Tuesday, May 30, 2017

PROGRAM BEASISWA BAGI PENGHAFAL QUR’AN DAN UNTUK UMUM BAGI YANG BERMINAT DIDIDIK MENJADI WIRAUSAHA DI BIDANG PROPERTYPROGRAM PENDIDIKAN SELAMA SATU TAHUN

BAGI YANG BERMINAT DIDIDIK MENJADI WIRAUSAHA DI BIDANG PROPERTY
DI PESANTREN PROPERTY SENTOLO, YOGYAKARTA

 


VISI
“Membentuk generasi Qur’an yang berjiwa
enterpreneurship dalam membangun
peradaban bangsa.”
MISI
Mencetak penghafal Qur’an yang
paham isi dan maknanya.
Mencetak pengusaha property yang
berakhlaq mulia dan menjadi teladan
di tengah masyarakat.
Mencetak generasi yang menginspirasi
masyarakat untuk peduli dan berbagi
pada kaum yang lemah.


informasi lengkap silakan buka link berikut :

 

Sunday, May 28, 2017

Membuat chat server wemos

Membuat chat server wemos,  salah satu fungsi nya adalah kontrol melalui wifi, tentunya ini setelah anda kembangkan ya , ini hanya basic concept saja

Membuat chat server wemos
Membuat chat server wemos


berikut kode nya

#include <ESP8266WiFi.h>
#include <WiFiClient.h>
#include <WiFiServer.h>

#define PORT 1000

WiFiClient client;
WiFiServer server(PORT);

String dataClient;
String dataServer;

const char* ssid = "HUAWEI-3962";  //  your network SSID (name)
const char* pass = "71538701";       // your network password

void setup() {
  Serial.begin(115200);
  Serial.print("Koneksi TCPIP ");
  Serial.println("Port : ");
  Serial.print(PORT);
  pinMode(BUILTIN_LED,OUTPUT);// output LED
  pinMode(12,OUTPUT);//output buzzer
  WiFi.begin(ssid,pass);
  while(WiFi.status()!=WL_CONNECTED){
    Serial.print(".");
    delay(500);
  }
Serial.println("Anda Terkoneksi ke Akses Point : ");
Serial.print(ssid);
Serial.println("Alamat IP : ");
Serial.print(WiFi.localIP());
delay(200);
server.begin();
}

void loop() {
  // put your main code here, to run repeatedly:
 while(!client.connected()){
  client=server.available();
 }
 while(client.connected()){
 if (client.available() > 0) {
      char thisChar = client.read();
      server.write(thisChar);
      client.print(thisChar);
      Serial.write(thisChar);
 }
}
}

selamat berexperiment..

Friday, May 19, 2017

Display tarif parkir / belanja / toll / dengan dot matrix dengan delphi 7 085743320570 (taufik adi)

Display tarif parkir / belanja / toll / dengan dot matrix dengan delphi 7 085743320570 (taufik adi)
jika anda memiliki kebutuhan untuk Display tarif parkir / belanja / toll / dengan dot matrix dengan delphi 7 085743320570 (taufik adi) atau untuk keperluan di kantor pajak / kasir toko / kasir apotik dan sebagainya

apotik dan sebagainya

display info pembayaran  parkir
display info pembayaran  parkir

display info pembayaran  parkir
display info pembayaran  parkir

display info pembayaran  parkir
display info pembayaran  parkir

display info pembayaran  parkir
display info pembayaran  parkir


Display tarif parkir / belanja / toll / dengan dot matrix dengan delphi 7 085743320570 (taufik adi)
Display tarif parkir / belanja / toll / dengan dot matrix dengan delphi 7 085743320570 (taufik adi)

kami menjual display dot matrix untuk menampilkan tarif semisal tarif biaya parkir, tarif belanja, atau bahkan tarif toll yang mana tampilannya dikirim dari PC, semisal kira kirim kan biaya parkir adalah 120.000 maka display ini akan menampilkan biaya yang haris di dalam ke dalam dot matrix display sehingga user area parkir dapat mengetahui berapa biaya yang harus di bayar tarnpa harus mendengarkan ucapan dari operator jaga kasir parkir di pintu/gate keluar area parkir.



Berikurt ini video uji Display tarif parkir / belanja / toll / dengan dot matrix 085743320570 (taufik adi) dengan interface delphi + komunikasi serial.





Display tarif parkir / belanja / toll / dengan dot matrix 085743320570 (taufik adi)

Display tarif parkir / belanja / toll / dengan dot matrix 085743320570 (taufik adi)

kami menjual display dot matrix untuk menampilkan tarif semisal tarif biaya parkir, tarif belanja, atau bahkan tarif toll yang mana tampilannya dikirim dari PC, semisal kira kirim kan biaya parkir adalah 120.000 maka display ini akan menampilkan biaya yang haris di dalam ke dalam dot matrix display sehingga user area parkir dapat mengetahui berapa biaya yang harus di bayar tarnpa harus mendengarkan ucapan dari operator jaga kasir parkir di pintu/gate keluar area parkir.
Display tarif parkir / belanja / toll / dengan dot matrix 085743320570 (taufik adi)
Display tarif parkir / belanja / toll / dengan dot matrix 085743320570 (taufik adi)
) atau untuk keperluan di kantor pajak / kasir toko / kasir apotik dan sebagainya

display info pembayaran  parkir
display info pembayaran  parkir

display info pembayaran  parkir
display info pembayaran  parkir

display info pembayaran  parkir
display info pembayaran  parkir

display info pembayaran  parkir
display info pembayaran  parkir

Berikurt ini video uji Display tarif parkir / belanja / toll / dengan dot matrix 085743320570 (taufik adi) dengan interface Vb + komunikasi serial.



