Skip to main content

Animasi LED

Sebelumnya  kita  sudah  belajar  tentang  membuat  LED  berkedip, saat  ini  kita  akan  lebih memahami  lebih  dekat  tentang  bahasa pemrograman  dan  fungsi-fungsi  logika  yang  umum dipakai. Implementasi dari pembelajaran fungsi logika tersebut akan diterapkan pada  beberapa  model Animasi  LED  seperti  running  LED  atau  yang lainnya.


Perintah IF dan IF - ELSE
Perintah IF memiliki beberapa kombinasi, bisa IF saja, IF-ELSE, IF-ELSE  IF-ELSE,  dan seterusnya.  Semakin  kompleks  tentu  logika yang dipakai akan tampak semakin “rumit”.

Perintah IF
Mari kita modifikasi program Sketch 1.1 menjadi seperti berikut:
Modifikasi Timedelay
Modifikasi Timedelay
Modifikasi Timedelay
Apakah  Anda  bisa  membayangkan  apa  yang  akan  terjadi  dengan LED tersebut? LED tersebut awalnya akan berkedip pelan, lama-lama akan  berkedip  cepat,  dan  akan  akhirnya  akan  berkedip pelan  lagi. Percayakah Anda? Jika tidak, silakan dicoba.

Ketika  awal  dinyalakan,  maka  timeDelay  adalah  1000.  Nilai tersebut diinisialisasi pada baris 14. Baris ini tidak dijadikan konstanta (const) sebagaimana pinLED karena nilai timeDelay akan diubah-ubah.
Setelah  masuk  ke  bagian  utama  aplikasi,  pada  baris  18  nilai timeDelay dikurangi 100.
Sehingga  timeDelay  pertama  yang  digunakan  untuk  menyalakan dan  mematikan  LED  adalah 900.  Pada  perulangan  selanjutnya, timeDelay  kembali  dikurangi  100,  sehingga  perulangan  ke dua menggunakan  timeDelay  800 (lebih singkat  dari  timeDelay  yang awal), begitu seterusnya hingga pada timeDelay 100.

Pada waktu melewati timeDelay  100,  ketika dikurangi dengan 100, maka timeDelay bernilai 0. Kondisi ini cocok dengan baris ke 23,

Jika (IF)  timeDelay  lebih kecil atau sama dengan 0, maka  timeDelay akan  diisi  dengan  1000. Sehingga  nilai  timeDelay  tidak  akan  pernah negatif dan hal tersebut akan berulang terus-menerus. Hal ini lah yang membuat durasi nyala hidup-mati LED bisa berubah lebih cepat.

Beberapa  operator  matematika  yang  dibutuhkan  dalam  bahasa pemrograman yaitu:
Operator Matematika
Operator Matematika
Perintah IF pasti akan diikuti dengan kondisi yang bernilai  True yang diapit dengan tanda kurung,  if (kondisi). Pada Sketch 2.1 di atas kondisi  yang  digunakan  adalah  timeDelay  <=  0,  timeDelay lebih  kecil atau  sama  dengan  nol.  Artinya,  jika  timeDelay  bernilai  0  atau  lebih kecil dari 0, maka blok kode dalam if akan dieksekusi.

Selain  operator  <=,  maka  berikut  ini  adalah  beberapa  operator yang sering digunakan:
Operator Matematika
Operator Matematika
Operator Matematika
Yap,  begitulah  cara  kerja  IF  dan  beberapa  operator  yang  bisa digunakan untuk memeriksa kondisi dalam IF. Simpel sekali bukan?

Perintah IF - ELSE

Pada dasarnya IF-ELSE merupakan pengembangan dari IF. ELSE berarti  kondisi  yang  tidak  sesuai dengan  kondisi  dalam  IF.  Dengan kata lain, ELSE artinya “jika tidak”. Coba perhatikan kedua pernyataan berikut:
Pada  baris  1  sampai  5,  maka  Main  akan  terus  dieksekusi.  Jika sekarang  sama  dengan  jam 10, maka  yang  dilakukan  adalah  Main sambil Makan. Jadi kedua kegiatan atau statemen akan dieksekusi.

Berbeda dengan baris 8 sampai 12, jika jam 10  Makan, jika tidak jam 10, Main. Begitulah logika IF-ELSE.

