengalir menjadi sangat besar dan selama mengalir antara elektron saling berbenturan dan menimbulkan panas yang besar.
TETAPI
1) Jika jalan yang di lalui panjang (kawat nya panjang), maka kawat itu akan menjadi perlawanan listrik, makin panjang kawat maka perlawanan terhadap arus listrik juga semakin besar.
2) Atau kalau jalan nya arus di kawat juga di kecilkan (tebal kawat) nya di tipiskan juga akan menghasilkan Hambatan bagi arus semakin besar (Hambatan listrik membesar).
Dengan demikian kita bisa menghambat arus listrik itu dengan membuat kawat yang panjang dan mengatur tipis nya (luas penampang) kawat.
Ada faktor ke 3 yaitu jenis kawat.
Jenis kawat tertentu lebih mudah melewatkan arus, sementara kawat yang lain lebih sulit melewatkan arus.
Dalam teori elektron dapat di jelas kan : kawat tertentu daya ika…

Cara menggunakan modul relay dengan arduino UNO.

Material yang di butuhkan:
- Relay module 2 channel
- Arduino UNO.
- kabel jumper male - female

Relay module 2 channel  5V dengan 2 channel output dapat digunakan sebagai saklar elektronik untuk mengendalikan perangkat listrik yang memerlukan tegangan dan arus yang besar. Kompatible dengan semua mikrokontroler khususnya Arduino


Spesifikasi
•    Jumlah Relay : 2
•    Control signal : TTL level (ACTIVE LOW) ini artinya relay akan aktif jika kita memberikan logika LOW ke pin trigger relay (pin in1 /in 2)

Catatan : gambar bisa jadi berbeda dengan fisik relay yang dikirim, tapi pin pin pasti terdiri dari pin Vcc GND dan pin in1/in2 … untuk jumlah channel lainnya maka pin in1 2, dst akan sesuai dengan jumlah channel relay modul
•    Rating arus : 10A 250VAC, 10A 30VDC, 10A 125VAC, 10A 28VDC
•    Contact action time : 10ms/5ms
•    Indikator LED untuk masing masing channel



Catatan : gambar bisa jadi berbeda dengan fisik relay yang dikirim, tapi pin pin pasti terdiri dari pin Vcc GND dan pin in1/in2…