Monday, May 15, 2017

Akses Sensor detak jantung easy pulse dengan arduino uno

baru saja saya menerima pekerjaan untuk mengakses sensor detak jantung dengan arduino uno, sensor yang dimaksud adalah easy pulse sensor yang gambar nya sebagai berikut :

easy pulse sensor arduino 
easy pulse sensor arduino
easy pulse sensor arduino 

berikut ini adalah video pengujuan Akses Sensor  detak jantung easy pulse dengan arduino uno


Thursday, May 11, 2017

Scanning Seven Segment

Scanning Seven Segment

Pada  percobaan  kali  ini  dilakukan  uji  coba  terhadap  dua  lampu  LED  7-segment  yang  dapat menampilkan representasi angka dari 0-9. Nyala pada 7-segment dapat diatur sedemikian rupa sesuai yang diinginkan,  pada percobaan ini penyalaan  yang terjadi ialah  hitung  mundur  angka dari 99 ke 00 lalu kembali lagi ke 99. Berikut komponen yang diperlukan pada percobaan ini:

Scanning Seven Segment Component
Scanning Seven Segment Component
Berikutnya setelah komponen yang diperlukan telah terkumpul,  susun rangkaian seperti terlihat 
pada gambar berikut:
Scanning Seven Segment Arduino
Scanning Seven Segment Arduino
Kemudian  pasang  USB  cable  pada  Arduino  dengan  port  USB  yang  terdapat  pada  PC  untuk menguplod program. Buka Arduino IDE, lalu ketikkan program berikut. 


int timer = 100;
void setup() { 
  pinMode(2, OUTPUT);
  pinMode(3, OUTPUT);
  pinMode(4, OUTPUT);
  pinMode(5, OUTPUT);
  pinMode(6, OUTPUT);
  pinMode(7, OUTPUT);
  pinMode(8, OUTPUT);
   pinMode(9, OUTPUT);
  pinMode(10, OUTPUT);
 // pinMode(9, OUTPUT);
 // digitalWrite(9, 0); // start with the "dot" off
 Serial.begin(9600);
}

void loop() {
    // write '1'
    for (int i=0; i<timer; i++){ 
    Serial.println("1\n");
 digitalWrite(2, 1);
 digitalWrite(3, 0);
 digitalWrite(4, 0);
 digitalWrite(5, 1);
 digitalWrite(6, 1);
 digitalWrite(7, 1);
 digitalWrite(8, 1);
 digitalWrite(9, 0);
 digitalWrite(10, 1);
  delay(5);
  // write '1'
 Serial.println("1\n");
 digitalWrite(2, 1);
 digitalWrite(3, 0);
 digitalWrite(4, 0);
 digitalWrite(5, 1);
 digitalWrite(6, 1);
 digitalWrite(7, 1);
 digitalWrite(8, 1);
 digitalWrite(9, 1);
 digitalWrite(10, 0);
 delay(5);

    }
    for (int i=0; i<timer; i++){ 
    Serial.println("2\n");
 digitalWrite(2, 0);
 digitalWrite(3, 0);
 digitalWrite(4, 1);
 digitalWrite(5, 0);
 digitalWrite(6, 0);
 digitalWrite(7, 1);
 digitalWrite(8, 0);
 digitalWrite(9, 0);
 digitalWrite(10, 1);
 delay(5);
  // write '2'
  Serial.println("2\n");
 digitalWrite(2, 0);
 digitalWrite(3, 0);
 digitalWrite(4, 1);
 digitalWrite(5, 0);
 digitalWrite(6, 0);
 digitalWrite(7, 1); 
 digitalWrite(8, 0);
 digitalWrite(9, 1);
 digitalWrite(10, 0);
 delay(5);
      }
    for (int i=0; i<timer; i++){ 
    Serial.println("3\n");
   digitalWrite(2, 0);
 digitalWrite(3, 0);
 digitalWrite(4, 0); 
 digitalWrite(5, 0);
 digitalWrite(6, 1);
 digitalWrite(7, 1);
 digitalWrite(8, 0);
 digitalWrite(9, 0);
 digitalWrite(10, 1);
 delay(5);
  // write '3'
  Serial.println("2\n");
 digitalWrite(2, 0);
 digitalWrite(3, 0);
 digitalWrite(4, 0);
 digitalWrite(5, 0);
 digitalWrite(6, 1);
 digitalWrite(7, 1);
 digitalWrite(8, 0);
 digitalWrite(9, 1);
 digitalWrite(10, 0);
 delay(5);

    }
}


Berikutnya compile dan uplod program ke dalam Arduino board. Perhatikan dan catat hasil yang terjadi, apakah sesuai dengan spesifikasi atau tidak.


Seven Segment

Seven Segment

Pada  percobaan  kali  ini  dilakukan  uji  coba  terhadap  lampu  LED  7-segment  yang  dapat menampilkan representasi angka dari 0-9.  Nyala pada 7-segment dapat diatur sedemikian rupa sesuai yang diinginkan,  pada percobaan ini penyalaan  yang terjadi ialah  hitung mundur  angka dari 9 ke 0 lalu kembali lagi ke angka 9. Berikut komponen yang diperlukan pada percobaan ini:
Seven Segment Component
Seven Segment Component
Pada Umumnya seven segment terdiri 7 batang  led  yang disusun membentuk angka 8 (seperti pada gambar diatas), dimana setiap segmentnya terdiri dari LED yang salah satu kaki terminal lednya  di jadikan  satu  atau  yang  disebut  dengan  common. Skema  dari  7  batang  led  ditandai dengan huruf a - g, sebagai berikut:

Common Anoda
Common  Anoda  merupakan  bagian  kaki  dari  anoda  (+)  yang  dijadikan  satu  dan  dihubungkan dengan  arus  positif  tegangan.  sedangkan  untuk  mengaktifkan  kaki  yang  lainnya  harus  di  beri tegangan negatif. atau led akan menyala jika dalam kondisi aktif low (diberi logika 0).
Misalkan ingin menampilkan angka 1, maka yang harus di lakukan adalah. kaki common di beri tegangan +, sedangkan kaki b dan c di beri tegangan -

Common Katoda
Common katoda ini kebalikannya dari common anoda, jadi kaki common yang disatukan adalah kaki katoda  (-),  sehingga  untuk  mengaktifkan  kaki  yang  lain  di  beri  tegangan  (+)  atau  diberi logik high (1).

