Skip to main content

Rangkaian LED Pertama

Rangkaian LED Pertama
Ketika belajar pemrogaman, program pertama yang harus dicoba pertama  kali  adalah  memunculkan pesan  "Hello  World!".  Dalam belalajar  mikrokontroller  ternyata  juga  ada,  yang  pertama  kali harus dibuat  adalah  membuat  lampu  LED  berkedip,  LED  berkedip maksudnya adalah flip-flop, hehe. 
LED merupakan kependekan dari Light Emiting  Diode, yaitu diode yang  mampu  mengubah  listrik menjadi  cahaya.  Sebagaimana  sifat diode,  lampu  LED  memiliki  kaki  positif  dan  negatif. Sehingga pemasangannya tidak boleh terbaik, jika dipasang terbalik maka tidak akan ada arus yang mengalir dan LED pun tidak akan menyala.
Arduino bekerja pada tegangan 5-12 volt dengan  arus yang relatif besar  yang  sanggup  memutuskan LED.  Sehingga  jika  kita  ingin menyambungkan  LED,  maka  kita  butuh  tahanan  (resistor) untuk membatasi  arus  yang  masuk  ke  LED.  LED  memiliki  tegangan  kerja yang  disebut dengan forward  voltage  (fv)  yang  mana  tegangan  ini adalah  tegangan  yang  dibutuhkan  LED untuk  bisa menyala  dengan baik.
Ukuran  resistor  yang  bisa  dipakai  adalah  100Ω  hingga  1KΩ  (Ω dibaca  ohm,  satuan  dari resistansi/hambatan),  makin  besar  nilai resistor maka nyala LED akan semakin redup. Pada Arduino, tegangan yang  keluar  dari  pin-pinnya  adalah  0-5  volt.  Sementara  catu  daya untuk Arduino  antara  5-12  volt.  Oleh  sebab  itu,  pemilihan  resistor tergantung tegangan mana yang akan kita gunakan.

Percobaan LED
 Percobaan LED

Silakan  buatlah  Rangkaian  1.1  dengan  langkah-langkah  sebagai berikut:
1.  Pasang kaki positif LED di G4 dan kaki negatifnya di G3,
2.  Setelah itu, hubungkan salah satu kaki resistor pada lubang J3, kemudian  kaki  satunya  ke  lubang di  kolom  pertama  dari kanan,
3.  Ambil kabel  jumper, lalu sambungkan lubang  J4  ke lubang di kolom kedua dari kanan,
4.  Ambil  kabel  jumper,  sambungkan  salah  satu  lubang  di  kolom pertama ke socket GND pada board Arduino,
5.  Ambil  kabel  jumper,  sambungkan  salah  satu  lubang  di  kolom kedua ke socket 5V di board Arduino
6.  Hubungkan USB Arduino ke komputer/laptop.
7.  Selamat!  Anda  sudah  membuat  rangkaian  pertama  Anda dengan Arduino. 
Jika Anda memasangnya dengan benar, maka LED akan menyala. Jika tidak, mungkin kaki dipasang terbalik, silakan diperbaiki.

Comments

Popular posts from this blog

GROUND bagian 1 by Sarono Elektronika Blog Adi Sanjaya Global Techno Solution - AS-GTS

GROUND bagian 1
Banyak pertanyaan kepada saya apa itu ground ? apa guna nya ? apakah selalu ground itu negatif ? Apa yang di maksud titik netral pada pencatu daya terbelah ?
Agak sulit menerangkan dengan kata kata, bahkan dari hasil diskusi saya dengan beberapa teman yang sudah pakar elektronik juga mereka menemukan kesulitan nya mengungkapkan dengan kata kata walau kita mengerti tentang ground.
Untuk itu saya mencoba menerangkan semaksimal mungkin, tetapi sesungguh nya yang"mendengar" mestinya sudah punya ilmu elektronika minimal sampai teknik penguat audio.
Jadi, jika belum memehami tentang teknik audio dan masih bingung tentang konsep dan aplikasi ground masih di maklum kan.
Pada rangkaian listrik sederhana tidak di perlukan ground, misalkan senter, (body nya terbuat dari plastik) itupun sering negatif nya di hubungkan dengan body senter terbuat dari logam.
a. Pengertian Ground
Ground adalah titik yang dianggap sebagai titik kembali nya arus listrik arus seara…

HAMBATAN LISTRIK by Sarono Elektronika Blog Adi Sanjaya Global Techno Solution - AS-GTS

HAMBATAN LISTRIK
Pada bahasan sebelumnya sudah di tegaskan bahwa menghubungkan langsung positip dan negatip battery tidak boleh di lakukan, karena jumlah elektron yang mengalir menjadi sangat besar dan selama mengalir antara elektron saling berbenturan dan menimbulkan panas yang besar.
TETAPI
1) Jika jalan yang di lalui panjang (kawat nya panjang), maka kawat itu akan menjadi perlawanan listrik, makin panjang kawat maka perlawanan terhadap arus listrik juga semakin besar.
2) Atau kalau jalan nya arus di kawat juga di kecilkan (tebal kawat) nya di tipiskan juga akan menghasilkan Hambatan bagi arus semakin besar (Hambatan listrik membesar).
Dengan demikian kita bisa menghambat arus listrik itu dengan membuat kawat yang panjang dan mengatur tipis nya (luas penampang) kawat.
Ada faktor ke 3 yaitu jenis kawat.
Jenis kawat tertentu lebih mudah melewatkan arus, sementara kawat yang lain lebih sulit melewatkan arus.
Dalam teori elektron dapat di jelas kan : kawat tertentu daya ika…

Cara menggunakan modul relay dengan arduino UNO.

Material yang di butuhkan:
- Relay module 2 channel
- Arduino UNO.
- kabel jumper male - female

Relay module 2 channel  5V dengan 2 channel output dapat digunakan sebagai saklar elektronik untuk mengendalikan perangkat listrik yang memerlukan tegangan dan arus yang besar. Kompatible dengan semua mikrokontroler khususnya Arduino


Spesifikasi
•    Jumlah Relay : 2
•    Control signal : TTL level (ACTIVE LOW) ini artinya relay akan aktif jika kita memberikan logika LOW ke pin trigger relay (pin in1 /in 2)

Catatan : gambar bisa jadi berbeda dengan fisik relay yang dikirim, tapi pin pin pasti terdiri dari pin Vcc GND dan pin in1/in2 … untuk jumlah channel lainnya maka pin in1 2, dst akan sesuai dengan jumlah channel relay modul
•    Rating arus : 10A 250VAC, 10A 30VDC, 10A 125VAC, 10A 28VDC
•    Contact action time : 10ms/5ms
•    Indikator LED untuk masing masing channel



Catatan : gambar bisa jadi berbeda dengan fisik relay yang dikirim, tapi pin pin pasti terdiri dari pin Vcc GND dan pin in1/in2…