Berikut ini adalah Sketch 2.2 yang merupakan hasil modifikasi dari Sketch  2.1  dengan  tambahan ELSE  dan  pemindahan  proses pengurangan:
Sketch Perubahan IF-ELSE
Sketch Perubahan IF-ELSE
Sketch Perubahan IF-ELSE
Pada  Sketch  2.2,  jika  timeDelay  bernilai  lebih  kecil  sama  dengan 100, maka akan LED akan diam selama 3 detik lalu nilai  timeDelay akan direset ke 1000, jika tidak maka akan dilakukan pengurangan terhadap timeDelay  sebanyak  100.  Perhatikan,  peroses  reset  dan  pengurangan
tidak pernah dilakukan bersama-sama. Silakan dicoba dan cek hasilnya!

Setelah  membahas  tentang  IF  dan  IF-ELSE,  kita  akan  mebahas tentang  While.  While merupakan salah satu model perulangan dengan karakteristik  tertentu.  Untuk  lebih  jelasnya, silakan lanjut  ke pembahasan selanjutnya.


Comments

Popular posts from this blog

GROUND bagian 1 by Sarono Elektronika Blog Adi Sanjaya Global Techno Solution - AS-GTS

GROUND bagian 1
Banyak pertanyaan kepada saya apa itu ground ? apa guna nya ? apakah selalu ground itu negatif ? Apa yang di maksud titik netral pada pencatu daya terbelah ?
Agak sulit menerangkan dengan kata kata, bahkan dari hasil diskusi saya dengan beberapa teman yang sudah pakar elektronik juga mereka menemukan kesulitan nya mengungkapkan dengan kata kata walau kita mengerti tentang ground.
Untuk itu saya mencoba menerangkan semaksimal mungkin, tetapi sesungguh nya yang"mendengar" mestinya sudah punya ilmu elektronika minimal sampai teknik penguat audio.
Jadi, jika belum memehami tentang teknik audio dan masih bingung tentang konsep dan aplikasi ground masih di maklum kan.
Pada rangkaian listrik sederhana tidak di perlukan ground, misalkan senter, (body nya terbuat dari plastik) itupun sering negatif nya di hubungkan dengan body senter terbuat dari logam.
a. Pengertian Ground
Ground adalah titik yang dianggap sebagai titik kembali nya arus listrik arus seara…

HAMBATAN LISTRIK by Sarono Elektronika Blog Adi Sanjaya Global Techno Solution - AS-GTS

HAMBATAN LISTRIK
Pada bahasan sebelumnya sudah di tegaskan bahwa menghubungkan langsung positip dan negatip battery tidak boleh di lakukan, karena jumlah elektron yang mengalir menjadi sangat besar dan selama mengalir antara elektron saling berbenturan dan menimbulkan panas yang besar.
TETAPI
1) Jika jalan yang di lalui panjang (kawat nya panjang), maka kawat itu akan menjadi perlawanan listrik, makin panjang kawat maka perlawanan terhadap arus listrik juga semakin besar.
2) Atau kalau jalan nya arus di kawat juga di kecilkan (tebal kawat) nya di tipiskan juga akan menghasilkan Hambatan bagi arus semakin besar (Hambatan listrik membesar).
Dengan demikian kita bisa menghambat arus listrik itu dengan membuat kawat yang panjang dan mengatur tipis nya (luas penampang) kawat.
Ada faktor ke 3 yaitu jenis kawat.
Jenis kawat tertentu lebih mudah melewatkan arus, sementara kawat yang lain lebih sulit melewatkan arus.
Dalam teori elektron dapat di jelas kan : kawat tertentu daya ika…

Cara menggunakan modul relay dengan arduino UNO.

Material yang di butuhkan:
- Relay module 2 channel
- Arduino UNO.
- kabel jumper male - female

Relay module 2 channel  5V dengan 2 channel output dapat digunakan sebagai saklar elektronik untuk mengendalikan perangkat listrik yang memerlukan tegangan dan arus yang besar. Kompatible dengan semua mikrokontroler khususnya Arduino


Spesifikasi
•    Jumlah Relay : 2
•    Control signal : TTL level (ACTIVE LOW) ini artinya relay akan aktif jika kita memberikan logika LOW ke pin trigger relay (pin in1 /in 2)

Catatan : gambar bisa jadi berbeda dengan fisik relay yang dikirim, tapi pin pin pasti terdiri dari pin Vcc GND dan pin in1/in2 … untuk jumlah channel lainnya maka pin in1 2, dst akan sesuai dengan jumlah channel relay modul
•    Rating arus : 10A 250VAC, 10A 30VDC, 10A 125VAC, 10A 28VDC
•    Contact action time : 10ms/5ms
•    Indikator LED untuk masing masing channel



Catatan : gambar bisa jadi berbeda dengan fisik relay yang dikirim, tapi pin pin pasti terdiri dari pin Vcc GND dan pin in1/in2…