Berikutnya setelah komponen yang diperlukan telah terkumpul, susun rangkaian seperti terlihat pada gambar berikut:

Rangkaian Seven Segment
Rangkaian Seven Segment
Kemudian  pasang  USB  cable  pada  Arduino  dengan  port  USB  yang  terdapat  pada  PC  untuk menguplod program. Buka Arduino IDE, lalu ketikkan program berikut. 

void setup() { 
  pinMode(2, OUTPUT);
  pinMode(3, OUTPUT);
  pinMode(4, OUTPUT);
  pinMode(5, OUTPUT);
  pinMode(6, OUTPUT);
  pinMode(7, OUTPUT);
  pinMode(8, OUTPUT);
 // pinMode(9, OUTPUT);
 // digitalWrite(9, 0); // start with the "dot" off
 Serial.begin(9600);
}

void loop() {
     // write '0'
     Serial.println("0\n");
 digitalWrite(2, 0);
 digitalWrite(3, 0);
 digitalWrite(4, 0);
 digitalWrite(5, 0);
 digitalWrite(6, 0);
 digitalWrite(7, 0);
 digitalWrite(8, 1);
 delay(500);
  // write '2'
  Serial.println("2\n");
 digitalWrite(2, 0);
 digitalWrite(3, 0);
 digitalWrite(4, 1);
 digitalWrite(5, 0);
 digitalWrite(6, 0);
 digitalWrite(7, 1);
 digitalWrite(8, 0);
 delay(500);
  // write '3'
  Serial.println("3\n");
 digitalWrite(2, 0);
 digitalWrite(3, 0);
 digitalWrite(4, 0);
 digitalWrite(5, 0);
 digitalWrite(6, 1);
 digitalWrite(7, 1);
 digitalWrite(8, 0);
 delay(500);
}


Berikutnya compile dan uplod program ke dalam Arduino board. Perhatikan dan catat hasil yang terjadi, apakah sesuai dengan spesifikasi atau tidak.


Keypad dan Buzzer

Keypad dan Buzzer

Pada percobaan kali ini dilakukan uji coba terhadap penggunaan keypad 4x3 dan buzzer.    Setiap tombol pada keypad nantinya akan merepresentasikan setiap karakter yang tertera pada keypad tersebut. Karakter angka yang ditekan nantinya akan langsung ditampilkan pada serial monitor yang terdapat  pada  Arduino  IDE.  Ketika  karakter  pada  keypad  yang  ditekan  ialah  „*‟  maka buzzer akan menyala dan berbunyi, sedangkan apabila yang ditekan ialah „#‟ maka buzzer akan mati. Berikut komponen yang diperlukan pada percobaan ini:

Keypad and Buzzer Component
Keypad and Buzzer Component
Kemudian  pasang  USB  cable  pada  Arduino  dengan  port  USB  yang  terdapat  pada  PC  untuk menguplod program. Buka Arduino IDE, lalu ketikkan program berikut. 

#include <Keypad.h>

const byte ROWS = 4; // Four rows
const byte COLS = 3; // Three columns
// Define the Keymap
char keys[ROWS][COLS] = {
  {'1','2','3'},
  {'4','5','6'},
  {'7','8','9'},
  {'#','0','*'} 
};
// Connect keypad ROW0, ROW1, ROW2 and ROW3 to these Arduino pins.
byte rowPins[ROWS] = { 9, 8, 7, 6 };
// Connect keypad COL0, COL1 and COL2 to these Arduino pins.
byte colPins[COLS] = { 12, 11, 10 }; 

// Create the Keypad
Keypad kpd = Keypad( makeKeymap(keys), rowPins, colPins, ROWS, COLS );

#define buzzerpin 13

void setup()
{
  pinMode(buzzerpin,OUTPUT);
  digitalWrite(buzzerpin, HIGH);
  Serial.begin(9600);
}

void loop()
{
  char key = kpd.getKey();
  if(key) // Check for a valid key.
  {
    switch (key)
    {
      case '*':
        digitalWrite(buzzerpin, LOW);
        break;
      case '#':
        digitalWrite(buzzerpin, HIGH);
        break;
      default:
        Serial.println(key);
      }
    }
}

Berikutnya  compile  dan  upload  program  ke  dalam  Arduino  board.  Perhatikan  dan  catat  hasil yang terjadi, apakah sesuai dengan spesifikasi atau tidak.



Light Sensor

Light Sensor

Pada  percobaan  kali  ini  dilakukan  uji  coba  terhadap  penggunaan  light  sensor.  Pada  rangkaian akan  dipasangi  dengan  Light  Dependent  Resistor  dan  juga  LED.  Hasil  pembacaan  dari  sensor cahaya tersebut nantinya akan menentukan lamanya  cahaya  yang diberikan oleh  LED.  Berikut komponen yang diperlukan pada percobaan ini:
Light sensor component
Light sensor component
Berikutnya setelah komponen yang  diperlukan telah terkumpul, susun rangkaian seperti terlihat pada gambar berikut:

Light sensor arduino
Light sensor arduino
Kemudian  pasang  USB  cable  pada  Arduino  dengan  port  USB  yang  terdapat  pada  PC  untuk menguplod program. Buka Arduino IDE, lalu ketikkan program berikut. 

