Skip to main content

Pengenalan Arduino

Ebook  ini  dimaksudkan  agar  Anda  yang  masih  pemula  dalam dunia  mikrokontroller  dapat mengikuti  dan  mempelajari  Arduino dengan  mudah  dan  segera  mempraktekkannya.  Oleh  sebab itu,  kami akan  membahas  tentang  konsep  elektronik,  sensor,  dan  bahasa pemrograman secukupnya  dengan  harapan  Anda  bisa  segera  praktek tanpa memikirkan konsep elektronika yang relatif rumit. Dalam setiap bahasan, kami Akan menyajikan konsep singkat dari apa  yang  sedang dibahas  dalam  bahasan  tersebut.  Misal,  ketika  kita  membahas  tentang  rangkaian  sensor  suhu, maka  akan  dibahas  pula tentang  komponen  sensor  suhu,  cara  kerja,  cara  merangkai,  dan  cara
memprogramnya. Hal tersebut dimaksudkan agar pembaca bisa dengan mudah  mengikuti  dan memahami  apa  yang kami  sajikan  serta  sedikit demi  sedikit  mempelajari  tentang  elektronik (mikrokontroller)  dan bahasa pemrograman.

1.1 Apa itu Mikrokontroller?
Menurut wikipedia :
A microcontroller (sometimes abbreviated µC, uC or MCU) is a small computer  on  a  single  integrated  circuit  containing  a  processor  core, memory, and programmable input/output peripherals.
Dalam diskusi sehari-hari dan di forum internet, mikrokontroller sering dikenal dengan sebut µC, uC, atau MCU. Terjemahan bebas dari pengertian  tersebut,  bisa  dikatakan  bahwa  mikrokontroller adalah komputer  yang  berukuran  mikro  dalam  satu  chip  IC  (integrated circuit) yang terdiri dari processor, memory, dan antarmuka yang bisa diprogram.  Jadi  disebut  komputer  mikro  karena dalam  IC  atau  chip mikrokontroller  terdiri  dari  CPU,  memory,  dan  I/O  yang  bisa  kita
kontrol  dengan  memprogramnya.  I/O  juga  sering  disebut  dengan GPIO (General Purpose Input Output Pins) yang berarti : pin yang bisa kita program sebagai input atau output sesuai kebutuhan.
gambar 1.1 Board Arduino Uno
gambar 1.1 Board Arduino Uno


Dalam  ebook  ini  kita  akan  menggunakan  board  Arduino  Uno (Gambar  1.1).  Board  Arduino terdiri  dari  hardware  /  modul mikrokontroller  yang  siap  pakai  dan  software  IDE  yang digunakan untuk  memprogram  sehingga  kita  bisa  belajar  dengan  mudah.
Kelebihan  dari Arduino yaitu  kita tidak direpotkan dengan rangkaian minimum  sistem  dan programmer  karena  sudah  built  in  dalam  satu board. Oleh sebab itu kita bisa fokus ke pengembangan sistem.
Gambar 1.2 Project Board dan Kabel Jumper
Gambar 1.2 Project Board dan Kabel Jumper

Untuk  praktek,  kita  akan  menggunakan  project  board  (ada  yang menyebutnya  dengan  istilah bread  board)  dan  beberapa  kabel  jumper untuk  menghubungkan  antara  komponen  dan  Arduino (Gambar  1.2). Dengan  project  board  kita  tidak  perlu  menyolder  rangkaian  sehingga relatif mudah dan cepat dalam merangkai.  Project board memungkinkan kita  untuk  membangun  dan  membongkar  rangkaian  dengan  cepat sehingga sangat cocok untuk eksperimen. Tapi jika kita ingin membuat rangkaian yang permanen, maka kita harus menggunakan PCB.

