Skip to main content

Mengukur Suhu dengan LM 35

Mengukur Suhu dengan LM 35

LM35  merupakan  IC  sensor  suhu  dengan  bentuk  yang  mirip dengan  transistor.  Kaki  IC  ini hanya  ada  tiga,  yaitu  untuk  VCC, Output, dan GND (Gambar 5.3).


Rangkaian dasar pengukuran suhu penuh LM35
Rangkaian dasar pengukuran suhu penuh LM35
Rangkaian dasar pengukuran suhu sebagian LM35
Rangkaian dasar pengukuran suhu sebagian LM35


Rangkaian

Berdasarkan  karakteristik  kaki-kaki  pada  IC  LM35,  maka  kita akan menggunakan rangkaian sebagian sehingga Rangkaian 5.1 hanya bisa  mengukur  suhu  dari  2  hingga  150  derajat  celcius. Cara merangkainya yaitu:
Rangkaian sensor suhu LM35
Rangkaian sensor suhu LM35
1.  Sambungkan kaki 1 ke VCC
2.  Sambungkan kaki kedua (tengah) ke A0. A0 adalah pin analog, kaki pin analog berfungsi untuk berbagasi tranduser / sensor yang  mengharuskan  sinyal  analog.  Oleh  sebab  itu,  untuk membaca kaki  ini  menggunakan  analogRead(),  sedangkan untuk menulisnya menggunakan analogWrite().
3.  Sambungkan kaki ke-3 ke GND.

Karakteristik  dari  sensor  ini  yaitu  setiap  kenaikan  10  mV  pada kaki  output,  menandakan kenaikan  suhu  1 celcius.  Sehingga,  karena Rangkaian  5.1  hanya  mampu  mengukur  dari  2 celcius,  maka  output LM35 minimal adalah 20 mV dan maksimal 1500 mV. Konversi suhu pada output  LM35  juga  tergantung  pada  tegangan  referensi  yang digunakan.

Tegangan referensi pada arduino ada tiga (khusus Arduino Uno) tegangan  referensi  default,  internal, dan  eksternal.  Jika  kita  tidak  mendefinisikan  tegangan  referensi  yang  akan  kita  gunakan, maka Arduino  secara  default  akan  menggunakan  tegangan  referensi  5  volt. Selain 5 volt, tegangan default yang disediakan oleh arduino adalah 3.3 volt.  Akan  tetapi  kita  harus  membuat jumper  dari 3.3  volt  (di  board Arduino)  ke  pin  AREF,  lalu  mengeksekusi  perintah analogReference(DEFAULT).

Tegangan  referensi  internal  Arduino  yaitu  1.1  volt,  untuk menggunakan tegangan referensi ini, kita harus memberikan perintah analogReference(INTERNAL).

Tapi jika ingin menggunakan tegangan referensi selain 5, 3.3, dan 1.1  volt,  kita  bisa  menggunakan tegangan  referensi  eksternal. Tegangan referensi ini harus antara  0 dan  5 volt, jika tidak, Arduino bisa jadi akan rusak. Jika kita menggunakan tegangan referensi custom ini,  maka  kita  harus memasang  sumber  tegangan  ke  AREF  dan memberi perintah analogReference(EXTERNAL);

Program

Sebelum  membuat  program,  kita  akan  menghitung  bagaimana cara  mengukur  dan  mengkonversi output  dari  LM35  menjadi  suhu. Kita  akan  mengkonversi  voltase  pada  kaki  output  LM35, kemudian menghitungnya  berdasarkan  tegangan  referensi  yang  digunakan, mengubahnya  menjadi celcius,  lalu  mengirimkannya  ke  komputer melalui komunikasi serial.

Jika  kita  menggunakan  tegangan  referensi  5  volt,  maka  Arduino bisa  mengukur  setidaknya hingga  5000  mV.  padahal  kemampuan LM35 hanya sebatas 150 celcius atau 150 x 10 mV = 1500 mV (1.5 volt).  Sehingga  tegangan  yang  keluar  dari  kaki  output  LM35  tidak akan mungkin melebihi 1.5 volt.

