Skip to main content

Memasang LCD

Memasang LCD

Dalam  hal  ini  kita  akan  menyiapkan  LCD  untuk  menampilkan informasi  suhu  yang  telah  kita buat.  Sebab  melihat  in formasi  suhu dengan komputer tentu kurang praktis bukan?

LCD  merupakan  singkatan  dari  Liquid  Crystal  Display,  atau umumnya disebut dengan LCD atau display saja. Di pasaran beragam jenis  LCD  dan  berbagai  ukuran  yang  bisa  Anda  gunakan.  LCD bisa untuk  menampilkan  huruf  dan  angka,  bahkan  ada  yang  bisa  untuk menampilkan gambar.

Dalam ebook ini, kita akan berkenalan dengan LCD yang umum digunakan  dan  harganya  juga relatif terjangkau.  LCD  ini  berukuran 16x2  (2  baris  16  kolom)  yang  cukup  untuk  menampilkan informasi suhu atau informasi yang tidak terlalu panjang. LCD ini dikenal juga dengan LCD 1602 dengan beberapa varian seperti 1602A, dll.

LCD  ini  bisa  bekerja  pada  5  volt,  sehingga  Anda  bisa menyambungkannya secara langsung ke pin VCC pada board Arduino. Perlu  diperhatikan,  jika  Anda  menggunakan  LCD  jenis  lainnya, ada juga LCD yang bekerja pada voltase yang berbeda. Sehingga kesalahan pemasangan sumber tegangan bisa membuat LCD rusak.

LCD 1602
LCD 1602
LCD 1602 memiliki 16 pin dengan fungsi-fungsi sebagai berikut:
Berdasarkan  karakteristik  tersebut,  maka  semua  pin  akan digunakan  kecuali  pin  D1  –  D3 sebab kita  akan  menggunakan  jalur data  untuk  transfer  4  bit  atau  8  bit.  Penjelasan  singkat  tentang RS, R/W, dan E:

-  RS  merupakan  kependekan  dari  Register  Selector,  pin  ini berfungsi  untuk  memilih  register control  atau  register  data. Register  control  digunakan  untuk  mengkonfigurasi  LCD, sedangkan register  data  digunakan  untuk  menuliskan  data berupa karakter untuk ditampilkan di LCD.
-  R/W atau  Read/Write, digunakan untuk memilih aliran data mikrokontroller  akan  membaca  data   yang  ada  di  LCD  atau menuliskan  data  ke  LCD.  Jika  LCD  hanya  digunakan  untuk menulis  /   menampilkan  data,  maka  pin  ini  bisa  langsung disambungkan ke GND sehingga logika bisa diset   menjadi L (Low).
-  E  atau  Enable,  digunakan  untuk  mengaktifkan  LCD  ketika proses penulisan data ke register     control dan regiter data.

Rangkaian Dasar LCD 1602

Untuk  merangkai  LCD,  yang  Anda  butuhkan  adalah  beberapa kabel  jumper  dan  sebuah potensiometer.  Potensiometer  ini  berfungsi untuk mengatur kontras backlight LCD. Perhatikan Rangkaian 5.2.
Menghubungkan LCD 1602 ke Arduino
Menghubungkan LCD 1602 ke Arduino
1.  Pin  V0  pada  LCD  disambungkan  ke  kaki  tengah potensiometer,  sementara  masing-masing kaki  potensiometer yang  ada  di  pinggir  disambungkan  ke  VCC  dan  GND.  Jika nanti  tampilan tulisannya  kurang  jelas,  silakan  putar-putar potensiometernya.
2.  Pin R/W pada LCD disambungkan ke GND
3.  Pin RS pada LCD disambungkan ke pin 6 pada Arduino
4.  Pin E pada LCD disambungkan ke pin 7 pada Arduino
5.  Pin untuk data (D4 – D7) pada LCD disambungkan ke pin 9 –12 pada Arduino
6.  VDD dan A pada LCD disambungkan ke +5v
7.  VSS dan K pada LCD disambungkan ke GND