//Project 6 - Light Sensor
// Pin we will connect to LED 
int ledPin = 6; 
// Pin connected to LDR 
int ldrPin = 0; 
// Value read from LDR 
int lightVal = 0; 
void setup() 
{
  // Set both pins as outputs 
  pinMode(ledPin, OUTPUT); 
}
void loop() 
{
  // Read in value from LDR
  lightVal = analogRead(ldrPin); 
  // Turn LED on 
  digitalWrite(ledPin, HIGH); 
  // Delay of length lightVal
  delay(lightVal);
  // Turn LED off 
  digitalWrite(ledPin, LOW); 
  // Delay again
  delay(lightVal); 
}

Berikutnya  compile  dan  upload  program  ke  dalam  Arduino  board.  Perhatikan  dan  catat  hasil yang terjadi, apakah sesuai dengan spesifikasi atau tidak.

LCD

LCD

Pada percobaan kali ini dilakukan ujicoba untuk menggunakan LCD. Percobaan sederhana yang ingin ditampilkan pada layar ialah tulisan “helloworld”, kemudian tulisan tersebut nantinya dapat bergerak dari kanan ke kiri dan sebaliknya. Berikut komponen yang diperlukan pada percobaan ini:

LCD component
LCD component
Berikutnya setelah komponen yang  diperlukan telah terkumpul, susun rangkaian seperti terlihat pada gambar berikut:
LCD Arduino
LCD Arduino
Kemudian  pasang  USB  cable  pada  Arduino  dengan  port  USB  yang  terdapat  pada  PC  untuk

menguplod program. Buka Arduino IDE, lalu ketikkan program berikut. 

http://www.arduino.cc/en/Tutorial/LiquidCrystal

// include the library code:
#include <LiquidCrystal.h>

// initialize the library with the numbers of the interface pins
LiquidCrystal lcd(12, 11, 5, 4, 3, 2);

void setup() {
  // set up the LCD's number of columns and rows: 
  lcd.begin(16, 2);
  // Print a message to the LCD.
  lcd.print("hello, world!");
}

void loop() {
  // set the cursor to column 0, line 1
  // (note: line 1 is the second row, since counting begins with 0):
  lcd.setCursor(0, 1);
  // print the number of seconds since reset:
  lcd.print(millis()/1000);
}

Untuk  membuat  tulisan  dapat  bergerak  dari  kiri  ke  kanan  dan  sebaliknya,  perlu  dilakukan beberapa penambahan seperi berikut.

void loop() {
  // scroll 13 positions (string length) to the left
  // to move it offscreen left:
  for (int positionCounter = 0; positionCounter < 13; positionCounter++) {
    // scroll one position left:
    lcd.scrollDisplayLeft();
    // wait a bit:
    delay(150);
  }

  // scroll 29 positions (string length + display length) to the right
  // to move it offscreen right:
  for (int positionCounter = 0; positionCounter < 29; positionCounter++) {
    // scroll one position right:
    lcd.scrollDisplayRight();
    // wait a bit:
    delay(150);
  }

    // scroll 16 positions (display length + string length) to the left
    // to move it back to center:
  for (int positionCounter = 0; positionCounter < 16; positionCounter++) {
    // scroll one position left:
    lcd.scrollDisplayLeft();
    // wait a bit:
    delay(150);
  }

  // delay at the end of the full loop:
  delay(1000);

}


Berikutnya  compile  dan  upload  program  ke  dalam  Arduino  board.  Perhatikan  dan  catat  hasil yang terjadi, apakah sesuai dengan spesifikasi atau tidak. 




Serial Temperature Sensor

Serial Temperature Sensor

Pada percobaan kali ini dilakukan pengukuran suatu suhu ruangan  dengan menggunakan sensor LM35. Suhu yang nantinya ditampilkan memiliki satuan derajat celcius dan dalam kisaran 0-100 derajat.  Suhu  tersebut  dapat  dilihat  dengan  menggunakan  serial  monitor  yang  terdapat  pada Arduino IDE. Berikut komponen yang diperlukan pada percobaan ini:

Serial temperature sensor component
Serial temperature sensor component
Berikutnya setelah komponen yang diperlukan telah terkumpul, susun rangkaian seperti terlihat pada gambar berikut:

Serial temperature sensor arduino
Serial temperature sensor arduino
Kemudian  pasang  USB  cable  pada  Arduino  dengan  port  USB  yang  terdapat  pada  PC  untuk menguplod program. Buka Arduino IDE, lalu ketikkan program berikut. 


int potPin = 0;
float temperature = 0;
void setup()
{
  Serial.begin(9600); 
  Serial.println("LM35 Thermometer ");
  analogReference(INTERNAL); //INTERNAL1V1 for Arduino Mega
}
void printTenths(int value) {
  // prints a value of 123 as 12.3
    Serial.print(value / 10);
    Serial.print(".");
    Serial.println(value % 10);
}
void loop() {
  int span = 20;
  int aRead = 0;
  for (int i = 0; i < span; i++) {
    aRead = aRead+analogRead(potPin);
  }
  aRead = aRead / 20;

  temperature = ((100*1.1*aRead)/1024)*10; 
  // convert voltage to temperature
  Serial.print("Analog in reading: ");
  Serial.print(long(aRead)); 
  // print temperature value on serial monitor
  Serial.print(" - Calculated Temp: ");
  printTenths(long(temperature));

  delay(500);
}


Berikutnya  compile  dan  upload  program  ke  dalam  Arduino  board.  Perhatikan  dan  catat  hasil yang terjadi, apakah sesuai dengan spesifikasi atau tidak.