Berdasarkan  persamaan  sederhana,  maka  kita  bisa  menghitung suhu  berdasarkan  perbandingan antara  kapasitas  voltase  yang  bisa dicacah  oleh  pin  analog  Arduino  (1024)  dan  kemampuan LM35 mengukur suhu.

Suhu dalam Voltase (T)         : 0  - 500
Cacahan Voltase input (Vin)   : 0  -  1024
0/500 = 0/1024
T/500 = Vin/1024
T = (Vin * 500) / 1024

Sketch Program sensor suhu LM35

// Free Ebook Arduino
// www.elangsakti.com 
// coder elangsakti

const int pSuhu = A0;
float suhu, data;

void setup() {
Serial.begin(9600);
pinMode(pSuhu, INPUT);
}

void loop() {
data = analogRead(pSuhu);
suhu = data * 500 / 1024;

Serial.print("data: ");
Serial.print(data);
Serial.print(", suhu: ");
Serial.print(suhu);
Serial.println();
delay(1000);
}

Program  pada  Sketch  5.3  akan  membaca  data  dari  sensor  suhu pada  pin  A0  di  board  Arduino kemudian  mengkonversinya  menjadi suhu.  Informasi  suhu  akan  dikirim  ke  komputer  melalui komunikasi serial dengan baud rate 9600 setiap 1000 milisekon.

float suhu, data;

Variabel  suhu  dan  data  menggunakan  float,  yaitu  tipe  data  yang memungkinkan  memuat angka desimal. Di sini menggunakan desimal karena  adanya  pembagian  sehingga  jika  kita  menggunakan integer, maka hasil perhitungan kita kurang presisi karena hasil pembagiannya akan selalu dibulatkan.

data = analogRead(pSuhu);

Fungsi  analogRead()  digunakan  untuk  membaca  masukan  dari sensor  analog.  Nilai  dari  analog read  ini  berkisar  dari  0  hingga  1023 berdasarkan kemampuan dari mikrokontroller dalam mencacah dari 0 –5 volt.

Untuk  mendapatkan  hasil  pengukuran  yang  lebih  presisi,  maka kita  bisa  mengganti  tegangan referensi  yang  digunakan.  Jika  kita menggunakan  tegangan  referensi  5000  mV,  maka  space  dari 1500  –5000  mV  tidak  akan  pernah  terpakai.  Oleh  sebab  itu,  kita  bisa menggunakan  tegangan referensi  1500  mV  (sesuai  dengan  output maksimal  pada  LM35)  atau  menggunakan  tegangan referensi  yang lebih  rendah,  misal  tegangan  referensi  INTERNAL  yang  nilainya adalah  1.1 volt. Sebagai  catatan,  jika  Anda  menggunakan  tegangan referensi  1.1  volt  (1100  mV),  maka  batas maksimal  suhu  yang  bisa dihitungan adalah 110 celcius.

Sketch Program sensor suhu tegangan referensi 1.1 volt

// Free Ebook Arduino
// www.elangsakti.com 
// coder elangsakti

const int pSuhu = A0;
float suhu, data;

void setup() {
// mengubah tegangan referensi ke internal, 1.1 volt
analogReference(INTERNAL);

Serial.begin(9600);
pinMode(pSuhu, INPUT);

}

void loop() {
data = analogRead(pSuhu);
suhu = data * 110 / 1024;

Serial.print("data: ");
Serial.print(data);
Serial.print(", suhu: ");
Serial.print(suhu);
Serial.print(" C (");
Serial.print(convertToF(suhu));
Serial.print(" F)");
Serial.println();
delay(1000);
}

float convertToF(float suhuC){
return (suhuC * 9.0/5.0) + 32;
}

Program  pada  Sketch  5.4  menggunakan  tegangan  referensi internal  1.1  volt  kemudian  suhu dalam  celcius  dikonversi  menjadi Fahrenheit.  Berdasarkan  konsepnya,  konversi  celcius  ke Fahrenheit menggunakan rumus:

Kemudian informasi suhu dalam celcius dan Fahrenheit dikirim ke komputer dengan komunikasi serial.

