Skip to main content

LCD

LCD

Pada percobaan kali ini dilakukan ujicoba untuk menggunakan LCD. Percobaan sederhana yang ingin ditampilkan pada layar ialah tulisan “helloworld”, kemudian tulisan tersebut nantinya dapat bergerak dari kanan ke kiri dan sebaliknya. Berikut komponen yang diperlukan pada percobaan ini:

LCD component
LCD component
Berikutnya setelah komponen yang  diperlukan telah terkumpul, susun rangkaian seperti terlihat pada gambar berikut:
LCD Arduino
LCD Arduino
Kemudian  pasang  USB  cable  pada  Arduino  dengan  port  USB  yang  terdapat  pada  PC  untuk

menguplod program. Buka Arduino IDE, lalu ketikkan program berikut. 

http://www.arduino.cc/en/Tutorial/LiquidCrystal

// include the library code:
#include <LiquidCrystal.h>

// initialize the library with the numbers of the interface pins
LiquidCrystal lcd(12, 11, 5, 4, 3, 2);

void setup() {
  // set up the LCD's number of columns and rows: 
  lcd.begin(16, 2);
  // Print a message to the LCD.
  lcd.print("hello, world!");
}

void loop() {
  // set the cursor to column 0, line 1
  // (note: line 1 is the second row, since counting begins with 0):
  lcd.setCursor(0, 1);
  // print the number of seconds since reset:
  lcd.print(millis()/1000);
}

Untuk  membuat  tulisan  dapat  bergerak  dari  kiri  ke  kanan  dan  sebaliknya,  perlu  dilakukan beberapa penambahan seperi berikut.

void loop() {
  // scroll 13 positions (string length) to the left
  // to move it offscreen left:
  for (int positionCounter = 0; positionCounter < 13; positionCounter++) {
    // scroll one position left:
    lcd.scrollDisplayLeft();
    // wait a bit:
    delay(150);
  }

  // scroll 29 positions (string length + display length) to the right
  // to move it offscreen right:
  for (int positionCounter = 0; positionCounter < 29; positionCounter++) {
    // scroll one position right:
    lcd.scrollDisplayRight();
    // wait a bit:
    delay(150);
  }

    // scroll 16 positions (display length + string length) to the left
    // to move it back to center:
  for (int positionCounter = 0; positionCounter < 16; positionCounter++) {
    // scroll one position left:
    lcd.scrollDisplayLeft();
    // wait a bit:
    delay(150);
  }

  // delay at the end of the full loop:
  delay(1000);

}


Berikutnya  compile  dan  upload  program  ke  dalam  Arduino  board.  Perhatikan  dan  catat  hasil yang terjadi, apakah sesuai dengan spesifikasi atau tidak. 




Comments

Popular posts from this blog

GROUND bagian 1 by Sarono Elektronika Blog Adi Sanjaya Global Techno Solution - AS-GTS

GROUND bagian 1
Banyak pertanyaan kepada saya apa itu ground ? apa guna nya ? apakah selalu ground itu negatif ? Apa yang di maksud titik netral pada pencatu daya terbelah ?
Agak sulit menerangkan dengan kata kata, bahkan dari hasil diskusi saya dengan beberapa teman yang sudah pakar elektronik juga mereka menemukan kesulitan nya mengungkapkan dengan kata kata walau kita mengerti tentang ground.
Untuk itu saya mencoba menerangkan semaksimal mungkin, tetapi sesungguh nya yang"mendengar" mestinya sudah punya ilmu elektronika minimal sampai teknik penguat audio.
Jadi, jika belum memehami tentang teknik audio dan masih bingung tentang konsep dan aplikasi ground masih di maklum kan.
Pada rangkaian listrik sederhana tidak di perlukan ground, misalkan senter, (body nya terbuat dari plastik) itupun sering negatif nya di hubungkan dengan body senter terbuat dari logam.
a. Pengertian Ground
Ground adalah titik yang dianggap sebagai titik kembali nya arus listrik arus seara…

HAMBATAN LISTRIK by Sarono Elektronika Blog Adi Sanjaya Global Techno Solution - AS-GTS

HAMBATAN LISTRIK
Pada bahasan sebelumnya sudah di tegaskan bahwa menghubungkan langsung positip dan negatip battery tidak boleh di lakukan, karena jumlah elektron yang mengalir menjadi sangat besar dan selama mengalir antara elektron saling berbenturan dan menimbulkan panas yang besar.
TETAPI
1) Jika jalan yang di lalui panjang (kawat nya panjang), maka kawat itu akan menjadi perlawanan listrik, makin panjang kawat maka perlawanan terhadap arus listrik juga semakin besar.
2) Atau kalau jalan nya arus di kawat juga di kecilkan (tebal kawat) nya di tipiskan juga akan menghasilkan Hambatan bagi arus semakin besar (Hambatan listrik membesar).
Dengan demikian kita bisa menghambat arus listrik itu dengan membuat kawat yang panjang dan mengatur tipis nya (luas penampang) kawat.
Ada faktor ke 3 yaitu jenis kawat.
Jenis kawat tertentu lebih mudah melewatkan arus, sementara kawat yang lain lebih sulit melewatkan arus.
Dalam teori elektron dapat di jelas kan : kawat tertentu daya ika…

Cara menggunakan modul relay dengan arduino UNO.

Material yang di butuhkan:
- Relay module 2 channel
- Arduino UNO.
- kabel jumper male - female

Relay module 2 channel  5V dengan 2 channel output dapat digunakan sebagai saklar elektronik untuk mengendalikan perangkat listrik yang memerlukan tegangan dan arus yang besar. Kompatible dengan semua mikrokontroler khususnya Arduino


Spesifikasi
•    Jumlah Relay : 2
•    Control signal : TTL level (ACTIVE LOW) ini artinya relay akan aktif jika kita memberikan logika LOW ke pin trigger relay (pin in1 /in 2)

Catatan : gambar bisa jadi berbeda dengan fisik relay yang dikirim, tapi pin pin pasti terdiri dari pin Vcc GND dan pin in1/in2 … untuk jumlah channel lainnya maka pin in1 2, dst akan sesuai dengan jumlah channel relay modul
•    Rating arus : 10A 250VAC, 10A 30VDC, 10A 125VAC, 10A 28VDC
•    Contact action time : 10ms/5ms
•    Indikator LED untuk masing masing channel



Catatan : gambar bisa jadi berbeda dengan fisik relay yang dikirim, tapi pin pin pasti terdiri dari pin Vcc GND dan pin in1/in2…