Program Dasar LCD

Sketch  Program LCD dasar

// Free Ebook Arduino
// www.elangsakti.com 
// coder elangsakti

#include <LiquidCrystal.h>

// Setting LCD RS E D4 D5 D6 D7
LiquidCrystal lcd(7, 6, 9, 10, 11, 12);

void setup(){
// pilih LCD 16 x 2
lcd.begin(16,2);
lcd.print("ELANGSAKTI.COM");
}

int hitung = 0;
void loop(){
// pindah ke baris kolom 1 baris ke 2
// array selalu dimulai dari 0
lcd.setCursor(0,1);
lcd.print( hitung++ );
delay(1000);
}

Pada Arduino kita bisa menggunakan library untuk menulis LCD. Library  tersebut  adalah LiquidCrystal.h.  Untuk  menggunakan  library tersebut Anda bisa meng-include-nya seperti pada baris ke-8.

// Setting LCD RS E D4 D5 D6 D7 
LiquidCrystal lcd(7, 6, 9, 10, 11, 12);

Perintah pada baris 8  adalah untuk melakukan setting LCD sesuai dengan library yang dipakai. Fungsi  lcd()  adalah instansiasi dari class LiquidCrystal  yang  dipanggila  pada  baris  ke-8 memiliki parameter berturut-turut  pin  RS,  E,  D4,  D5,  D6,  dan  D7.  Jika  Anda  ingin menggunakan formal lainnya, maka Anda bisa menggunakan beberapa pilihan parameter seperti di bawah ini:

LiquidCrystal(RS, E, D0, D1, D2, D3);
LiquidCrystal(RS, RW, E, D0, D1, D2, D3);
LiquidCrystal(RS, E, D0, D1, D2, D3, D4, D5, D6, D7);
LiquidCrystal(RS, RW, E, D0, D1, D2, D3, D4, D5, D6, D7);

Selanjutnya perhatikan baris ke-12

// pilih LCD 16 x 2
lcd.begin(16,2);

Fungsi begin(kolom, baris, charsize)  memiliki 2 parameter wajib dan 1  parameter  tambahan. Parameter  wajibnya  adalah  informasi  kolom dan  informasi  baris  pada  LCD.  Sedangkan informasi  tambahannya adalah  charsize  untuk  masing-masing  karakter  yang  akan  digunakan. Standarnya,  charsize  berukuran  5x8  pixel  untuk  setiap  karakter,  jika Anda  memiliki  LCD dengan  pixel  yang  berbeda,  silakan disesuaikan.Fungsi  begin()  juga digunakan untuk inisialisasi jenis LCD yang  akan  digunakan.  Mungkin  ini  agak  mirip  dengan  Serial.begin() yang  berfungsi untuk  inisialisasi  komunikasi  serial  dengan  parameter berupa baud rate yang akan digunakan. 

// pindah ke baris kolom 1 baris ke 2
// array selalu dimulai dari 0
lcd.setCursor(0,1);
lcd.print( hitung++ );

Fungsi  setCursor(kolom,  baris)  berfungsi  untuk  memindah  kursor aktif  sesuai  kolom  dan  baris yang  kita  tentukan.  Kolom  ke-0  berarti kolom  ke  1  pada  LCD  (ingat,  angka  pertama  dalam array  adalah  0, bukan 1), sedangkan baris ke-1 berarti adalah baris ke 2 pada LCD. 

Pada baris ke-21, kenapa menggunakan print() dan bukan println()? Penggunaan  println()  dalam LCD  maka  akan  secara  otomatis menambahkan 2 karakter tambahan untuk pindah baris (CR dan LF), maka jika Anda menggunakan  println(), akan muncul 2 karakter anehpada LCD. Jadi, gunakanlah print() untuk menulis ke LCD.






