Skip to main content

Mengakses Sensor Waterflow YF –S201 dengan Arduino Uno

Waterflow sensor adalah sebuah sensor untuk mengukur debit air dengan keluaran pulsa yang dapat dibaca dengan mikrokontroler karena  berada pada level tegangan TTL 

Mengakses Sensor Waterflow YF –S201 dengan Arduino Uno
Mengakses Sensor Waterflow YF –S201 dengan Arduino Uno
 
Spesifikasi teknis sensor Waterflow / Specifications of flow rate sensor:
Measure liquid/water flow for your solar, water conservation systems, storage tanks, water recycling home applications, irrigation systems and much more. The sensors are solidly constructed and provide a digital pulse each time an amount of water passes through the pipe. The output can easily be connected to a microcontroller for monitoring water usage and calculating the amount of water remaining in a tank etc.

Features:
Model: YF-S201
Working Voltage: 5 to 18V DC (min tested working voltage 4.5V)
Max current draw: 15mA @ 5V
Output Type: 5V TTL
Working Flow Rate: 1 to 30 Liters/Minute
Working Temperature range: -25 to +80?
Working Humidity Range: 35%-80% RH
Accuracy: ±10%
Maximum water pressure: 2.0 MPa
Output duty cycle: 50% +-10%
Output rise time: 0.04us
Output fall time: 0.18us
Flow rate pulse characteristics: Frequency (Hz) = 7.5 * Flow rate (L/min)
Pulses per Liter: 450
Durability: minimum 300,000 cycles
Cable length: 15cm
1/2" nominal pipe connections, 0.78" outer diameter, 1/2" of thread
Size: 2.5" x 1.4" x 1.4"

dari spesifikasi di atas dapat kira tangkap informasi bahwa untuk setiap liter air yang melalui sensor, anda akan mendapatkan pulsa keluaran sejumlah 450 pulsa. untuk membaca pulsa sebanyak 450 dalam rentang waktu yang mungkin hanay sekitar 1 menit (waktu yang dibutuhkan untuk 1 liter air bisa selesai melalui sensor  Waterflow YF –S201) jika menggunakan mode pembacaan input digital pada umum nya agakanyaakan menjadi pekerjaan yang sulit, apalagi jika ada "tugas lain" yang harus dikerjakan oleh arduino,semisal membaca status sensor cahaya , atau membaca sensor suhu. tingkat akurasinya kan sangat berkurang..

Berdasarkan analisis yang saya sampaikan di atas, kami sangat menyarankan pembacaan pulsa keluaran dari sensor  Waterflow YF –S201 dengan menggunakan pin interupsi, berikut pemasangan nya

Mengakses Sensor Waterflow YF –S201 dengan Arduino Uno
Mengakses Sensor Waterflow YF –S201 dengan Arduino Uno
untuk sketch pembacaan keluaran sensor Waterflow YF –S201 dengan Arduino Uno


const int PinSensorWaterFlowTaman=2;// intr 0 // pin 2
float flow_countertaman,litertaman,adcph,teg,ph;
const int PinKranTaman =9;//// kran untuk taman
void setup()
{
 pinMode(PinSensorWaterFlowTaman, INPUT);
        digitalWrite(PinSensorWaterFlowTaman, HIGH);
        attachInterrupt(0, flowtaman, RISING); // Setup Interrupt 0 pada pin 2
 Serial.begin(9600);
  pinMode(PinKranTaman,OUTPUT);
        digitalWrite(PinKranTaman,LOW);

}

void loop()
{
 Serial.println(flow_countertaman);
 Serial.println(litertaman);

delay(1000);


void flowtaman () // Interrupt function taman
    {
      flow_countertaman++;
       litertaman=flow_countertaman/450;
}









sketch di atas silakan di upload ke board arduino dengan software arduino IDE,kemudian selesai upload silakan buka serial monitor pada pc / laptop dengan setting baudrate 9600,  alirkan air melalui selang ke modul sensor Waterflow YF –S201. pada pc anda akan nampak nilai volume yang terukur oleh sensor Waterflow YF –S201 dalam satuan liter, data akan dikirim tiap detik.

tugas anda (hehehehe, tidak wajib, untuk pembelajaran anda saja.) : silakan tampilkan data volume tersebut ke LCD 2x16 atau 4x20

selamat bereksperimen.