Traffic Lights

Traffic Lights

Pada  percobaan  ini,  dilakukan  pembuatan  prototype  lampu  lalu  lintas  sederhana.  Penyalaan lampu  menggunakan  LED  berwarna  merah,  kuning,  dan  hijau  yang  kenudian  disusun  secara vertikal berjajar. LED akan menyala seperti halnya lampu  lalu lintas yang berada di perempatan jalan. Pertama-tama lampu akan menyala merah, kemudian merah dan kuning secara bersama, lalu  hijau yang  menandakan  kondisi  jalan  serta  kuning  dan  kembali  lagi  ke  merah.  Berikut komponen yang diperlukan pada percobaan ini:

Traffic Lights
Traffic Lights

Berikutnya setelah komponen yang diperlukan telah terkumpul, susun rangkaian seperti terlihat pada gambar berikut:
Traffic lights arduino
Traffic lights arduino
Kemudian  pasang  USB  cable  pada  Arduino  dengan  port  USB  yang  terdapat  pada  PC  untuk menguplod program. Buka Arduino IDE, lalu ketikkan program berikut. 

// Project 3 - Traffic Lights
int ledDelay = 10000; // delay in between changes
int redPin = 10;
int yellowPin = 9;
int greenPin = 8;
void setup() {
  pinMode(redPin, OUTPUT);
  pinMode(yellowPin, OUTPUT);
  pinMode(greenPin, OUTPUT);
}
void loop() {

  // turn the red light on
  digitalWrite(redPin, HIGH); 
  delay(ledDelay); // wait 5 seconds

  digitalWrite(yellowPin, HIGH); // turn on yellow
  delay(2000); // wait 2 seconds

  digitalWrite(greenPin, HIGH); // turn green on
  digitalWrite(redPin, LOW); // turn red off
  digitalWrite(yellowPin, LOW); // turn yellow off
  delay(ledDelay); // wait ledDelay milliseconds

  digitalWrite(yellowPin, HIGH); // turn yellow on
  digitalWrite(greenPin, LOW); // turn green off
  delay(2000); // wait 2 seconds

  digitalWrite(yellowPin, LOW); // turn yellow off
  // now our loop repeats
}

Berikutnya  compile  dan  upload  program  ke  dalam  Arduino  board.  Perhatikan  dan  catat  hasil yang terjadi, apakah sesuai dengan spesifikasi atau tidak.




LED Flasher

LED Flasher

Pada percobaan ini, dilakukan penyalaan LED yang terpasang di luar dari board Arduino. Seperti pada percobaan  blink  sebelumnya,  LED  dapat  dinyalakan  dan  dimatikan  secara  bergantian selama waktu yang diinginkan. Berikut komponen yang diperlukan pada percobaan ini:

LED Flasher
LED Flasher
Berikutnya setelah komponen yang diperlukan telah terkumpul, susun rangkaian seperti terlihat pada gambar berikut:
LED Flasher Arduino
LED Flasher Arduino
Kemudian  pasang  USB  cable  pada  Arduino  dengan  port  USB  yang  terdapat  pada  PC  untuk menguplod program. Buka Arduino IDE, lalu ketikkan program berikut. 

// Project 2 - LED Flasher
int ledPin = 10;
void setup() {
! pinMode(ledPin, OUTPUT);
}
void loop() {
        digitalWrite(ledPin, HIGH); 
        delay(1000);
        digitalWrite(ledPin, LOW);
        delay(1000);
}

Berikutnya  compile  dan  upload  program  ke  dalam  Arduino  board.  Perhatikan  dan  catat  hasil yang terjadi, apakah sesuai dengan spesifikasi atau tidak.




StringLength

StringLength

Pada percobaan ini dilakukan pengujian terhadap penggunaan serial monitor yang terdapat pada Arduino.  Percobaan  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  panjang  kata  dari  setiap  karakter maupun string yang dikirimkan pada Arduino, untuk kemudian ditampilkan pada serial monitor.
StringLength
StringLength
Berikut merupakan source code yang terdapat pada basic examples Stringlength.

String txtMsg = ""; // a string for incoming text
int lastStringLength = txtMsg.length(); // previous length of the String

void setup() {
  // Open serial communications and wait for port to open:
  Serial.begin(9600);
  while (!Serial) {
    ; // wait for serial port to connect. Needed for Leonardo only
  }

  // send an intro:
  Serial.println("\n\nString length():");
  Serial.println();
}

void loop() {
  // add any incoming characters to the String:
  while (Serial.available() > 0) {
    char inChar = Serial.read();
    txtMsg += inChar;
  } 

  // print the message and a notice if it's changed:
  if (txtMsg.length() != lastStringLength) {
    Serial.println(txtMsg);
    Serial.println(txtMsg.length());
    // if the String's longer than 140 characters, complain:
    if (txtMsg.length() < 140) {
      Serial.println("That's a perfectly acceptable text message");
    } 
    else {
      Serial.println("That's too long for a text message."); 
    }
    // note the length for next time through the loop:
    lastStringLength = txtMsg.length();
  }
}


Berikutnya  compile  dan  upload  program  ke  dalam  Arduino  board.  Perhatikan  dan  catat  hasil yang terjadi, apakah sesuai dengan spesifikasi atau tidak.





Blink

Blink

Pada  percobaan  ini,  dilakukan  penyalaan  LED  yang  menempel  langsung  pada  board  Arduino. LED  tersebut  akan  menyala  dan  mati  secara  bergantian  selama  satu  detik.  Pertama-tama  buka file source code example seperti berikut.
Blink
Blink
Berikut merupakan source code yang terdapat pada basic examples blink.


