Skip to main content

Baca data RFID card dengan RDM6300, arduino, lalu tulis data RFID ke SDcard (Dinamis File Name pada SDcard)

Alat dan bahan :

Arduino uno

Sdcard module (catalex product) + SD card nya

Kabel jumper male to female

Power supply bisa via usb , bisa via adaptor 7-15 volt

RDM6300 + antena

RFID tag 125khz

LCD 2x16

Variabel resistor 20 kilo ohm


library yang digunakan :

1 SD card
2 Software serial
3 LCD


Konfigurasi PIN LCD

/*

 The circuit:
 * LCD RS pin to digital pin 10
 * LCD Enable pin to digital pin 9
 * LCD D4 pin to digital pin 8
 * LCD D5 pin to digital pin 7
 * LCD D6 pin to digital pin 6
 * LCD D7 pin to digital pin 5
 * LCD R/W pin to ground
 * 20K var resistor:
 * ends to +5V and ground
 * wiper to LCD VO pin (pin 3)
  */

Konfigurasi PIN RDM 6300

VCC - 5 volt
GND- GND
TX to digital pin 2 arduino
antena to antenna


konfigurasi pin SD card module


 ** MOSI - pin 11 on Arduino Uno
 ** MISO - pin 12 on Arduino Uno
 ** CLK - pin 13 on Arduino Uno
 ** CS -  Pin 4 Arduino Uno
 ** VCC - 5 volt
 ** GND - GND



Arduino uno + LCD + RDM6300 + RFID tag 125 KHz
Arduino uno + LCD + RDM6300 + RFID tag 125 KHz

Arduino uno + LCD + RDM6300 + RFID tag 125 KHz
Arduino uno + LCD + RDM6300 + RFID tag 125 KHz

Arduino uno + LCD + RDM6300 + RFID tag 125 KHz
Arduino uno + LCD + RDM6300 + RFID tag 125 KHz

Arduino uno + LCD + RDM6300 + RFID tag 125 KHz
Arduino uno + LCD + RDM6300 + RFID tag 125 KHz

Arduino uno + LCD + RDM6300 + RFID tag 125 KHz
Arduino uno + LCD + RDM6300 + RFID tag 125 KHz


sketch / source code arduino nya :

/*


 The circuit:
 * LCD RS pin to digital pin 10
 * LCD Enable pin to digital pin 9
 * LCD D4 pin to digital pin 8
 * LCD D5 pin to digital pin 7
 * LCD D6 pin to digital pin 6
 * LCD D7 pin to digital pin 5
 * LCD R/W pin to ground
 * 20K var resistor:
 * ends to +5V and ground
 * wiper to LCD VO pin (pin 3)
  */

#include <SD.h>

#include <SoftwareSerial.h>
SoftwareSerial RFID(2, 3); // RX and TX

#include <LiquidCrystal.h>

// initialize the library with the numbers of the interface pins
LiquidCrystal lcd(10, 9, 8, 7, 6, 5);


char character;//data rfid
String our_id;//data rfid


File myFile; //clas untuk nulis file ke mmc --> 12345678txt

int i;// baca rfid per


void setup()
{
  RFID.begin(9600);    // start serial to RFID reader
  Serial.begin(9600);  // start serial to PC

  lcd.begin(16, 2);
  lcd.print("RFID Register");
  lcd.setCursor(0, 1);
  lcd.print("Access System");
   delay(2000);
  
  lcd.setCursor(0, 0);
  lcd.print("                ");
  lcd.setCursor(0, 1);
  lcd.print("                ");

  lcd.begin(16, 2);
  lcd.print("System Access");
  lcd.setCursor(0, 1);
  lcd.print("Ready");
   //delay(2000);  


 // Open serial communications and wait for port to open:

  // while (!Serial) {
 //   ; // wait for serial port to connect. Needed for Leonardo only
//  }


  Serial.print("Initializing SD card...");
  // On the Ethernet Shield, CS is pin 4. It's set as an output by default.
  // Note that even if it's not used as the CS pin, the hardware SS pin
  // (10 on most Arduino boards, 53 on the Mega) must be left as an output
  // or the SD library functions will not work.
  // pinMode(10, OUTPUT);
  
  if (!SD.begin(4)) {
    Serial.println("initialization failed!");
    return;
  }
  Serial.println("initialization done.");
  
}

void loop()
{
 
 
   while(RFID.available()>0)
  {
      character = RFID.read();
      our_id += character;
  }

  if (our_id.length() > 10) {
      our_id = our_id.substring(1,13);
      Serial.print("our_id --> ");
      Serial.println(our_id);
     
          
  String  temp= "";
  temp += our_id;
  temp += ".txt";//
 
  Serial.print("temp  --> ");
  Serial.println(temp);

  char filename[temp.length()-7];//--> 'index dalam pemrograman itu diawali dengan 0 ,1,2,3,4,5,6,7
  temp.toCharArray(filename, sizeof(filename));
  myFile = SD.open(filename, FILE_WRITE); 
   myFile.close();
  
  Serial.print("filename  --> ");
  Serial.println(filename);
 
  lcd.setCursor(0, 0);
  lcd.print("                ");
  lcd.setCursor(0, 1);
  lcd.print("                ");
      
  lcd.setCursor(0, 0); 
  lcd.print(filename);
  lcd.setCursor(0, 1);
  lcd.print("Terdaftar");
   delay(1000);
//    lcd.setCursor(0, 0);
//     lcd.print("                ");
//      lcd.setCursor(0, 1);
//       lcd.print("                ");
 
   // Check to see if the file exists:
  if (SD.exists(filename)) {
    Serial.print(filename); 
    Serial.println(".txt exists.");
  }
  else {
    Serial.print(filename); 
    Serial.println(".txt doesn't exist."); 
  }
 
 

 

   myFile.close();
  our_id="";  
   
  }  
}


NB :

catatan --> sketch   char filename[temp.length()-7];//--> 'index dalam pemrograman itu diawali dengan 0 ,1,2,3,4,5,6,7

menunjukkan bahwa RFID di copy sebanyak 8 digit awal, total ada 12 digit, namun penamaan file pada SDcard hanya di izinkan maksimal 8 digit karakter,

Selamat berekperiment


 
Contact Person : Taufik Adi Sanjaya
No HP / Whats App : 0823 2613 3990
PIN BBM 5983E244
Alamat : Jalan Imogiri Timur KM 11, 
Blawong 1 , RT 01, Trimulyo, 
Jetis, Bantul 55781.