Comments

Popular posts from this blog

GROUND bagian 1 by Sarono Elektronika Blog Adi Sanjaya Global Techno Solution - AS-GTS

GROUND bagian 1
Banyak pertanyaan kepada saya apa itu ground ? apa guna nya ? apakah selalu ground itu negatif ? Apa yang di maksud titik netral pada pencatu daya terbelah ?
Agak sulit menerangkan dengan kata kata, bahkan dari hasil diskusi saya dengan beberapa teman yang sudah pakar elektronik juga mereka menemukan kesulitan nya mengungkapkan dengan kata kata walau kita mengerti tentang ground.
Untuk itu saya mencoba menerangkan semaksimal mungkin, tetapi sesungguh nya yang"mendengar" mestinya sudah punya ilmu elektronika minimal sampai teknik penguat audio.
Jadi, jika belum memehami tentang teknik audio dan masih bingung tentang konsep dan aplikasi ground masih di maklum kan.
Pada rangkaian listrik sederhana tidak di perlukan ground, misalkan senter, (body nya terbuat dari plastik) itupun sering negatif nya di hubungkan dengan body senter terbuat dari logam.
a. Pengertian Ground
Ground adalah titik yang dianggap sebagai titik kembali nya arus listrik arus seara…

HAMBATAN LISTRIK by Sarono Elektronika Blog Adi Sanjaya Global Techno Solution - AS-GTS

HAMBATAN LISTRIK
Pada bahasan sebelumnya sudah di tegaskan bahwa menghubungkan langsung positip dan negatip battery tidak boleh di lakukan, karena jumlah elektron yang mengalir menjadi sangat besar dan selama mengalir antara elektron saling berbenturan dan menimbulkan panas yang besar.
TETAPI
1) Jika jalan yang di lalui panjang (kawat nya panjang), maka kawat itu akan menjadi perlawanan listrik, makin panjang kawat maka perlawanan terhadap arus listrik juga semakin besar.
2) Atau kalau jalan nya arus di kawat juga di kecilkan (tebal kawat) nya di tipiskan juga akan menghasilkan Hambatan bagi arus semakin besar (Hambatan listrik membesar).
Dengan demikian kita bisa menghambat arus listrik itu dengan membuat kawat yang panjang dan mengatur tipis nya (luas penampang) kawat.
Ada faktor ke 3 yaitu jenis kawat.
Jenis kawat tertentu lebih mudah melewatkan arus, sementara kawat yang lain lebih sulit melewatkan arus.
Dalam teori elektron dapat di jelas kan : kawat tertentu daya ika…

Cara menggunakan modul relay dengan arduino UNO.

Material yang di butuhkan:
- Relay module 2 channel
- Arduino UNO.
- kabel jumper male - female

Relay module 2 channel  5V dengan 2 channel output dapat digunakan sebagai saklar elektronik untuk mengendalikan perangkat listrik yang memerlukan tegangan dan arus yang besar. Kompatible dengan semua mikrokontroler khususnya Arduino


Spesifikasi
•    Jumlah Relay : 2
•    Control signal : TTL level (ACTIVE LOW) ini artinya relay akan aktif jika kita memberikan logika LOW ke pin trigger relay (pin in1 /in 2)

Catatan : gambar bisa jadi berbeda dengan fisik relay yang dikirim, tapi pin pin pasti terdiri dari pin Vcc GND dan pin in1/in2 … untuk jumlah channel lainnya maka pin in1 2, dst akan sesuai dengan jumlah channel relay modul
•    Rating arus : 10A 250VAC, 10A 30VDC, 10A 125VAC, 10A 28VDC
•    Contact action time : 10ms/5ms
•    Indikator LED untuk masing masing channel



Catatan : gambar bisa jadi berbeda dengan fisik relay yang dikirim, tapi pin pin pasti terdiri dari pin Vcc GND dan pin in1/in2…