Skip to main content

Seven Segment

Seven Segment

Pada  percobaan  kali  ini  dilakukan  uji  coba  terhadap  lampu  LED  7-segment  yang  dapat menampilkan representasi angka dari 0-9.  Nyala pada 7-segment dapat diatur sedemikian rupa sesuai yang diinginkan,  pada percobaan ini penyalaan  yang terjadi ialah  hitung mundur  angka dari 9 ke 0 lalu kembali lagi ke angka 9. Berikut komponen yang diperlukan pada percobaan ini:
Seven Segment Component
Seven Segment Component
Pada Umumnya seven segment terdiri 7 batang  led  yang disusun membentuk angka 8 (seperti pada gambar diatas), dimana setiap segmentnya terdiri dari LED yang salah satu kaki terminal lednya  di jadikan  satu  atau  yang  disebut  dengan  common. Skema  dari  7  batang  led  ditandai dengan huruf a - g, sebagai berikut:

Common Anoda
Common  Anoda  merupakan  bagian  kaki  dari  anoda  (+)  yang  dijadikan  satu  dan  dihubungkan dengan  arus  positif  tegangan.  sedangkan  untuk  mengaktifkan  kaki  yang  lainnya  harus  di  beri tegangan negatif. atau led akan menyala jika dalam kondisi aktif low (diberi logika 0).
Misalkan ingin menampilkan angka 1, maka yang harus di lakukan adalah. kaki common di beri tegangan +, sedangkan kaki b dan c di beri tegangan -

Common Katoda
Common katoda ini kebalikannya dari common anoda, jadi kaki common yang disatukan adalah kaki katoda  (-),  sehingga  untuk  mengaktifkan  kaki  yang  lain  di  beri  tegangan  (+)  atau  diberi logik high (1).

Berikutnya setelah komponen yang diperlukan telah terkumpul, susun rangkaian seperti terlihat pada gambar berikut:

Rangkaian Seven Segment
Rangkaian Seven Segment
Kemudian  pasang  USB  cable  pada  Arduino  dengan  port  USB  yang  terdapat  pada  PC  untuk menguplod program. Buka Arduino IDE, lalu ketikkan program berikut. 

void setup() { 
  pinMode(2, OUTPUT);
  pinMode(3, OUTPUT);
  pinMode(4, OUTPUT);
  pinMode(5, OUTPUT);
  pinMode(6, OUTPUT);
  pinMode(7, OUTPUT);
  pinMode(8, OUTPUT);
 // pinMode(9, OUTPUT);
 // digitalWrite(9, 0); // start with the "dot" off
 Serial.begin(9600);
}

void loop() {
     // write '0'
     Serial.println("0\n");
 digitalWrite(2, 0);
 digitalWrite(3, 0);
 digitalWrite(4, 0);
 digitalWrite(5, 0);
 digitalWrite(6, 0);
 digitalWrite(7, 0);
 digitalWrite(8, 1);
 delay(500);
  // write '2'
  Serial.println("2\n");
 digitalWrite(2, 0);
 digitalWrite(3, 0);
 digitalWrite(4, 1);
 digitalWrite(5, 0);
 digitalWrite(6, 0);
 digitalWrite(7, 1);
 digitalWrite(8, 0);
 delay(500);
  // write '3'
  Serial.println("3\n");
 digitalWrite(2, 0);
 digitalWrite(3, 0);
 digitalWrite(4, 0);
 digitalWrite(5, 0);
 digitalWrite(6, 1);
 digitalWrite(7, 1);
 digitalWrite(8, 0);
 delay(500);
}


Berikutnya compile dan uplod program ke dalam Arduino board. Perhatikan dan catat hasil yang terjadi, apakah sesuai dengan spesifikasi atau tidak.


Comments

Popular posts from this blog

GROUND bagian 1 by Sarono Elektronika Blog Adi Sanjaya Global Techno Solution - AS-GTS

GROUND bagian 1
Banyak pertanyaan kepada saya apa itu ground ? apa guna nya ? apakah selalu ground itu negatif ? Apa yang di maksud titik netral pada pencatu daya terbelah ?
Agak sulit menerangkan dengan kata kata, bahkan dari hasil diskusi saya dengan beberapa teman yang sudah pakar elektronik juga mereka menemukan kesulitan nya mengungkapkan dengan kata kata walau kita mengerti tentang ground.
Untuk itu saya mencoba menerangkan semaksimal mungkin, tetapi sesungguh nya yang"mendengar" mestinya sudah punya ilmu elektronika minimal sampai teknik penguat audio.
Jadi, jika belum memehami tentang teknik audio dan masih bingung tentang konsep dan aplikasi ground masih di maklum kan.
Pada rangkaian listrik sederhana tidak di perlukan ground, misalkan senter, (body nya terbuat dari plastik) itupun sering negatif nya di hubungkan dengan body senter terbuat dari logam.
a. Pengertian Ground
Ground adalah titik yang dianggap sebagai titik kembali nya arus listrik arus seara…

HAMBATAN LISTRIK by Sarono Elektronika Blog Adi Sanjaya Global Techno Solution - AS-GTS

HAMBATAN LISTRIK
Pada bahasan sebelumnya sudah di tegaskan bahwa menghubungkan langsung positip dan negatip battery tidak boleh di lakukan, karena jumlah elektron yang mengalir menjadi sangat besar dan selama mengalir antara elektron saling berbenturan dan menimbulkan panas yang besar.
TETAPI
1) Jika jalan yang di lalui panjang (kawat nya panjang), maka kawat itu akan menjadi perlawanan listrik, makin panjang kawat maka perlawanan terhadap arus listrik juga semakin besar.
2) Atau kalau jalan nya arus di kawat juga di kecilkan (tebal kawat) nya di tipiskan juga akan menghasilkan Hambatan bagi arus semakin besar (Hambatan listrik membesar).
Dengan demikian kita bisa menghambat arus listrik itu dengan membuat kawat yang panjang dan mengatur tipis nya (luas penampang) kawat.
Ada faktor ke 3 yaitu jenis kawat.
Jenis kawat tertentu lebih mudah melewatkan arus, sementara kawat yang lain lebih sulit melewatkan arus.
Dalam teori elektron dapat di jelas kan : kawat tertentu daya ika…

Cara menggunakan modul relay dengan arduino UNO.

Material yang di butuhkan:
- Relay module 2 channel
- Arduino UNO.
- kabel jumper male - female

Relay module 2 channel  5V dengan 2 channel output dapat digunakan sebagai saklar elektronik untuk mengendalikan perangkat listrik yang memerlukan tegangan dan arus yang besar. Kompatible dengan semua mikrokontroler khususnya Arduino


Spesifikasi
•    Jumlah Relay : 2
•    Control signal : TTL level (ACTIVE LOW) ini artinya relay akan aktif jika kita memberikan logika LOW ke pin trigger relay (pin in1 /in 2)

Catatan : gambar bisa jadi berbeda dengan fisik relay yang dikirim, tapi pin pin pasti terdiri dari pin Vcc GND dan pin in1/in2 … untuk jumlah channel lainnya maka pin in1 2, dst akan sesuai dengan jumlah channel relay modul
•    Rating arus : 10A 250VAC, 10A 30VDC, 10A 125VAC, 10A 28VDC
•    Contact action time : 10ms/5ms
•    Indikator LED untuk masing masing channel



Catatan : gambar bisa jadi berbeda dengan fisik relay yang dikirim, tapi pin pin pasti terdiri dari pin Vcc GND dan pin in1/in2…