Skip to main content

Instalasi Arduino IDE

Instalasi Arduino IDE
Anda bisa mendownload  Arduino  IDE di  website Arduino. Pada saat  tulisan  ini  dibuat (30/06/2015),  Arduino  IDE  sudah  versi  1.6.5. Software Arduino ada yang versi installer (hanya untuk Windows) dan versi  terkompres  dalam  zip.  Jika  memilih  versi  tanpa  install  (format
.zip), maka Anda hanya perlu mengekstraknya di folder mana saja dan Anda bisa langsung menjalankannya. Jika  Anda  pengguna  Linux,  maka  sedikit  tantangan  untuk  Anda
karena proses instalasi tidak semudah  instalasi  di Windows dan Mac. Panduan  untuk  menginstall di Linux  bisa  Anda  pelajari  di  bagian instalasi Linux. Sedangkan untuk pengguna  Windows dan Mac, Anda bisa menginstall dengan mengikuti instruksi dalam ebook ini.

Instalasi di Windows
1.  Pasang  board Arduino Anda ke port USB pada komputer atau laptop,  kemudian  tunggu  hingga Windows  mencoba  untuk menginstall  driver  sendiri.  Biasanya  dia  gagal  menginstall
driver jika belum memiliki  driver tersebut. (Silakan lanjutkan ke step berikutnya)
2.  Jika berhasil, berarti instalasi selesai. Tapi jika gagal, lanjutkan ke step selanjutnya.
3.  Anda harus install dari  device manager. Untuk masuk ke  device manager, Anda bisa melakukannya dengan dua cara:

Gambar 1.4 Posisi tombol Windows
Gambar 1.4 Posisi tombol Windows

> Tekan  tombol  ("Windows"  +  R)  secara  bersamaan. Tombol "Windows" adalah tombol pada keyboard dengan logo Windows (gambar logo windows, bias anya terletak di sebelah  kiri  atau  kanan spasi,  lihat  Gambar  1.4).  Setelah Anda menekan tombol "Windows" + R, maka akan muncul
"Run",  ketikkan  "devmgmt.msc"  (tanpa  tanda  petik), kemudian  tekan  tombol  ENTER.  Jika benar,  maka  akan muncul window Device Manager.

Gambar 1.5 Windows yang muncul setelah menekan (Windows + R)
Gambar 1.5 Windows yang muncul setelah menekan (Windows + R)

>  Jika Device Manager Anda sudah keluar, Anda bisa lanjut ke point  4,  jika  tidak,  coba  cara  berikut  untuk  menampilkan device manager
>  Klik  Start  -  pilih  Control  Panel.  Di  dalam  Control  Panel, pilih  System and Security, lalu pilih  System. Selanjutnya pilih Device Manager.

Gambar 1.6 Tampilan Device Manager
Gambar 1.6 Tampilan Device Manager

4.  Pada  Device Manager, perhatikan bagian Ports (COM & LPT), akan  muncul  device  baru dengan nama  "Arduino  UNO (COMxx)"
5.  Klik  kanan  pada  "Arduino  UNO  (COMxx)",  kemudian  pilih "Update Driver Software".
6.  Selanjutnya pilih "Browse my computer for Driver software".
7.  Cara  folder  software  Arduino  Anda,  kemudian  cari  file arduino.inf  (khusus  untuk  Arduino UNO  REF.3)  pada  folder Drivers.  Jika  Anda  menggunakan  versi  IDE  di  bawah  1.0.3,
Anda bisa memilih driver dengan nama file ArduinoUNO.inf
8.  Jika berhasil, berarti instalasi  driver  sudah selesai. Jika belum,silakan Anda tanya-tanya di web http://www.elangsakti.com
9.  Selanjut  mari  kita  coba  untuk  mengupload  sampel  code  yang ada pada software Arduino
10.  Jalankan  Aplikasi  Arduino  (arduino.exe),  pada  pojok  kanan bawah  akan  ada  tulisan "Arduino  UNO  on  COMxx".  Berarti port  yang  digunakan  Arduino  adalah  COMxx,  jika  tulisan tersebut  tidak  muncul,  berarti  instalasi  driver  belum  berhasil atau  board  Arduino  belum disambungkan  ke  komputer. Selanjutnya, silakan buka sampel led flip-flop dengan cara Klik menu File > Examples > 1.Basic > Blink
11.  Setting board Arduino dengan cara : Klik menu  Tools > Board > Arduino UNO
12.  Pilih port  yang  digunakan  Arduino  dengan  cara  mengklik menu Tools > Ports > (pilih yang ada Arduino-nya)
13.  Klik tombol upload (tombol denga panah ke kanan)
14.  Setelah  berhasil  diupload,  akan  muncul  tulisan  "Done uploading"  di  bagian  bawah.  Jika berhasil,  maka  LED  dengan tulisan "L" pada board Arduino akan kelap-kelip.

