Wednesday, May 10, 2017

Program Pertama Anda

Program Pertama Anda
Program pertama Anda adalah membuat kedipan LED. Untuk itu, yang  pertama  harus  Anda  lakukan adalah  mengubah  Rangkaian  1.1, setelah  itu  Anda  bisa  membuat  program  pada  Arduino  IDE. Logika untuk program pertama seperti berikut:
Kedipan  LED (hidup-matinya LED) akan dikontrol oleh salah satu kaki Arduino (kita pilih kaki/pin 8). Dengan demikian, logika pada pin  8 akan menjadi  output  untuk mengontrol LED.  Ingat, logika 1 berararti LED akan nyala, logika 0 berarti LED mati.

Update Rangkaian Anda
Rubahlah rangkaian Anda sehingga tampak seperti Rangkaian 1.2. Kabel  jumper  dari  5V  ke kolom pertama  dilepas.  Kemudian  kabel  di kolom kedua dilepas dan disambungkan ke pin 8 pada board Arduino.
Rangkaian LED Berkedip
Rangkaian LED Berkedip


Program untuk LED Berkedip
Ketika  Anda  pertama  kali  membuka  Arduino  IDE,  maka  secara otomatis akan muncul sketch seperti berikut:
Sketch Minimal Arduino
Sketch Minimal Arduino

Fungsi setup()  dan fungsi  loop()  merupakan fungsi wajib dan harus ada.  Fungsi  setup() digunakan  untuk  inisialisasi  program,  fungsi  ini hanya  dijalankan  sekali  yaitu  ketika  program pertama  kali  dijalankan (ketika arduino pertama kali dihidupkan). Sedangkan fungsi  loop()  akan 
dijalankan terus-menerus (looping forever) hingga Arduino dimatikan.

Program  di  atas  sudah  bisa  diupload  ke  Arduino  dengan  cara meng-klik  tombol  Upload. Hanya  saja,  ketika  program  tersebut diupload,  Arduino  tidak  akan  melakukan  apa-apa  sebab dalam  sketch tersebut memang tidak ada perintah yang harus dikerjakan.

Dalam ebook ini, jika ada sketch  yang harus Anda coba, maka kami akan menampilkan sketch terlebih dahulu, setelah itu akan kami jelaskan fungsi  dan  logika  dari  sketch  tersebut.  Untuk mengawali  primordial dalam  belajar  mikrokontroller,  maka  Anda  harus  mencoba  sketch  ini. 

Berikut ini adalah sketch untuk membuat kedipan LED.


Sketch LED berkedip
Sketch LED berkedip
Sketch LED berkedip

Baik, mari kita ulas satu-persatu baris-baris sketch 1.2.

Nama-nama pin pada Arduino sama seperti  yang tertera di  board. Pada  salah  satu  sisi  board, nama-nama  pinnya  adalah  0  hingga  13, kemudian di sisi lain nama-nama pinnya A0 hingga A5, dst. Perintah pada  baris  5  artinya  :  Variabel  pinLED  merupakan  konstanta  dalam bentuk integer yang merujuk pada pin 8 board Arduino.

Tolong diingat baik-baik, untuk kemudahan dalam memprogram, sebaiknya  inisialisasi  pin-pin dijadikan  konstanta  dan  ditentukan  di awal  program.  Sehingga,  misal  ketika  kita  ingin mengubah  pin  yang akan  dirujuk,  kita  tidak  akan  kesusahan.  Kita  tinggal  mengubah  nilai 
dari  variabel  pin  tersebut,  maka  kita  tidak  perlu  langi  mengubah variabel lainnya.

Fungsi  pinMode()  memberi  tahu  bahwa  pinLED  adalah  Output. Dengan  demikian mikrokontroller  tidak  akan  “membaca”  logika  pin tersebut, akan tetapi dia hanya akan “menulis” logika pada pin tersebut. Dengan kata lain, jika kita ingin mendefinisikan bahwa pin ini adalah input, maka kita tinggal mengubah OUTPUT menjadi INPUT.

Baris  ini  adalah  inti  dari  program  yang  akan  dieksekusi  selama Arduino tersambung dengan listrik atau selama Arduino tidak direset. pinLED  diset  HIGH  berarti  LED  akan  diberi  tegangan 5  volt, sedangkan LOW berarti LED akan diberi tegangan 0 volt. Oleh sebab itu, rangkaian LED di atas akan menyala ketika diberi HIGH d an akan mati ketika diberi LOW.

Fungsi  delay()  digunakan untuk berhenti selama sekian milidetik. Karena  1  detik  =  1000 milidetik,  maka  pemberian  nilai  500  berarti Arduino akan jeda selama ½ detik ketika LED nyala dan ½ detik ketika LED  padam.  Lalu  bagaimana  jika  program  yang  Anda  coba  tidak 
berjalan dan error? Begini, ada beberapa yang perlu diperhatikan ketika Anda memprogram:

1.  Penulisan  sketch  itu  case  sensitive,  artinya,   tulisan  “pinLED” tidak  sama  dengan "PinLED”.  Jika  terjadi  error,  coba perhatikan apakah ada penulisan yang keliru?
2.  Jika Anda copy-paste sketch dari file PDF ke Arduino IDE, maka kemungkinan akan ada perubahan  whitespace  (spasi, tab, blank line). Jika spasi tergantikan denan karakter tab atau blank line, maka  sketch  akan  error.  Silakan  Anda  cek  setiap  spasi,  jika ukuran  space-nya  berbeda dengan  spasi  yang  lain,  silakan dihapus dan ganti dengan spasi.
3.  Setiap blok kode harus diapit dengan kurung kurawal ‘{’ dan ‘}’. Jika kurungnya kurang satu, maka akan  error.
4.  Setiap ada kurung buka ‘(’, harus ada kurung tutup ‘)’. Jadi jika ternyata kurungnya kurang, itu bisa menyebabkan error.
5.  Penulisan  angka  tanpa  embel-embel  koma.  Misal  Anda  ingin menulis  1000,  maka  tidak perlu  menulis  dengan  1,000  atau 1.000.  Penulisan  dengan  1,000  akan  terjadi  error, sedangkan jika Anda menulis dengan 1.000 akan dianggap 1, bukan 1000.
6.  Setiap baris kode akan ditutup dengan titik koma (semicolon) ‘;’, kecuali  di  akhir  blokkode  yang ditutup  dengan  kurung kurawal ‘}’.

0 comments:

Post a Comment

Silakan dikomentari

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India