// Pin 13 has an LED connected on most Arduino boards.
// give it a name:
int led = 13;

// the setup routine runs once when you press reset:
void setup() { 
  // initialize the digital pin as an output.
  pinMode(led, OUTPUT); 
}

// the loop routine runs over and over again forever:
void loop() {
  digitalWrite(led, HIGH); // turn the LED on (HIGH is the voltage level)
  delay(1000); // wait for a second
  digitalWrite(led, LOW); // turn the LED off by making the voltage LOW
  delay(1000); // wait for a second } 

Berikutnya compile dan uplod program ke dalam Arduino board. Perhatikan dan catat hasil yang 
terjadi, apakah sesuai dengan spesifikasi atau tidak.





Sensor Ultrasonik

Sensor Ultrasonik

Gelombang  ultrasonik  merupakan  gelombang  yang  umum digunakan  untuk  radar  untuk mendeteksi  keberadaan  suatu  benda dengan memperkirakan jarak antara sensor dan benda tersebut. Dalam ebook  ini,  kita  akan  mempelajarinya  dengan  salah  satu  sensor ultrasonik  HC-SR04 sebab sensor  ini  juga  relatif  terjangkau  untuk pembelajaran. Bentuk fisik dari sensor ini tampak seperti gambar 7.1.

Sensor ultrasonik HC-SR04
Sensor ultrasonik HC-SR04
Sekilas tentang Sensor Ultrasonik

Sensor  ultrasonik  adalah  sebuah  sensor  yang  berfungsi  untuk mengubah besaran fisis (bunyi) menjadi besaran listrik dan sebaliknya. Cara  kerja  sensor  ini  didasarkan  pada  prinsip  dari pantulan  suatu gelombang suara sehingga dapat dipakai untuk menafsirkan eksistensi (jarak) suatu benda dengan frekuensi tertentu. Disebut sebagai sensor ultrasonik  karena  sensor  ini  menggunakan gelombang  ultrasonik (bunyi ultrasonik).

Gelombang ultrasonik adalah gelombang bunyi yang mempunyai frekuensi sangat tinggi yaitu 20.000 Hz. Bunyi ultrasonik tidak dapat di dengar oleh telinga manusia. Bunyi ultrasonik dapat didengar oleh 
anjing,  kucing,  kelelawar,  dan  lumba-lumba.  Bunyi  ultrasonik  bisa merambat  melalui  zat  padat, cair  dan  gas.  Reflektivitas  bunyi ultrasonik  di  permukaan  zat  padat  hampir  sama  dengan reflektivitas bunyi ultrasonik di permukaan zat cair. Akan tetapi, gelombang bunyi ultrasonik akan diserap oleh tekstil dan busa. 

Berikut ini adalah beberapa aplikasi dari gelombang ultrasonik:

-  Dalam  bidang  kesehatan,  gelombang  ultrasonik  bisa digunakan  untuk  melihat  organ-organ dalam  tubuh  manusia seperti  untuk  mendeteksi  tumor,  liver,  otak  dan menghancurkan  batu ginjal.  Gelombang  ultrasonik  juga dimanfaatkan  pada  alat  USG  (ultrasonografi)  yang  biasa digunakan oleh dokter kandungan.
-  Dalam  bidang  industri,  gelombang  ultrasonik  digunakan untuk mendeteksi keretakan pada logam, meratakan campuran besi  dan  timah,  meratakan  campuran  susu  agar  homogen, mensterilkan  makanan  yang  diawetkan  dalam  kaleng,  dan membersihkan  benda  benda  yang sangat  halus.  Gelombang ultrasonik juga bisa digunakan untuk mendeteksi keberadaan mineral maupun minyak bumi yang tersimpan di dalam perut bumi.
-  Dalam bidang pertahanan, gelombang ultrasonik digunakan sebagai  radar  atau  navigasi,  di  darat maupun  di  dalam  air. Gelombang  ultrasonik  digunakan  oleh  kapal  pemburu  untuk mengetahui keberadaan  kapal  selam,  dipasang  pada  kapal selam untuk mengetahui keberadaan kapal yang berada di atas permukaan air, mengukur kedalaman palung laut, mendeteksi ranjau, dan menentukan puosisi sekelompok ikan.


Cara Kerja Sensor Ultrasonik

Cara kerja sensor ultrasonik
Cara kerja sensor ultrasonik
Pada  sensor  ultrasonik,  gelombang  ultrasonik  dibangkitkan melalui  sebuah  alat  yang  disebut dengan  piezoelektrik  dengan frekuensi  tertentu.  Piezoelektrik  ini  akan  menghasilkan  gelombang 
ultrasonik  (umumnya  berfrekuensi  40kHz)  ketika  sebuah  osilator diterapkan  pada  benda tersebut. Secara  umum,  alat  ini  akan menembakkan  gelombang  ultrasonik  menuju  suatu  area atau  suatu target. Setelah gelombang menyentuh permukaan target, maka target akan memantulkan kembali gelombang tersebut. Gelombang pantulan dari target akan ditangkap oleh sensor, kemudian sensor menghitung selisih  antara  waktu  pengiriman  gelombang  dan  waktu  gelombang pantul diterima (Gambar 7.2).

Karena  kecepatan  bunyi  adalah  340  m/s,  maka  rumus  untuk mencari jarak berdasarkan ultrasonik adalah : 
dimana S merupakan jarak antara sensor ultrasonik dengan benda (bidang  pantul),  dan  t  adalah selisih  antara  waktu  pemancaran gelombang  oleh  transmitter  dan  waktu  ketika  gelombang pantul diterima receiver.