Comments

Popular posts from this blog

GROUND bagian 1 by Sarono Elektronika Blog Adi Sanjaya Global Techno Solution - AS-GTS

GROUND bagian 1
Banyak pertanyaan kepada saya apa itu ground ? apa guna nya ? apakah selalu ground itu negatif ? Apa yang di maksud titik netral pada pencatu daya terbelah ?
Agak sulit menerangkan dengan kata kata, bahkan dari hasil diskusi saya dengan beberapa teman yang sudah pakar elektronik juga mereka menemukan kesulitan nya mengungkapkan dengan kata kata walau kita mengerti tentang ground.
Untuk itu saya mencoba menerangkan semaksimal mungkin, tetapi sesungguh nya yang"mendengar" mestinya sudah punya ilmu elektronika minimal sampai teknik penguat audio.
Jadi, jika belum memehami tentang teknik audio dan masih bingung tentang konsep dan aplikasi ground masih di maklum kan.
Pada rangkaian listrik sederhana tidak di perlukan ground, misalkan senter, (body nya terbuat dari plastik) itupun sering negatif nya di hubungkan dengan body senter terbuat dari logam.
a. Pengertian Ground
Ground adalah titik yang dianggap sebagai titik kembali nya arus listrik arus seara…

HAMBATAN LISTRIK by Sarono Elektronika Blog Adi Sanjaya Global Techno Solution - AS-GTS

HAMBATAN LISTRIK
Pada bahasan sebelumnya sudah di tegaskan bahwa menghubungkan langsung positip dan negatip battery tidak boleh di lakukan, karena jumlah elektron yang mengalir menjadi sangat besar dan selama mengalir antara elektron saling berbenturan dan menimbulkan panas yang besar.
TETAPI
1) Jika jalan yang di lalui panjang (kawat nya panjang), maka kawat itu akan menjadi perlawanan listrik, makin panjang kawat maka perlawanan terhadap arus listrik juga semakin besar.
2) Atau kalau jalan nya arus di kawat juga di kecilkan (tebal kawat) nya di tipiskan juga akan menghasilkan Hambatan bagi arus semakin besar (Hambatan listrik membesar).
Dengan demikian kita bisa menghambat arus listrik itu dengan membuat kawat yang panjang dan mengatur tipis nya (luas penampang) kawat.
Ada faktor ke 3 yaitu jenis kawat.
Jenis kawat tertentu lebih mudah melewatkan arus, sementara kawat yang lain lebih sulit melewatkan arus.
Dalam teori elektron dapat di jelas kan : kawat tertentu daya ika…

Cara menggunakan modul relay dengan arduino UNO.

Material yang di butuhkan:
- Relay module 2 channel
- Arduino UNO.
- kabel jumper male - female

Relay module 2 channel  5V dengan 2 channel output dapat digunakan sebagai saklar elektronik untuk mengendalikan perangkat listrik yang memerlukan tegangan dan arus yang besar. Kompatible dengan semua mikrokontroler khususnya Arduino


Spesifikasi
•    Jumlah Relay : 2
•    Control signal : TTL level (ACTIVE LOW) ini artinya relay akan aktif jika kita memberikan logika LOW ke pin trigger relay (pin in1 /in 2)

Catatan : gambar bisa jadi berbeda dengan fisik relay yang dikirim, tapi pin pin pasti terdiri dari pin Vcc GND dan pin in1/in2 … untuk jumlah channel lainnya maka pin in1 2, dst akan sesuai dengan jumlah channel relay modul
•    Rating arus : 10A 250VAC, 10A 30VDC, 10A 125VAC, 10A 28VDC
•    Contact action time : 10ms/5ms
•    Indikator LED untuk masing masing channel



Catatan : gambar bisa jadi berbeda dengan fisik relay yang dikirim, tapi pin pin pasti terdiri dari pin Vcc GND dan pin in1/in2…