Instalasi pada Mac
1.  Pasang board Arduino melalui USB
2.  Ekstrak aplikasi ke hardisk
3.  Ketika  muncul  Network  Preferences,  klik  "Apply"  (ingat /dev/tty/usb)
4.  Jalankan aplikasi
5.  Bukan sampel aplikasi pada menu  File > Example > 1.Basics > Blink
6.  Pilih Arduino Uno pada menu Tools > Board
7.  Pilih  Port  yang  yang  digunakan  Arduino  pada  menu  Tools  >Ports
8.  Klik tombol upload (tombol dengan panah ke kanan)
9.  Setelah  muncul  pesan  "Done  Uploading",  maka  led  "L"  pada board Arduino akan berkedip.

Comments

Popular posts from this blog

GROUND bagian 1 by Sarono Elektronika Blog Adi Sanjaya Global Techno Solution - AS-GTS

GROUND bagian 1
Banyak pertanyaan kepada saya apa itu ground ? apa guna nya ? apakah selalu ground itu negatif ? Apa yang di maksud titik netral pada pencatu daya terbelah ?
Agak sulit menerangkan dengan kata kata, bahkan dari hasil diskusi saya dengan beberapa teman yang sudah pakar elektronik juga mereka menemukan kesulitan nya mengungkapkan dengan kata kata walau kita mengerti tentang ground.
Untuk itu saya mencoba menerangkan semaksimal mungkin, tetapi sesungguh nya yang"mendengar" mestinya sudah punya ilmu elektronika minimal sampai teknik penguat audio.
Jadi, jika belum memehami tentang teknik audio dan masih bingung tentang konsep dan aplikasi ground masih di maklum kan.
Pada rangkaian listrik sederhana tidak di perlukan ground, misalkan senter, (body nya terbuat dari plastik) itupun sering negatif nya di hubungkan dengan body senter terbuat dari logam.
a. Pengertian Ground
Ground adalah titik yang dianggap sebagai titik kembali nya arus listrik arus seara…

HAMBATAN LISTRIK by Sarono Elektronika Blog Adi Sanjaya Global Techno Solution - AS-GTS

HAMBATAN LISTRIK
Pada bahasan sebelumnya sudah di tegaskan bahwa menghubungkan langsung positip dan negatip battery tidak boleh di lakukan, karena jumlah elektron yang mengalir menjadi sangat besar dan selama mengalir antara elektron saling berbenturan dan menimbulkan panas yang besar.
TETAPI
1) Jika jalan yang di lalui panjang (kawat nya panjang), maka kawat itu akan menjadi perlawanan listrik, makin panjang kawat maka perlawanan terhadap arus listrik juga semakin besar.
2) Atau kalau jalan nya arus di kawat juga di kecilkan (tebal kawat) nya di tipiskan juga akan menghasilkan Hambatan bagi arus semakin besar (Hambatan listrik membesar).
Dengan demikian kita bisa menghambat arus listrik itu dengan membuat kawat yang panjang dan mengatur tipis nya (luas penampang) kawat.
Ada faktor ke 3 yaitu jenis kawat.
Jenis kawat tertentu lebih mudah melewatkan arus, sementara kawat yang lain lebih sulit melewatkan arus.
Dalam teori elektron dapat di jelas kan : kawat tertentu daya ika…

Cara menggunakan modul relay dengan arduino UNO.

Material yang di butuhkan:
- Relay module 2 channel
- Arduino UNO.
- kabel jumper male - female

Relay module 2 channel  5V dengan 2 channel output dapat digunakan sebagai saklar elektronik untuk mengendalikan perangkat listrik yang memerlukan tegangan dan arus yang besar. Kompatible dengan semua mikrokontroler khususnya Arduino


Spesifikasi
•    Jumlah Relay : 2
•    Control signal : TTL level (ACTIVE LOW) ini artinya relay akan aktif jika kita memberikan logika LOW ke pin trigger relay (pin in1 /in 2)

Catatan : gambar bisa jadi berbeda dengan fisik relay yang dikirim, tapi pin pin pasti terdiri dari pin Vcc GND dan pin in1/in2 … untuk jumlah channel lainnya maka pin in1 2, dst akan sesuai dengan jumlah channel relay modul
•    Rating arus : 10A 250VAC, 10A 30VDC, 10A 125VAC, 10A 28VDC
•    Contact action time : 10ms/5ms
•    Indikator LED untuk masing masing channel



Catatan : gambar bisa jadi berbeda dengan fisik relay yang dikirim, tapi pin pin pasti terdiri dari pin Vcc GND dan pin in1/in2…