HC-SR04  merupakan sensor ultrasonik siap pakai, satu alat yang berfungsi  sebagai  pengirim, penerima,  dan  pengontrol  gelombang ultrasonik.  Alat  ini  bisa  digunakan  untuk  mengukur  jarak benda  dari 2cm  -  4m dengan akurasi 3mm.  Dengan demikian, untuk menghitung jarak yang hanya maksimal 4 m maka rumus di atas harus dimodifikasi atau  disesuaikan  satuannya.  Mikrokontroller bisa  bekerja  pada  order mikrosekon  (1s  =  1.000.000  µs)  dan  satuan  jarak  bisa  kita  ubah  ke 
satuan cm (1m = 100 cm). Oleh sebab itu, rumus di atas bisa diupdate menjadi:
Alat ini memiliki 4 pin, pin Vcc, Gnd, Trigger, dan Echo. Pin Vcc untuk  listrik  positif  dan  Gnd untuk  ground-nya.  Pin  Trigger  untuk trigger  keluarnya  sinyal  dari  sensor  dan  pin  Echo  untuk menangkap sinyal pantul dari benda.

Cara menggunakan alat ini yaitu: 
-  Ketika  kita  memberikan  tegangan  positif  pada  pin  Trigger selama  10µS,  maka  sensor  akan  mengirimkan  8  step  sinyal ultrasonik dengan frekuensi 40kHz
-  Selanjutnya, sinyal akan diterima pada pin Echo
-  Untuk  mengukur  jarak  benda  yang  memantulkan  sinyal tersebut,  selisih waktu ketika mengirim dan menerima sinyal digunakan untuk menentukan jarak benda tersebut
-  Rumus untuk menghitung jaraknya adalah  S = (0.034 *t) /2 
cm.

Berikut adalah visualisasi dari sinyal yang dikirimkan oleh sensor HC-SR04
Timing HC-SR04
Timing HC-SR04

Rangkaian Sensor Jarak dengan HC-SR04

Sensor jarak dengan HC-SR04
Sensor jarak dengan HC-SR04
Buatlah rangkaian seperti Rangkaian 7.1 

1.  VCC pada HC-SR04 dihubungkan ke +5V pada board Arduino
2.  GND disambungkan ke GND
3.  Pin  Trig  (Trigger)  disambungkan  ke  pin  10  pada  board Arduino
4.  Pin Echo disambungkan ke pin 9 pada board Arduino

Program Sensor Jarak

Sketch Program sensor jarak

// Free Ebook Arduino
// www.elangsakti.com 
// coder elangsakti

// pin 9 trigger
// pin 10 echo
const int pTrig = 9;
const int pEcho = 10;

void setup() {
Serial.begin(9600);
pinMode(pTrig, OUTPUT);
pinMode(pEcho, INPUT);
}

long durasi = 0;
void loop() {
// trigger selama 10us
digitalWrite(pTrig, HIGH);
delayMicroseconds(10);
digitalWrite(pTrig, LOW);

durasi = pulseIn(pEcho, HIGH);
Serial.print("Durasi: ");
Serial.print(durasi);

Serial.print(", Jarak: ");
Serial.println((durasi *0.034)/2);
delay(1000);
}


Program  pada  Sketch  7.1  akan  mengaktifkan  pin  Trigger  selama 10µs,  kemudian  akan menunggu  hingga  pin  Echo  bernilai  HIGH. Perhatikan pada baris ke-23. 

  durasi = pulseIn(pEcho, HIGH);

Fungsi  pulseIn()  akan  memerintahkan  sistem  untuk  menunggu hingga  pin  Echo  bernilai  HIGH. Lama  proses  menunggu  akan dianggap  sebagai  durasi  pengiriman  +  penerimaan  sinyal  echo yang dipantulkan oleh benda.

Sedikit  penjelasan  tentang  fungsi  pulseIn(),  fungsi  ini  standarnya memiliki  3  parameter,  2 parameter  Pin  dan  Value  dan  1  parameter Timeout sebagai parameter tambahan:

pulseIn(Pin, Value);
pulseIn(Pin, Value, Timeout);

Pada  parameter  Value,  kita  bisa  memasukkan  HIGH  atau  LOW, jadi  Arduino  akan  menunggu hingga  kondisi  tersebut  dipenuhi. Sedangkan  Timeout  digunakan  ketika  dalam  waktu  tertentu kondisi belum  juga  terpenuhi.  Begitulah  dasar  dari  pembuatan  sensor  jarak dengan sensor ultrasonik HC-SR04.









Sensor Cahaya

Sensor Cahaya

Salah  satu  jenis  sensor  cahaya  adalah  LDR  (Light  Dependent Resistor).  Dengan  sensor  ini, kita  bisa  membuat  alat  yang  berkaitan dengan cahaya seperti jemuran otomatis, tracking arah sumber cahaya matahari,  lampu  otomatis  (untuk  rumah,  aquarium,  dll),  atau  sebagai pengatur intensitas cahaya lampu untuk tananaman di dalam ruangan, dan  banyak  lagi  lainnya.  Di  pasaran ada LDR  yang  berukuran  4  mm dan 11 mm. Pada Gambar 6.1 adalah LDR dengan ukuran 11 mm.

LDR 11 mm
LDR 11 mm
Cara Kerja LDR

LDR disebut juga sebagai  photoresistor sebab alat ini akan memiliki resistansi  yang  akan  berubah seiring  dengan  perubahan  intensitas cahaya  yang  mengenainya.  Dalam  kondisi  gelap,  resistansi LDR  bisa mencapai 10 M ohm, tapi dalam kondisi terang, resistansi LDR turun hingga  1  K  ohm bahkan  bisa  kecil  lagi  (Gambar  6.2  dan  6.3).  Sifat inilah yang membuat LDR bisa dimanfaatkan sebagai sensor cahaya.