Gambar 1.3 Peta Jalur pada Project Board
Gambar 1.3 Peta Jalur pada Project Board
Yang  terpenting  adalah,  kita  harus  memahami  jalur-jalur  pada project board. Project board terdiri dari jalur vertikal dan jalur horisontal. Jalur  vertikal  ada  di  bagian  tengah  yang  terdiri  dari  2  x 64  jalur. Masing-masing jalur terdiri dari 5 titik vertikal, misal jalur 1A-1B-1C-1D-1E dan jalur 1F-1G-1H-1I-1J yang kedua tidak saling tersambung. Jalur horisontal sebanyak 8 jalur, 4 jalur ada di bagian atas dan 4 jalur lagi  di  bagian  bawah.  Jalur  ini  bisa  digunakan  untuk  power  supply
(VCC  dan  GND)  untuk  rangkaian.  Untuk  lebih  jelasnya,  silakan perhatikan  Gambar  1.3.  Garis merah  menunjukkan  bahwa  lubang
tersebut terhubung secara fisik

Comments

Popular posts from this blog

GROUND bagian 1 by Sarono Elektronika Blog Adi Sanjaya Global Techno Solution - AS-GTS

GROUND bagian 1
Banyak pertanyaan kepada saya apa itu ground ? apa guna nya ? apakah selalu ground itu negatif ? Apa yang di maksud titik netral pada pencatu daya terbelah ?
Agak sulit menerangkan dengan kata kata, bahkan dari hasil diskusi saya dengan beberapa teman yang sudah pakar elektronik juga mereka menemukan kesulitan nya mengungkapkan dengan kata kata walau kita mengerti tentang ground.
Untuk itu saya mencoba menerangkan semaksimal mungkin, tetapi sesungguh nya yang"mendengar" mestinya sudah punya ilmu elektronika minimal sampai teknik penguat audio.
Jadi, jika belum memehami tentang teknik audio dan masih bingung tentang konsep dan aplikasi ground masih di maklum kan.
Pada rangkaian listrik sederhana tidak di perlukan ground, misalkan senter, (body nya terbuat dari plastik) itupun sering negatif nya di hubungkan dengan body senter terbuat dari logam.
a. Pengertian Ground
Ground adalah titik yang dianggap sebagai titik kembali nya arus listrik arus seara…

HAMBATAN LISTRIK by Sarono Elektronika Blog Adi Sanjaya Global Techno Solution - AS-GTS

HAMBATAN LISTRIK
Pada bahasan sebelumnya sudah di tegaskan bahwa menghubungkan langsung positip dan negatip battery tidak boleh di lakukan, karena jumlah elektron yang mengalir menjadi sangat besar dan selama mengalir antara elektron saling berbenturan dan menimbulkan panas yang besar.
TETAPI
1) Jika jalan yang di lalui panjang (kawat nya panjang), maka kawat itu akan menjadi perlawanan listrik, makin panjang kawat maka perlawanan terhadap arus listrik juga semakin besar.
2) Atau kalau jalan nya arus di kawat juga di kecilkan (tebal kawat) nya di tipiskan juga akan menghasilkan Hambatan bagi arus semakin besar (Hambatan listrik membesar).
Dengan demikian kita bisa menghambat arus listrik itu dengan membuat kawat yang panjang dan mengatur tipis nya (luas penampang) kawat.
Ada faktor ke 3 yaitu jenis kawat.
Jenis kawat tertentu lebih mudah melewatkan arus, sementara kawat yang lain lebih sulit melewatkan arus.
Dalam teori elektron dapat di jelas kan : kawat tertentu daya ika…

Cara menggunakan modul relay dengan arduino UNO.

Material yang di butuhkan:
- Relay module 2 channel
- Arduino UNO.
- kabel jumper male - female

Relay module 2 channel  5V dengan 2 channel output dapat digunakan sebagai saklar elektronik untuk mengendalikan perangkat listrik yang memerlukan tegangan dan arus yang besar. Kompatible dengan semua mikrokontroler khususnya Arduino


Spesifikasi
•    Jumlah Relay : 2
•    Control signal : TTL level (ACTIVE LOW) ini artinya relay akan aktif jika kita memberikan logika LOW ke pin trigger relay (pin in1 /in 2)

Catatan : gambar bisa jadi berbeda dengan fisik relay yang dikirim, tapi pin pin pasti terdiri dari pin Vcc GND dan pin in1/in2 … untuk jumlah channel lainnya maka pin in1 2, dst akan sesuai dengan jumlah channel relay modul
•    Rating arus : 10A 250VAC, 10A 30VDC, 10A 125VAC, 10A 28VDC
•    Contact action time : 10ms/5ms
•    Indikator LED untuk masing masing channel



Catatan : gambar bisa jadi berbeda dengan fisik relay yang dikirim, tapi pin pin pasti terdiri dari pin Vcc GND dan pin in1/in2…