Tuesday, May 24, 2016

IoT Developer Day IDE Kreatif IOT : Otomatisasi pembayaran potong rambut dengan RFID card atau ATM



Perkembangan  Internet of think atau saat ini umum disebut dengan IOT pada tahun tahun belakangan ini sudah sedemikian fantastis. Kebutuhan internet sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat saat ini, mulai dari anak anak , remaja bahkan orang tua sudah tak asing lagi dengan perkembangan teknologi yang  secara langung mereka rasakan sendiri manfaatnya. Kemudahan otomatisasi pembayaran,mulai dari pembayaran Pulsa, rekening listrik, SPP dan sebagainya. 

Jasa potong adalah salah satu usaha yang agaknya mulai harus dibidik oleh para developer IOT, sebab berdasarkan pengalaman sehari hari, ketika penulis memperhatikan serta sempat bertanya Tanya kepada karyawan sebuah perputaran ekonomi dari sebuah salon sederhana dengan 2 orang karyawan di kota yang tidak terlalu besar (yogyakarta), dalam waktu sekitar 6 jam setidak nya 50 kepala berhasil di cukur oleh karyawan , dengan rata rata pembayaran sebesar 10.000 (sepuluh ribu rupiah saja,maka sudah dapat diperkirakan dalam waktu 6 jam uang senilai 500,000 alias lima ratus ribu sudah terkumpul) 

Apabila jasa potong rambut tersebut beroperasi dari jam 10.00 hingga jam 22,00 atau sekitar 12 jam, maka kemungkinan perputaran uang dalam sehari dapat dikatakan minimal adalah kisaran  lima ratus ribu hingga satu juta rupiah, jika dikalikan dengan 26 hari dalam sebulan lalu di rata-rata per hari sebesar 750.000 maka setidaknya pengusaha potong rambut dapat mengantongi penghasilan bersih sebesar 19.500.00. apabila biaya untuk menggaji karyawan dan biaya operasional lainya kita ambil kisaran 8.000.000, maka dapat dipastikan bahwa seorang pengusaha potong rambut akan mendapatkan sekitar 11.500.000 dalam sebulan sebagai keuntungan atas bisnis yang di bangun.
Sebuah gagasan penulis sampaikan dalam tulisan ini, ketika mempehatikan bahwa karyawan di tempat potong rambut ini ternyata menggunakan kertas karton berlubang yang diberi nomor untuk mendata jumlah orang yang menggunakan jasa potong rambut tersebut, tentunya akan menjadi acuan untuk menentukan jumlah setoran yang harus ada di dalam laci uang ketika pemilik usaha mengecek keuangan. Sebuah permasalahan kecil terjadi saat seorang karyawan lupa apakah dia sudah meletakkan karton nomer ke tempat penghitungan jumlah pelanggan, dan rupanya kejadian ini sudah terjadi berkali kali berdasarkan pernyataan karywawan tersebut. Ini tentunya jika semakin lama akan menimbulkan masalah baik bagi karyawan itu sendiri maupun bagi pemilik usaha, karena rawan adanya permainan tidak sehat oleh karyawan, sedangkan bagi pemilik usaha dapat merugikan atau minimal menimbulkan ketidak percayaan kepada karyawan, padahal kenyaman dan hubungan baik antara pemilik usaha dengan karyawan adalah adalah salah satu kunci akan tetap eksis nya sebuah bisnis
Berdasarkan pemaparan di atas, penulis mengajukan sebuah gagasan untuk dikembangkannnya sebuah system otomatisasi pembayaran potong rambut dengan member (IDcard) semisal berbasis RFID yang terhubung ke serverpembayaran online semisal doku, atau dapat juga langsung dengan magnetic strip ATM reader yang terhubung langsung untuk pembayaran ke ATM pemilik rekening

Gambaran dari system  yang dimaksudkan oleh penulis adalah sebagai berikut :



Penjelasan untuk system di atas adalah ketika seseorang sudah selesai potong rambut pembayaran dilakukan dengan ATM Manetic card reader dan diprosen oleh POS computer dan pembayaran akan tertransfer ke rekening pemilik usaha secara otomatis,



Sedangkan pembayaran via doku adalah sebagai berikut :


Penjelasan untuk system di atas adalah ketika seseorang sudah selesai potong rambut pembayaran dilakukan dengan RFID card, yang sebelumnya harus didaftarkan terlebih dahulu,kemudian akan tertransfer ke rekening doku pemilik usaha secara otomatis

0 comments:

Post a Comment

Silakan dikomentari

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India