LDR terbuat dari sebuah cakram semikonduktor seperti kadmium sulfida  dengan  dua  buah elektroda pada  permukaannya.  Pada  saat intensitas cahaya yang mengenai LDR sedikit, bahan dari cakram LDR tersebut menghasilkan elektron bebas dengan jumlah yang relatif kecil. Sehingga  hanya  ada sedikit  elektron  untuk  mengangkut  muatan elektrik.  Artinya  saat  intensitas  cahaya  yang mengenai  LDR  sedikit maka LDR akan memiliki resistansi yang besar.
Resistensi LDR diterangi lampu
Resistensi LDR diterangi lampu
Resistensi LDR ketika lampu dihalangi kertas
Resistensi LDR ketika lampu dihalangi kertas
Sedangkan  pada  saat  kondisi  terang,  maka  intensitas  yang mengenai  LDR  banyak.  Maka  energi cahaya  yang  diserap  akan membuat  elektron  bergerak  cepat  sehingga  lepas  dari  atom  bahan 
semikonduktor  tersebut.  Dengan  banyaknya  elektron  bebas,  maka muatan  listrik  lebih  mudah untuk  dialirkan.  Artinya  saat  intensitas cahaya  yang  mengenai  LDR  banyak  maka  LDR  akan memiliki resistansi yang kecil dan menjadi konduktor yang baik.

Gambar di atas adalah resistansi pada LDR dalam kondisi terang dan  kondisi  gelap.  Dalam  kondisi terang,  resistansi  masih  kisaran  1K ohm,  dan  ketika  cahaya  sedikit  terhalangi  sehingga  agak gelap,  maka resistansi  meningkat  hingga  puluhan  kilo  ohm.  Karakteristik  inilah yang  bisa  kita manfaatkan  untuk  mengaktifkan  relay  dan menghidupkan lampu.


Rangkaian Dasar LDR

Ketika  ingin  menjadikan  LDR  sebagai  sensor,  maka  kita  bisa mengacu  pada  rangkaian  resistor sebagai  pembagi  tegangan  (lihat Gambar  6.4).  Dengan  menggabungkan  antara  LDR  dengan resistor (atau  potensiometer),  maka  kita  bisa  mendapatkan  variasi  tegangan (pada  V1  atau  V2) yang  nantinya  menjadi  inputan  pada  pin  analog Arduino.
Rangkaian pembagi tegangan
Rangkaian pembagi tegangan

Tegangan  pada  V1  atau  V2  dapat  dihitung  berdasarkan  hukum ohm dan aturannya pada rangkaian seri. Pada rangkaian tersebut, arus pada semua titik dalam rangkaian tersebut nilainya sama sehingga kita bisa  menghitung  V1  atau  V2  tanpa  mengetahui  arus  yang  mengalir. Lalu bagaimana cara menghitung V1 dan V2?

Pada  rangkaian,  ada  3  titik  yang  memiliki  tegangan  berbeda. Tegangan Vin, tegangan pada R1, dan tegangan pada R2. Berdasarkan hukum ohm, Vin, V1, dan V2 bisa dihitung dengan cara:

Jika  ingin  menghitung  V1,  maka  kita  tinggal  menyubstitusikan antara pers 1 dan pers 2.

Atau lebih umum dikenal dengan rumus :
Lalu jika ingin menghitung V2, maka rumusnya adalah:
Berdasarkan cara kerja  rangkaian tersebut, maka rangkaian untuk sensor cahaya adalah sebagai berikut:
Sensor Cahaya dan Arduino
Sensor Cahaya dan Arduino
Berdasarkan  Rangkaian  6.1,  yang  perlu  Anda  siapkan  adalah resistor 10 K ohm, LDR, dan beberapa kabel jumper. Agar bisa cobacoba, silakan resistor 10 K ohm bisa Anda ganti dengan potensiometer 50 K atau 100 K, sehingga Anda lebih mudah ketika mencoba dengan resistansi  yang berbeda.  Potensiometer  juga  bisa  digunakan  untuk kalibrasi input pada Arduino. 

1.  Salah satu kaki LDR disambungkan ke VCC pada Arduino
2.  Salah satu kaki Resistor disambungkan ke GND pada arduino
3.  Sambungkan  sisa  kaki  LDR  dan  sisa  kaki  resistor,  kemudian sambungan  tersebut dihubungkan  ke  pin  A0  pada  board Arduino


Program Sensor Cahaya

Sketch Program sensor cahaya

// Free Ebook Arduino
// www.elangsakti.com 
// coder elangsakti

// pin A0 ke LDR
const int pinLDR = A0;

void setup() {
Serial.begin(9600);
pinMode(pinLDR, INPUT);
}

int dataLDR = 0;
void loop() {
dataLDR = analogRead(pinLDR);
Serial.print("dataLDR : ");
Serial.print(dataLDR);
Serial.print(" Kondisi : ");
if(dataLDR < 150){
Serial.println("GELAP");
}else if(dataLDR < 300){
Serial.println("REDUP");
}else if(dataLDR < 450){
Serial.println("TERANG");
}else{
Serial.println("SILAU");
}

delay(1000);
}


Program  pada  Sketch  6.1  akan  membaca  nilai  tegangan  pada sensor  dan  mengirimkannya  ke komputer  melalui  komunikasi  serial. Dengan  Arduino,  kita  bisa  membuat  berbagai  logika untuk sensor cahaya sehingga aplikasi dari LDR ini bisa diperluas dan dibuat lebih kompleks diintegrasikan dengan berbagai sistem. 








 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India