Anda membutuhkan komponen elektronik , Arduino, Sensor, Tutorial(paket belajar), jasa pembuatan alat berbasis mikrokontroler, kendali lampu via jaringan LAN, led running teks, pengendali lampu  atau peralatan listrik lainnya via internet dan sebagainya ? anda dapat membelinya di www.kedaiarduino.com
 www.kedaiarduino.com







Comments

  1. mas mau tanya ,,,saya lg buat proyek tugas akhir sebuah lock dor dg rfid,,,nah nah dosen saya minta reader nya itu dikasih 2 jadi cara kerjanya controller hanya akan bekerja apabila tag nya didekatkan ke reader 1 lalu reader 2 dg kombinasi Read1-Read2-Read1 lagi ,,,,yang seperti itu apakah bisa ya mas ?? mohon penceranhanya dan referensinya mas

    ReplyDelete
  2. Selamat sore mas. Ada yg mau saya tanya2 mas. Boleh minta kontak yg bisa dihubungi? Suwun mas..

    ReplyDelete
  3. apa kah bisa kalau pakai rfid 522?

    ReplyDelete

Post a Comment

Silakan dikomentari

Popular posts from this blog

GROUND bagian 1 by Sarono Elektronika Blog Adi Sanjaya Global Techno Solution - AS-GTS

GROUND bagian 1
Banyak pertanyaan kepada saya apa itu ground ? apa guna nya ? apakah selalu ground itu negatif ? Apa yang di maksud titik netral pada pencatu daya terbelah ?
Agak sulit menerangkan dengan kata kata, bahkan dari hasil diskusi saya dengan beberapa teman yang sudah pakar elektronik juga mereka menemukan kesulitan nya mengungkapkan dengan kata kata walau kita mengerti tentang ground.
Untuk itu saya mencoba menerangkan semaksimal mungkin, tetapi sesungguh nya yang"mendengar" mestinya sudah punya ilmu elektronika minimal sampai teknik penguat audio.
Jadi, jika belum memehami tentang teknik audio dan masih bingung tentang konsep dan aplikasi ground masih di maklum kan.
Pada rangkaian listrik sederhana tidak di perlukan ground, misalkan senter, (body nya terbuat dari plastik) itupun sering negatif nya di hubungkan dengan body senter terbuat dari logam.
a. Pengertian Ground
Ground adalah titik yang dianggap sebagai titik kembali nya arus listrik arus seara…

HAMBATAN LISTRIK by Sarono Elektronika Blog Adi Sanjaya Global Techno Solution - AS-GTS

HAMBATAN LISTRIK
Pada bahasan sebelumnya sudah di tegaskan bahwa menghubungkan langsung positip dan negatip battery tidak boleh di lakukan, karena jumlah elektron yang mengalir menjadi sangat besar dan selama mengalir antara elektron saling berbenturan dan menimbulkan panas yang besar.
TETAPI
1) Jika jalan yang di lalui panjang (kawat nya panjang), maka kawat itu akan menjadi perlawanan listrik, makin panjang kawat maka perlawanan terhadap arus listrik juga semakin besar.
2) Atau kalau jalan nya arus di kawat juga di kecilkan (tebal kawat) nya di tipiskan juga akan menghasilkan Hambatan bagi arus semakin besar (Hambatan listrik membesar).
Dengan demikian kita bisa menghambat arus listrik itu dengan membuat kawat yang panjang dan mengatur tipis nya (luas penampang) kawat.
Ada faktor ke 3 yaitu jenis kawat.
Jenis kawat tertentu lebih mudah melewatkan arus, sementara kawat yang lain lebih sulit melewatkan arus.
Dalam teori elektron dapat di jelas kan : kawat tertentu daya ika…

Cara menggunakan modul relay dengan arduino UNO.

Material yang di butuhkan:
- Relay module 2 channel
- Arduino UNO.
- kabel jumper male - female

Relay module 2 channel  5V dengan 2 channel output dapat digunakan sebagai saklar elektronik untuk mengendalikan perangkat listrik yang memerlukan tegangan dan arus yang besar. Kompatible dengan semua mikrokontroler khususnya Arduino


Spesifikasi
•    Jumlah Relay : 2
•    Control signal : TTL level (ACTIVE LOW) ini artinya relay akan aktif jika kita memberikan logika LOW ke pin trigger relay (pin in1 /in 2)

Catatan : gambar bisa jadi berbeda dengan fisik relay yang dikirim, tapi pin pin pasti terdiri dari pin Vcc GND dan pin in1/in2 … untuk jumlah channel lainnya maka pin in1 2, dst akan sesuai dengan jumlah channel relay modul
•    Rating arus : 10A 250VAC, 10A 30VDC, 10A 125VAC, 10A 28VDC
•    Contact action time : 10ms/5ms
•    Indikator LED untuk masing masing channel



Catatan : gambar bisa jadi berbeda dengan fisik relay yang dikirim, tapi pin pin pasti terdiri dari pin Vcc GND dan pin in1/in2…