Comments

Popular posts from this blog

GROUND bagian 1 by Sarono Elektronika Blog Adi Sanjaya Global Techno Solution - AS-GTS

GROUND bagian 1
Banyak pertanyaan kepada saya apa itu ground ? apa guna nya ? apakah selalu ground itu negatif ? Apa yang di maksud titik netral pada pencatu daya terbelah ?
Agak sulit menerangkan dengan kata kata, bahkan dari hasil diskusi saya dengan beberapa teman yang sudah pakar elektronik juga mereka menemukan kesulitan nya mengungkapkan dengan kata kata walau kita mengerti tentang ground.
Untuk itu saya mencoba menerangkan semaksimal mungkin, tetapi sesungguh nya yang"mendengar" mestinya sudah punya ilmu elektronika minimal sampai teknik penguat audio.
Jadi, jika belum memehami tentang teknik audio dan masih bingung tentang konsep dan aplikasi ground masih di maklum kan.
Pada rangkaian listrik sederhana tidak di perlukan ground, misalkan senter, (body nya terbuat dari plastik) itupun sering negatif nya di hubungkan dengan body senter terbuat dari logam.
a. Pengertian Ground
Ground adalah titik yang dianggap sebagai titik kembali nya arus listrik arus seara…

HAMBATAN LISTRIK by Sarono Elektronika Blog Adi Sanjaya Global Techno Solution - AS-GTS

HAMBATAN LISTRIK
Pada bahasan sebelumnya sudah di tegaskan bahwa menghubungkan langsung positip dan negatip battery tidak boleh di lakukan, karena jumlah elektron yang mengalir menjadi sangat besar dan selama mengalir antara elektron saling berbenturan dan menimbulkan panas yang besar.
TETAPI
1) Jika jalan yang di lalui panjang (kawat nya panjang), maka kawat itu akan menjadi perlawanan listrik, makin panjang kawat maka perlawanan terhadap arus listrik juga semakin besar.
2) Atau kalau jalan nya arus di kawat juga di kecilkan (tebal kawat) nya di tipiskan juga akan menghasilkan Hambatan bagi arus semakin besar (Hambatan listrik membesar).
Dengan demikian kita bisa menghambat arus listrik itu dengan membuat kawat yang panjang dan mengatur tipis nya (luas penampang) kawat.
Ada faktor ke 3 yaitu jenis kawat.
Jenis kawat tertentu lebih mudah melewatkan arus, sementara kawat yang lain lebih sulit melewatkan arus.
Dalam teori elektron dapat di jelas kan : kawat tertentu daya ika…

Cara menggunakan modul relay dengan arduino UNO.

Material yang di butuhkan:
- Relay module 2 channel
- Arduino UNO.
- kabel jumper male - female

Relay module 2 channel  5V dengan 2 channel output dapat digunakan sebagai saklar elektronik untuk mengendalikan perangkat listrik yang memerlukan tegangan dan arus yang besar. Kompatible dengan semua mikrokontroler khususnya Arduino


Spesifikasi
•    Jumlah Relay : 2
•    Control signal : TTL level (ACTIVE LOW) ini artinya relay akan aktif jika kita memberikan logika LOW ke pin trigger relay (pin in1 /in 2)

Catatan : gambar bisa jadi berbeda dengan fisik relay yang dikirim, tapi pin pin pasti terdiri dari pin Vcc GND dan pin in1/in2 … untuk jumlah channel lainnya maka pin in1 2, dst akan sesuai dengan jumlah channel relay modul
•    Rating arus : 10A 250VAC, 10A 30VDC, 10A 125VAC, 10A 28VDC
•    Contact action time : 10ms/5ms
•    Indikator LED untuk masing masing channel



Catatan : gambar bisa jadi berbeda dengan fisik relay yang dikirim, tapi pin pin pasti terdiri dari pin Vcc GND dan pin in1/in2…